Bulutangkismania's Weblog

Februari 17, 2012

Results Quarterfinal TUC 2012 Preliminary Asia : Thomas Nyaris Terjungkal, Uber Bidik Peringkat 5

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 4:21 am
Tags: , , , , , ,

Masalah klasik mental bertanding di poin kritis kembali nyaris menjadi batu sandungan bagi kubu putra Indonesia sehingga harus kehilangan dua angka pertama dari Korea. Sedangkan tim Uber yang menelan kekalahan dari China harus berkompetisi ulang dengan 3 negara runner up lainnya untuk memperebutkan posisi 5 hingga 8.

 

Ahsan/Bona yang sempat unggul 20-17 di gim kedua setelah menutup set pertama 21-18 di luar dugaan justru gagal mengontrol emosi yang membuat keadaan berbalik bagi tim Thomas Korea. Kesalahan beruntun dari buah ketidaksabaran ganda merah putih menguntungkan pasangan ganda pertama Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong dengan mengoleksi 5 poin beruntun. Meskipun Ahsan/Bona sempat mencoba bangkit di titik-titik krusial gim ketiga, Ko/Yoo yang sudah berada di atas angin lebih mampu bermain tenang dengan kembali mengunci Ahsan/Bona, 21-19.

 

Di partai pertama, Indonesia sudah kehilangan satu poin lebih dulu ketika tunggal pertama, Simon Santoso gagal mengatasi perlawanan Lee Hyun Il dan menyerah 21-14, 15-21, 16-21. Meskipun harus semangat para duta bulutangkis Indonesia sudah menjalar sejak partai pertama namun sayangnya tidak dilengkapi dengan kesabaran untuk bermain ulet dan mencari momentum yang paling baik untuk balik menyerang.

 

Dalam kondisi yang tertinggal dan paling menentukan, Taufik Hidayat akhirnya menjadi pahlawan pertama yang memperpanjang nafas Indonesia ketika sukses meraih kemenangan atas wakil Korea, Shon Wan Ho, 21-11, 21-15. Publik Indonesia kembali dibuat ketar ketir saat ganda ke-2, Markis/Hendra kehilangan set pertama 19-21 atas kolaborasi dadakan Korea, Lee Yong Dae/Shin Baek Cheol. Beruntung di dua gim berikutnya duo peraih emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut mampu tampil lebih konsisten dan merebut kemenangan 21-17, 21-17.

 

Di partai terakhir yang paling menentukan, Tommy Sugiarto pun yang di atas kertas lebih baik dari tunggal Korea, Hong Ji Hoon sempat kehilangan fokus bertanding dan menyerah 16-21 di gim perta,a setelah sebelumnya menang telak, 21-7. Beruntung di set ketiga Tommy berhasil kembali fokus dengan ritme permainannya sehingga mampu unggul 21-8.

 

Berhasil melewati hadangan Korea dengan susah payah, Indonesia kembali dihadapkan lawan tangguh (China, red) di babak semifinal meskipun tiket putaran final Piala Thomas bulan Mei mendatang sudah berada dalam genggaman.

Pada lapangan yang berbeda, Malaysia tanpa menyeka banyak keringat langsung mencukur tim Thomas India dengan skor telak, 3-0. Meskipun sempat mendapatkan perlawanan di ganda pertama saat Koo/Tan menantang duet Rupesh/Sanave dan Hafiz Hashim yang harus bermain rubber sebelum akhirnya unggul 21-17, 18-21, 21-11 atas Kashyap Parupalli, tim negeri jiran yang tampil dengan formas terbaiknya usai menyingkirkan Korea di laga sebelumnya kali ini kembali sukses mempertahankan konsistensinya.

 

Di laga perempatfinal lainnya yang sudah berlangsung tadi pagi, tim Thomas China dan Jepang sudah lebih dulu sukses melenggang ke-4 besar sekaligus memastikan tempatnya di Wuhan dengan mendepak lawan-lawan mereka 3-0. China merebut kemenangan atas Thailand sedangkan Jepang mengubur impian Taiwan dengan skor yang sama.

 

Di babak semifinal, tim Thomas China akan menantang Indonesia sedangkan Jepang akan menjajal kekuatan Malaysia. Sementara itu empat negara runner up, Korea, India, Taiwan dan Thailand akan saling memperebutkan posisi 5 hingga 8 yang sekaligus menjadi penentu quota bagi utusan Asia di babak final bulan Mei mendatang.

 

Uber Targetkan Peringkat Lima

 

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, kekalahan atas Thailand di babak penyisihan grup akan menyulitkan tim Uber Indonesia untuk melenggang ke babak semifinal yang sekaligus mengamankan tiket final Uber Cup bulan Mei mendatang. Meskipun tidak turun dengan kekuatan terbaiknya, para pebulutangkis tim China masih terlalu tangguh untuk wakil srikandi Indonesia dalam membuat sebuah kejutan.

 

Semangat yang luar biasa dari seorang Adriyanti Firdasari usai mengalahkan wakil Thailand, Ratchanok Inthanon di babak sebelumnya masih tetap berkibar hingga titik nadhir gim pertama ketika menantang wakil negeri tirai bambu, Jiang Yanjiao hingga memetik kemenangan 22-20. Namun seiring dengan meredupnya stamina Firda di dua set berikutnya, Jiang yang sudah menemukan pola permainan terbaiknya tanpa ampun mengontrol penuh jalannya pertandingan dengan membukukan kemenangan telak, 21-8, 21-9.

 

Seolah-olah ingin menebus kesalahan di babak sebelumnya, formasi peringkat terbaik tim Uber Indonesia juga tersaji di nomor ganda. Meskipun tidak yakin dengan membaiknya performa Greysia/Meli, duet ini kembali diutus sebagai ganda pertama karena memiliki ranking yang lebih baik atas Anneke/Nitya. Namun harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan ketika Greysia/Meli takluk kurang dari 30 menit atas Tian Qing/Zhao Yunlei, 9-21, 7-21.

 

Meskipun menjadi tumpuan harapan terakhir kubu Indonesia, Maria Febe sebagai tunggal kedua ternyata justru mampu tampil lepas dan meladeni permainan Li Xuerui. Meskipun terlihat kalah kelas, Febe terlihat mencoba mengimbangi Xuerui sebelum menyerah 14-21, 17-21.

 

Kekalahan ini membuat target tim Uber Indonesia beralih dengan membidik peringkat ke-5 sehingga tetap membuka peluang untuk melenggang ke Wuhan apabila secara ranking pemain berada di atas peringkat ke-4 benua Eropa yang saat ini juga tengah mengadakan kualifikasi wakil Eropa di Amsterdam, Belanda.

 

Selain Indonesia, nominasi lainnya yang juga sama-sama akan memperebutkan posisi 5 hingga 8 adalah Malaysia, Hongkong dan Singapura. Ketiga negara tersebut juga sama-sama mengalami kekalahan sehingga tersingkir dari babak semifinal dan harus berjibaku di babak playoff.

 

Thailand dengan mengunakana formasi dan skenario yang sama seperi saat menjungkalkan Indonesia di pertandingan kemarin, kali ini menundukkan Malaysia dengan skor telak, 3-0 sementara itu dua tiket semifinal sudah lebih dulu di koleksi oleh Jepang dan Taiwan setelah masing-masing menundukkan Singapura dan Hongkong.

 

Tim putri negeri matahari terbit langsung menekuk tim Uber Singapura 3-0 untuk menyusul tim Thomas mereka ke semifinal sedangkan Taiwan dengan komposisi pemain yang relatif merata hanya kehilangan satu poin atas Hongkong untuk kemudian berbalik unggul 3-1. Yip Pui Yin kembali menjadi satu-satunya penyumbang poin bagi Hongkong setelah mengalahkan Cheng Shao Chieh, 21-14, 21-16.

 

Babak final akhirnya diperebutkan antara China dan Taiwan serta Jepang yang akan menjajal kekuatan baru sektor putri Asia Tenggara, Thailand. Para srikandi merah putih sendiri memulai perebutan tempat ke-5 hingga 8 dengan menantang Singapura.

 

“Lawan paling berat Singapura dan Hongkong. Gu Juan dan Fu Mingtian (tunggal Singapura, red) harus diwasapadai,” ungkap tunggal Indonesia, Adriyanti Firdasari (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: