Bulutangkismania's Weblog

Februari 16, 2012

Road To Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Asia : Kalah Cerdik, Uber Indonesia Di Ujung Tanduk

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 5:42 am
Tags: , , , ,

Kesalahan strategi tim Uber Indonesia saat melawan Thailand dengan menempatkan tiga tunggal di partai awal ternyata berakibat fatal yang membuat nasib para srikandi berada di ujung tanduk. Sementara itu tim Thomas Indonesia meskipun gagal memetik kemenangan sempurna dari India akhirnya memastikan diri sebagai juara grup.

 

Dengan materi pemain yang sama persis seperti yang dibawa Thailand pada kejuaran beregu bulutangkis Sea Games tahun lalu, tim putri negara gajah putih tersebut kembali berhasil mengatasi perlawanan para srikandi Indonesia 3-2. Bercermin dari keberhasilan mereka tahun lalu, manajer bulutangkis tim Thailand memahami persis bahwa peluang terbesar mereka ada di sektor tunggal. Dengan memanfaatkan posisi Sapsiree yang tampil di dua nomor, Thailand sukses melancarkan strategi untuk menempatkan tiga pemain tunggalnya bertanding lebih dulu.

 

Padahal jika dicermati lebih jeli, dengan menggunakakan format biasa pun Sapsiree akan mendapatkan jatah waktu istirahat yang lebih lama sebagai pemain di posisi ganda pertama dan tunggal ke-3. Strategi tim Thailand ini sayangnya tidak di analisa secara jeli oleh manajer tim Uber Indonesia yang secara materi memang mengandalkan kekuatan dari sektor ganda. Dua angka kemenangan diraih oleh Adriyanti Firdasari atas tunggal nomor satu Thailand, Ratchanok Inthanon, 21-16, 23-21 dan partai terakhik yang merupakan ganda pertama, Anneke/Nitya atas Savitre/Sapsiree.

 

Kemenangan manis Firda di partai awal akhirnya menjadi sia-sia akibat perencanaan strategi yang kurang matang pada tiga nomor berikutnya. Dua tunggal Indonesia, Lindaweni dan Belaetrix masing-masing menyerah kepada Porntip Buranaprasertsuk dan Sapsiree Taerattanachai, 18-21, 21-10, 18-21 serta 12-21, 21-14, 11-21. Stamina para pemain putri Indonesia yang kurang fit di gim ketiga membuat keduanya gagal kembali mengontrol permainan seperti pada gim kedua.

 

Selain kalah cerdik dalam hal strategi urutan bertanding, para arsitektur tim Indonesia juga dinilai kurang sigap dalam menganalisa kekuatan lawan. Duet Saralee/Kunchala yang menjadi kunci kemenangan tim Thailand pada turnamen beregu Sea Games yang lalu ternyata tidak diantisipasi dengan maksimal dengan belajar pada kegagalan tim putri pada ‘event’ sebelumnya.

 

Seolah mengulang kesalahan yang sama, duet Vita/Liliyana yang kala itu diramu kembali secara dadakan kembali tersaji pada skenario pertandingan kali ini dengan menyandingkan Liliyana/Meli yang belum pernah bertanding di turnamen internasional sebelumnya untuk menghadapi lawan yang sama, Saralee/Kunchala. Tidak adanya terobosan yang baru dalam mengantisipasi permainan duo senior Thailand ini membuat Liliyana/Meli hanya mampu mengimbangi Saralee/Kunchala di gim pertama. Meskipun sempat mengubah pola permainan di gim kedua hingga nyaris membuka peluang rubber saat kedudukan 19-15, kesolidan pasangan Thailand akhirnya mengubur impian Indonesia untuk menjadi juara grup, 21-18, 21-19.

 

Di pertandingan yang sudah tidak menentukan lagi, sang ganda pertama, Savitree/Sapsiree akhirnya baru dimainkan menghadapi Anneke/Nitya. Namun Thailand yang sudah unggul 3-1 memutuskan untuk mundur dan fokus kepada pertandingan perempatfinalnya besok saat menentang tim Uber Malaysia. Seandainya saja manajer tim Uber Indonesia mampu berpikir lebih cerdik dalam mengatur strategi pertandingan dan Indonesia mampu memetik kemenangan 2-0 dari tunggal pertama dan ganda pertama, tentunya laga di tiga partai lainnya tidak akan menjadi lebih terbebani.

 

Hasil ini membuat nasib tim Uber Indonesia berada di ujung tanduk dan hanya puas sebagai runner up grup Y. Sementara itu di grup W, China yang memetik kemenangan 4-1 atas Malaysia dan 5-0 atas India, akan menjadi lawan tangguh Indonesia di babak perempatfinal. Meskipun peluang untuk menang atas China cukup kecil, harapan untuk melaju akhirnya akan bertumpu pada peringkat ke-5 yang pada nantinya akan memprebutkan satu tiket dengan peringkat 4 dari benua Eropa.

 

Sementara itu Thailand sebagai juara grup akan menghadapi jalan yang jauh lebih mudah yaitu tim Uber Malaysia setelah tim negeri jiran tersebut menyingkirkan India dalam laga super ketat 3-2 kemarin.

 

Tim Uber Taiwan yang memiliki kekuatan cukup merata setelah mencuatnya dua tunggal mereka, Cheng Shao Chieh dan Tai Tzu Ying berhasil menjadi juara grup X dengan menjungkalkan Vietnam 5-0 dan Singapura 4-1. Satu-satunya kekalahan Taiwan diderita oleh duet senior Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin atas wakil Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari, 16-21, 12-21. Kemangan Singapura atas Vietnam 5-0 membuatnya berhak melaju ke babak perempatfinal untuk menantang juara grup Z, Jepang.

 

Jepang sukses menempati podium atas grup setelah menekuk Macau 5-0 dan Hongkong 4-1. Satu-satunya angka kemenangan Hongkong diraih Yip Pui Yin atas tunggal nomor satu Jepang, Sayaka Sato, 22-20, 21-18. Keberhasilan tim Uber Hongkong mengalahkan Macau 5-0 membuat mereka sukses menempati runner up grup dan akan berhadapan dengan Taiwan sebagai juara grup X di laga perempatfinal.

 

 Menang Tipis Dari India, Tantang Korea

 

Jika tim srikandi Indonesia harus berjibaku menghadapi tim Uber  China, maka tim Thomas juga akan melewati jalan yang tidak mudah. Kemenangan tipis 3-2 atas tim Thomas India membuat merah putih bertengger pada peringkat atas grup B. Disusul oleh India di peringkat kedua setelah mengakahkan tim Singapura, 3-2. Dalam perebutan peringkat 3 dan 4 grup B, Singapura berhasil mengalahkan Macau 5-0 sehingga berhak menempati posisi ke-3 grup B.

 

Hasil yang kurang memuaskan justru diukir oleh tim Korea yang harus puas di peringkat kedua setelah di tekuk oleh Malaysia, 2-3 di grup D. Absennya dua pilar utama negeri ginseng, Park Sung Hwang  di sektor tunggal dan Jung Jae Sung di nomor ganda menyebabkan Korea hanya mampu meraih poin di nomor tunggal kedua dan ketiga, Shon Wan Ho dan Hong Ji Hoon.

 

Wan Ho memetik kemenangan atas Hafiz Hashim, 24-22, 21-16 sedangkan Ji Hoon menang atas Arif Abdul Latif, 21-17, 21-15. Dua ganda andalan Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dan Lee Yong Dae yang dikolaborasikan dengan Shin Baek Cheol, gagal menghadang wakil negeri jiran, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan Lim Khim Wah/Goh V Shem.

 

Koo/Yoo menyerah 14-21, 19-21 sedangkan Lee/Shin sempat memaksakan rubber sebelum akhirnya kandas, 14-21, 19-21. Lee Hyun Il yang menjadi tulang punggung sektor tunggal Korea juga memetik kekalahan dari Lee Chong Wei, 13-21, 15-21.

 

Kemenangan Malaysia atas Korea membuat tim Thomas Malaysia sukses menduduki peringkat teratas grup D dan akan menantang runner up grup B yaitu India sedangkan Indonesia yang menjadi raja di grup B akan berjibaku menghadapi Korea. Sedangkan Hongkong harus puas berada di peringkat ke-3 karena mengalami kekalahan telak 0-5 atas Korea di laga sebelumnya.

 

Sementara itu di grup A, China yang hadir tanpa dilengkapi oleh dua wakil terbaiknya, Lin Dan dan F Haifeng/Cai Yun tetap berhasil menjadi yang terbaik meskipun harus kehilangan satu poin ketika menghadapi Vietnam. Nguyen Tien Minh mampu menundukkan Chen Long di laga hari pertama, 21-15, 21-12. Di hari kedua, Nguyen kembali menjadi pahlawan Vietnam dengan mencuri satu poin atas Taiwan namun karena tidak meratanya kekuatan di nomor lainnya membuat Vietnam harus puas berada di juru kunci ketika takluk 1-4 atas Taiwan.

 

Meskipun menderita kekalahan telak atas China, 0-5, Taiwan tetap menempati peringkat kedua dan  melaju ke perempatfinal untuk menantang juara grup C, Jepang. Dalam perebutan peringkat teratas grup, Jepang sukses meungguli Thailand 4-1 dan hanya kehilangan satu poin dari sektor ganda ketika Noriyasu Hiratas/Hirokatsu Hashimoto gagal mengatasi perlawanan ganda muda Thailand, Maneepong Jongjit/Bodin Issara, 19-21, 19-21.

 

Dua negara peserta lainnya, Sri Lanka dan Kazakhstan hanya mampu menempati posisi ketiga dan keempat setelah mengalami kekalahan telak 0-5 atas Jepang dan Thailand. Namun kompisis pemain Sri Lanka yang lebih baik membuat negera tersebut mampu mencukur Kazakhstan 5-0 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: