Bulutangkismania's Weblog

Maret 10, 2012

Road To Quarterfinal All England Open SS Premier 2012 : Putri Tak Bersisa, Putra Buat Kejutan

Hasil kontras yang diraih oleh tim putri dan putra menyiratkan bahwa Indonesia masih menyisakan tugas yang belum selesai untuk bisa sejajar dengan negara-negara elit bulutangkis dunia lainnya. Dua wakil srikandi Indonesia yang lolos ke babak utama, Maria Febe dan Adriyanti Firdasari sempat memberikan perlawanan yang alot meskipun akhirnya harus gugur. Sementara itu Taufik dan Hayom membuat kejutan dengan melibas para pemain unggulan.

 

Harus diakui bahwa motivasi bertanding para pemain putri Indonesia kian membaik di beberapa turnamen terakhir meskipun pada akhirnya belum meraih hasil yang diharapkan. Maria Febe yang sukses melewati rintangan kualifikasi mampu meloloskan diri ke babak 16 dengan menekuk tunggal teratas Singapura, Gu Juan, 21-19, 21-9. Namun sayangnya usaha keras Febe ini belum mampu menyaingi keluwesan tunggal ke-5 China, Li Xuerui ketika dipaksa menyerah 11-21, 19-21. Meskipun kalah dari sisi serangan, beberapa kali penempatan bola-bola Feba yang akurat mampu menyulitkan Xuerui dan beberapa kali sempat mempertipis selisih poin kedua pemain.

 

Usaha keras juga diperlihatkan oleh Firdasari di babak pertama saat menghadang pebulutangkis Jepang, Eriko Hirose. Membukukan kemenangan 21-17 di gim pertama, Firda seolah-olah melepas peluang gim kedua ketika Eriko berhasil menemukan ritme permainannya dan memaksa rubber gim, 21-8.

 

Meskipun mampu mengurangi kesalahan sendiri seperti yang terjadi pada gim kedua, penampilan agresif Firda di gim ketiga mampu mendominasi jalannya pertandingan hingga kedudukan 16-13. Sayangnya performa Firda yang menurun berbalik menjadi bumerang dan menguntungkan Eriko dengan mengoleksi 7 poin beruntun yang membuatnya unggul 20-16 dan akhirnya membuyarkan impian Firda, 19-21.

 

Sementara itu harapan merah putih lainnya, Lindaweni sudah lebih dulu tumbang di laga kualifikasi saat menghadapi wakil India, Sindhu P.V, 14-21, 18-21.

 

Perjuangan keras juga ditunjukkan oleh wakil Kanada, Michelle Li ketika menantang wakil Chian Liu Xin. Meskipun akhirnya kalah, Michelle mampu memaksa Liu Xin bermain rubber, 22-24, 21-19, 11-21. Hasil serupa juga diukir oleh Linda Zechiri ketika mampu mencuri satu set atas Li Xuerui (7), 21-8, 4-21, 10-21.

 

Dua kemenangan Cheng Shao Chieh atas tunggal China, Wang Shixian (2) di pertemuan sebelumnya tak mampu diperpanjang ketika anak asuhan Zhang Ning tersebut tampil lebih baik dan berhasil membalaskan kekalahannya, 21-9, 21-15. Namun hasil berkebalikan justru diukir oleh unggulan ke-2, Wang Xin ketika menelan kekalahan telak atas Sung Ji Hyun, 8-21, 13-21, sekaligus merupakan kejutan terbesar yang terjadi di sektor tunggal pada laga hari pertama.

 

Sementara itu pada hari kedua, giliran Tai Tzu Ying yang membuat kejutan dengan mendepak wakil Jerman, Juliane Schenk (8), 12-21, 11-21. Sedangkan Sung Ji Hyun yang berjuang keras menundukkan Wang Xin di laga sebelumnya, kembali bermain rubber atas wakil Thailand, Ratchanok Inthanon, 17-21, 24-22, 21-15. Di laga selanjutnya, duel sesama kuda hitam Sung Ji Hyun dan Tai Tzu Ying akan menjadi tontonan menarik untuk disimak jika kedua pemain ini mampu menyajikan performa terbaik mereka.

 

Simon Tumbang, Taufik & Hayom Ukir Kejutan

 

Diantara empat wakil tunggal putra Indonesia yang dikirim ke turnamen ini, hanya dua diantaranya yang mampu melenggang ke babak delapan besar. Simon yang pekan lalu tampil sebagai runner up kali ini justru tersungkur lebih dini. Sementara itu Taufik dan Hayom sukses meraih tiket perempatfinal dengan membungkam para unggulan.

 

Kekalahan 3 set Simon Santoso atas tunggal Denmark, Hans Kristian Vittinghus, 14-21, 21-8, 7-21 sempat membuat pesimis peluang sektor ini untuk menyumbang terciptanya kejutan di laga-laga berikutnya. Namun hal tersebut terbantahkan ketika Hayom Rumbaka mampu melaju kebabak kedua dengan mendepak tunggal ke-4 China, Du Pengyu, 21-16, 15-21, 21-19.

 

Di babak kedua, Hayom kembali membuat kejutan dengan menjungkalkan unggulan ke-6 asal Jepang, Sho Sasaki, 21-17, 21-17 untuk melaju ke babak delapan besar.

 

“Dari awal Sasaki terlihat tidak nyaman dengan pola permainan yang saya terapkan. Tadi saya mencoba bermain serang dengan tempo yang cepat, saya tidak ingin mengikuti pola permainan dia” ungkap Hayom.

 

Hasil gemilang juga diukir oleh pebulutangkis senior Indonesia, Taufik Hidayat. Taufik yang memang memiliki motivasi tinggi untuk mengantongi gelar All England Open sebagai satu-satunya mahkota yang belum pernah dimiliki sepanjang perjalanan karir bulutangkisnya mampu lolos ke babak delapan besar dengan mengalahkan wakil China, Chen Jin (5) setelah sebelumnya memetik kemenangan dari tunggal Guatemala, Kevin Cordon, 25-23, 21-17.

 

Menghadapi tunggal ke-3 China yang berambisi untuk lolos ke Olimpiade London 2012 tersebut, Taufik yang didukung penuh oleh para penonton yang memadati National Indoor Arena tampil dominan sejak gim pertama meskipun sempat goyah pada poin-poin kritis gim pertama. Keuletan dan motivasi yang cukup tinggi mambuatnya mampu menjinakkan Chen Jin, 21-19.

 

Perguliran poin di gim kedua menjadi lebih ketat namun Taufik masih tetap mampu menguasai jalannya pertandingan dan memimpin hingga 20-17. Meskipun nyaris tersamakan, Taufik dengan ketenangannya kembali mampu menutup gim kedua lebih dulu, 21-19 dan membuyarkan impian Chen Jin.

 

“Saya termotivasi untuk bisa berlaga di Olimpiade London, jadi saya harus tampil lebih baik untuk mengumpulkan poin. Hari ini saya bermain cukup baik dan mampu mengendalikan Chen Jin. Penampilan tahun ini cukup baik jika dibandingkan tahun lalu yang menurun” kata Taufik usai pertandingan.

 

“Saya tidak ingin China mendominasi dan mengirimkan tiga pemainnya ke olimpiade. Apalagi Peter Gade kemarin sudah kalah, Chen Jin pasti ingin menang hari ini agar peringkatnya terus naik” ungkap Taufik.

 

Kesuksesan Taufik mengubur ambisi China untuk meloloskan tiga pemainnya juga terimbas dari kekalahan dini yang harus diderita oleh Peter Gade (4) ketika menghadapi wakil tuan rumah, Rajiv Ouseph di babak pertama. Dalam tempo 64 menit, Gade akhirnya menyerah 21-17, 16-21, 14-21.

 

Meskipun lolos ke babak delapan besar, lawan berat sudah menanti dua arjuna Indonesia ini. Hayom akan menantang unggulan teratas, Lee Chong Wei sedangkan Taufik harus berjibaku dengan unggulan ke-2, Lin Dan yang sama-sama berada di pool bawah.

 

Langkah Hayom dan Taufik sayangnya tidak diikuti oleh wakil merah putih lainnya, Tommy Sugiarto. Maskipun sempat memaksa unggulan ke-3 asal China, Chen Long bermain rubber setelah menang 21-18 di gim pertama dan tertinggal 16-21 pada gim kedua, Tommy akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan permainan karena cedera pada kuku kaki kanannya yang merupakan kambuhan setelah sebelumnya terjadi pada turnamen pekan lalu di Jerman.

 

Pemain muda lainnya yang juga tampil memukau di turnamen ini adalah tunggal Malaysia, Darren Liew. Membungkam tunggal nomor satu Thailand, Boonsak Ponsana, 21-19, 23-21, Darren akhirnya mengantongi tiket delapan besar dengan menjungkalkan sang penakluk Peter Gade, Rajiv Ouseph, 21-15, 21-10 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: