Bulutangkismania's Weblog

Mei 25, 2012

Results Semifinal Round TUC Finals 2012 : Korea Tantang China Di Laga Pamungkas

Image

Ulangan babak final TUC 2010 yang lalu antara China dan Korea Selatan akhirnya akan kembali terurai setelah kedua negara sukses meloloskan diri ke laga pamungkas. Korea Selatan berhasil menggasak Jepang sedangkan China mencatat kemenangan telak atas Tim Uber Thailand.

 

Tidak seperti pada pertandingan sebelumnya di perempatfinal, Tim Uber Korea Selatan kali ini tanpa banyak kesulitan sukses menundukkan Jepang dengan skor telak 3-0. Sung Ji Hyun kembali memetik angka kemenangan pertama bagi Korea setelah menghempas tunggal pertama Jepang, Sayaka Sato. Defense Ji Hyun yang lebih baik membuatnya mampu mengembalikan smash-smash keras yang dilancarkan oleh Sato. Bahkan tunggal peringkat 11 dunia ini mampu menganalisa kelemahan lawan dengan pegembalian bola-bola silang sehingga akhirnya menuai kemenangan, 21-15, 21-10.

 

Di partai kedua, permainan reli khas  ganda putri kembali tersaji antara andalan negeri ginseng, Ha Jung Eun/Kim Min Jung dan peringkat 4 dunia, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa. Bermain rubber gim selama 84 menit, duel ini akhirnya dimenangkan oleh pasangan Korea, Ha/Kim, 21-13, 17-21, 21-14. Penempatan bola-bola pendek pasangan Jepang di depan net pada gim kedua sempat membuat kerepotan ganda Korea sehingga harus memeras keringat lebih lama untuk memenangkan pertandingan.

 

Bae Youn Joo yang di pertandingan sebelumnya mencatat hasil buruk atas tunggal Taiwan, Pai Hsiao Ma, kali ini berhasil menebus kekalahannya dengan menghentikan perlawanan Eriko Hirose, 21-15, 21-17. Pengembalian boa-bola silang menjadi senjata ampuh Youn Joo untuk menaklukkan tunggal ke-3 negeri sakura tersebut selain karena beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Hirose. Kemenangan ini akhirnya mengantarkan Korea ke laga pamungkas dan berkesempatan untuk mengulang prestasi yang sama dua tahun yang lalu.

 

Pada laga semifinal lainnya, tuan rumah China akhirnya menghentikan mimpi para pebulutangkis putri Thailand yang tahun ini mencatat sejarah ke semifinal untuk yang pertama kalinya. Tunggal pertama China, Wang Yihan mengumpulkan poin pertama bagi China setelah melumpuhkan bintang muda sang negeri gajah putih, Ratchanok Inthanon. Namun tidak seperti pada pertandingan sebelumnya, kali ini tunggal peringkat satu dunia tersebut harus berjuang keras untuk mengalahkan pebulutangkis Thailand yang berusia 17 tahun tersebut.

 

Di gim pertama, Inthanon secara dramatis mampu mengejar ketertinggalannya dari skor 3-10 menjadai 14-15. Perubahan pola permainan Inthanon di paruh akhir gim pertama menjadi lebih agresif menyerang ternyata mampu menyulitkan Wang Yihan. Selain memiliki pertahanan yang cukup baik, variasi pengembalian bola-bola Inthanon dan pukulan overhead yang tidak terduga membuat kedudukan kedua pemain berlangsung imbang hingga 16-17 dan 18-19. Namun sayangnya di kedudukan kritis ini, Inthanon tidak mampu menekan permainan Yihan sehingga dipaksa menyerah, 18-21.

 

Pertarungan antara kedua pemain di gim kedua masih berlangsung seru dan imbang. Permainan cepat yang diperagakan oleh Yihan mampu diikuti dengan baik oleh Inthanon hingga kedudukan 13-14. Meskipun kontrol permainan masih tetap dikendalikan oleh Yihan, permainan taktis Inthanon membuat Yihan harus bekerja ekstra keras untuk meraih poin demi poin.

 

Memasuki paruh akhir gim kedua, Yihan akhirnya menemukan kelemahan Inthanon berupa pengembalian backhand yang kurang sempurna. Selain itu, penurunan fisik Inthanon setelah bermain cepat di gim pertama membuat bola-bola penembaliannya menjadi tidak akurat. Tertinggal 14-18, Inthanon akhirnya kembali menyerah 15-21.

 

Duet Yu Yang/Wang Xiaoli kembali tampil di partai kedua untuk menjajal ketangguhan duo Thailand, Duananong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul. Gim pertama berlangsung cukup cepat tanpa ada reli-reli panjang. Pasangan Thailand langsung kesulitan untuk membendung tekanan yang dilancarkan oleh Yu/Wang sejak awal gim melalui bola-bola drive cepat, lob serang dan smash-smash yang akurat.

 

Duanganong/Kunchala yang tidak mampu mengembangkan permainan mereka hanya berusaha tampil defensif sehingga mempermudah ganda China untuk mengoleksi poin demi poin meskipun beberapa kali Yu/Wang sempat melakukan kesalahan sendiri. Tak mampu berbuat banyak, Thailand akhirnya menyerah 16-21 di gim pertama.

 

Setelah tertinggal 7-13 pada paruh akhir gim kedua, pertahanan ganda Thailand sempat membaik dan berusaha untuk balik menyerang. Reli-reli panjang pun sempat terjadi. Namun penyelesaian yang kurang sempurna dari Duanganong/Kunchala setelah berjibaku cukup lama membuat pasangan China kembali berhasil mematahkan pengembalian ganda Thailand. Memanfaatkan mementum ini, Yu/Wang akhirnya kembali mengantongi kemenangan 21-12.

 

Wang Xin yang turun di partai ketiga melengkapi kejayaan Tim Uber China atas Thailand menjadi 3-0. Menghadapi tunggal kedua negeri gajah putih tersebut, Wang Xin harus berjuang keras di gim pertama ketika Porntip mampu mengimbangi permainan cepat yang diperagakan oleh Wang. Bahkan beberapa kali Porntip mampu membalikkan serangan Wang Xin dengan smash-smash tak terduga sehingga skor akhirnya tersamakan di angka 14. Beberapa pengembalian Porntip yang kurang matang memudahkan Wang untuk kembali unggul 18-16 untuk kemudian menamatkan gim ini lebih dulu, 21-17.

 

Tidak seperti pada gim pertama, performa Porntip menurun drastis pada set kedua. Bukan hanya tidak mampu mengimbangi pola permainan cepat Wang Xin, bola-bola  pengambalian Porntip yang tidak sempurna senantiasa menjadi senjata makan tuan yang akhirnya menulitkan diri sendiri. Penempatan bola yang akurat di sudut lapangan serta tekanan beruntun yang di gulirkan oleh Wang Xin melalui smash-smash dan drop shot nya membuat Porntip kehilangan akal untuk membendung perlawanan Wang Xin sehingga terpaksa menyerah dengan skor telak, 2-21.

 

Kesuksesan Tim Uber China menggunduli Thailand 3-0 tidak hanya ditonton langsung oleh para pemain putra namun juga sebagian besar para petinggi Asosiasi Bulutangkis China. Sementara itu Tim Thomas sendiri baru akan bertanding besok (25/05/12) menghadapi Jepang di laga semifinal (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: