Bulutangkismania's Weblog

Juni 18, 2012

Final Results Indonesia Open SS Premier 2012 : Thailand Catat Sejarah

Satu gelar tambahan lainnya yang di prediksi kuat akan dikoleksi oleh Indonesia ternyata harus jatuh ke tangan Thailand. Hal ini sekaligus mempertegas bukti perkembangan pesat bulutangkis di negeri gajah putih tersebut. Dua gelar ganda lainnya berhasil direbut oleh Korea Selatan dan China.

 

Sepanjang perhelatan turnamen Indonesia Open yang dimulai 30 tahun lalu, belum ada satupun pebulutangkis Thailand yang mampu menorehkan namanya sebagai kampiun di turnamen ini. Fakta itu akhirnya terbantahkan pada hari ini saat duet senior negeri gajah putih tersebut, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam yang tampil konsisten sejak babak pertama tidak hanya mampu membuat kejutan dengan melibas tiga ganda unggulan, tapi juga berhasil naik podium sebagai yang terbaik di turnamen ini.

 

Menghadapi andalan Indonesia Tontowi/Liliyana (ToLyn-red) di hadapan publiknya sendiri, Sudket/Saralee sama sekali tidak gentar dan berhasil mempertahankan dominasinya seperti pada babak-babak sebelumnya. Membuka kesuksesan dengan mendepak unggulan ke-8 asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak kedua, Sudket/Saralee berhasil mendapatkan momentum terbesarnya saat menjungkalkan unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei di laga perempatfinal.

 

Sebelum mendepak ToLyn di laga puncak hari ini, pasangan Thailand kembali membuktikan permainan cemerlang mereka dengan menekuk ganda Korea, Ko Sung Hyun/Eom Hye Won. Padahal di babak sebelumnya, Ko/Eom mampu mengalahkan wakil terbaik Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

 

Permainan cepat Sudket/Saralee di babak pertama tidak mampu diimbangi oleh ToLyn yang senantiasa berada dalam posisi tertekan. Tidak hanya unggul dalam serobotan bola-bola cepat di depan net, penempatan bola-bola pasangan Thailand yang akurat mampu mengacak pertahanan ToLyn sehingga memaksa ganda merah putih untuk menyerah, 17-21.

 

Kesolidan pasangan Thailand dan pola cepat yang mereka peragakan di gim pertama sempat mengendur di set kedua. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Sudket/Saralee membuat ToLyn akhirnya bangkit dan berbalik unggul 21-17. Sayangnya di gim ketiga performa ToLyn kembali menurun dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Tontowi membuat posisi Indonesia kembali tertinggal jauh 6-13 dan 11-17. Mencoba untuk terus menekan dan bermain taktis dengan bola-bola cepat, pasangan Thailand akhirnya tak terkejar dan menamatkan gim ketiga, 21-13.

 

“Mereka bermain bagus hari ini dan dalam kondisi pucak setelah kemarin menang dari Zhang Nan/Zhao Yunlei,” urai Liliyana saat jumpa pers.

 

“Kami sudah berusaha maksimal dan penonton juga memberikan semangat yang luar biasa. Tapi hasilnya memang harus kalah,” lanjut Liliyana yang tahun sebelumnya juga harus puas di posisi runner up.

 

Sementara itu Sudket sendiri mengakui pertandingan final ini merupakan yang terberat di turnamen ini. “Pemain Indonesia jauh lebih sulit dari China. Skill mereka cukup bagus, sedangkan China hanya kuat dan cepat saja.”

 

Edisi Lima Negara

 

Tidak seperti pada tahun sebelumnya yang dimonopoli oleh para pebulutangkis negeri tirai bambu, tahun ini kelima gelar yang ada terbagi secara merata pada 5 negara yang berbeda. Namun meskipun mengulang sejarah tahun 2010, kali ini Indonesia beruntung dapat menjadi bagian dari salah satu diantara kelima negara tersebut.

 

Meskipun China turun dengan kekuatan terbaiknya di tiga sektor namun tahun ini sang negeri tirai bambu tersebut gagal mempertahankan dominasinya seperti pada edisi sebelumnya. Kedigjayaan China hanya terlihat di nomor ganda putri sedangkan di sektor tunggal Saina Nehwal yang akhirnya menjadi juara dan Sung Ji Hyun asal Korea Selatan berhasil mematahkan ambisi para pemain China.

 

Simon Santoso sukses memanfaatkan absennya dua tunggal terbaik dunia (Lee Chong Wei dan Lin Dan-red) dan kekalahan dini Chen Long dan Chen Jin untuk menundukkan Du Pengyu di laga pamungkas dan akhirnya menjadi yang terbaik di turnamen ini. Duo Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae berhasil mengulang prestasi mereka tiga tahun sebelumnya dan meninggalkan Denmark sebagai satu-satunya finalis yang harus pulang tanpa gelar di turnamen ini.

 

Kejayaan Wang Xiaoli/Yu Yang (1) sebagai peringkat satu dunia kembali ditunjukkan dengan menaklukkan kompatriotnya, Tian Qing/Zhao Yunlei (2), 17-21, 21-9, 21-16. Meskipun kedua pasangan China ini sempat bermain setengah hati di dua gim pertama, pertarungan yang sebenarnya antara tandem teratas negeri tirai bambu ini tersaji seru di gim ketiga saat terjadi reli-reli panjang antara kedua pasangan.

 

Gelar di sektor ganda putra akhirnya direbut unggulan ke-2, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang menaklukkan ganda terkuat Eropa asal Denamrk, Mathias Boe/Carsten Mogensen (3). Dalam laga 76 menit tersebut, Jung/Lee sebenarnya lebih mendominasi pertandingan dengan permainan drive-drive cepat dan permainan netting yang sempurna. Meskipun sempat tertinggal lebih dulu 7-11 dan 10-15, Jung/Lee yang tampil solid mampu bangkit dan menamatkan gim ini 23-21.

 

Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Jung/Lee di poin-poin akhir gim kedua memberikan kesempatan kepada Mathias/Carsten untuk mengembangkan permainan mereka dan memaksakan rubber gim, 21-19. Tidak mau mengulang kesalahan di gim kedua, Jung/Lee berusaha untuk tampil konsisten membendung pertahanan keduanya dari smash-smash keras ganda Denmark untuk kemudian balik menyerang. Memimpin dengan 10-3 dan 17-6, Jung/Lee terus meluncur dan tak tersentuh hingga memastikan kemenangan 21-11.

 

“Gim kedua lebih santai, tapi ternyata Denmark bermain lebih bagus sehingga kami akhirnya kalah,” urai Jae Sung perihal gim kedua.

 

Sementara itu Mogensen mengaku sempat kecewa setelah kekalahan yang mereka alami di gim pertama. “Harusnya set pertama bisa menang sehingga membuat kami lebih percaya diri. Tapi ternyata kami kalah. Untungnya bisa mengambil gim kedua. Sayangnya kami terlalu banyak melakukan kesalahan di gim ketiga, mereka jadi semakin percaya diri,” ungkap Mogensen (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: