Bulutangkismania's Weblog

Agustus 3, 2012

Results Day 6 Badminton Olympics 2012 : Saina Dikepung China, Hyun Il Buat Kejutan

Empat tahun yang lalu, tunggal Indonesia Maria Kristin Yulianti berhasil mensejajarkan diri dengan tiga tunggal China lainnya, Zhang Ning, Xie Xingfang dan Lu Lan di laga empat besar. Komposisi yang sama terjadi lagi pada tahun ini ketika Saina Nehwal menjadi satu-satunya wakil non China yang berhasil meloloskan diri ke babak semifinal dan mencoba untuk merobohkan kokohnya tembok China tersebut.

 

Apabila pada momentum Olimpiade Beijing 2008 harapan merah putih Maria Kristin Yulianti berhasil mencuri medali perunggu dan mematahkan ambisi trio China untuk menyapu bersih medali yang ada, tugas itu kali ini harus diemban oleh pebulutangkis India, Saina Nehwal (4). Hasil cemerlang yang diukir oleh Saina dalam beberapa turnamen terakahir, salah satunya menjuarai turnamen Indonesia Open SS Permier 2012 dengan membungkam Li Xuerui, memang membuatnya paling layak menjadi nominasi unggulan untuk mematahkan dominasi para pebulutangkis putri China.

 

Saina sukses menaklukkan tunggal Eropa, Tine Baun (5) di babak delapan besar dengan membukukan kemenangan 21-15, 22-20. Dalam laga 39 menit tersebut, tunggal India yang sempat diasuh oleh Atik Djauhari ini sukses membuat sejarah bagi negaranya sebagai pebulutangkis India pertama yang sukses melenggang ke babak empat besar Olimpiade.

 

Di gim pertama, permainan taktis Saina membuatnya unggul atas Tine 11-7 pada jeda interval. Tidak hanya unggul dari serangan, penempatan bola Saina juga membuatnya unggul 20-12. Namun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Saina membuatnya harus merelakan tiga poin untuk Tine sebelum menutup gim ini 21-15 karena smash Tine yang gagal melewati net.

 

Paruh awal gim kedua menjadi milik Tine ketika tunggal Denmark tersebut mampu unggul 3-0, 10-7 dan 11-10 sebelum jeda interval. Saina mencoba untuk mengubah strategi permainannya dengan mengkombinasi penempatan bola di area baseline dan dropshot serta netting yang sempurna. Saina sukses menyamakan kedudukan di angka 15 namun strategi ini berhasil diantisipasi dengan baik oleh Tine dan membuatnya kembali unggul 20-15.

 

Smash-smash silang Saina yang senantiasa menjadi senjata andalan tunggal India ini mampu memperkecil selisih poin 18-20. Misjudgement Tine yang mengira bola Saina keluar namun ternyata dianggap masuk oleh hakim garis membuat kondisi kian genting bagi Tine. Efeknya, tiga kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Tine mengubur impiannya untuk melaju ke semifinal, 20-22. Teriakan ‘Jai Ho’ dan ‘India, India’ yang senantiasa terdengar pada pertandingan kali ini ikut menyuntik motivasi Saina untuk membukukan kemenangan.

 

Usai pertandingan, Tine mengakui bahwa kesalahan hakim garis di poin-poin kritis gim kedua berdampak besar pada kekalahannya pada hari ini. “Kesalahan seperti itu memang sering terjadi namun saat memasuki kondisi kritis, keputusan itu akan berakibat fatal sebagai penentu kemenangan atau kekalahan dan hari ini saya benar-benar merasakannya,” urai Tine.

 

Kekecewaan yang dirasakan oleh Tine karena kesalahan hakim garis ternyata juga dialami oleh Saina. “Dia mungkin hanya mendapatkannya sekali, sedangkan saya mengalami 5 bad calls di turnamen ini,” papar Saina.

 

Empat tahun yang lalu, ambisi tunggal India ini dipupuskan oleh pebulutangkis Indonesia Maria Kristin dan hingga saat ini memori itu masih tergambar jelas di ingatannya, “Kekalahan menyakitkan dan tidak akan pernah saya lupa namun saya sudah berhasil mengatasinya,” kenang Saina.

 

Di laga empat besar jumat ini (3/8/2012) Saina dijadwalkan akan bertemu dengan unggulan teratas Wang Yihan setelah pebulutangkis nomor satu dunia tersebut menyingkirkan veteran asal Taiwan, Cheng Shao Chieh, 21-14, 21-11.

 

Saat ditanya perihal peluangnya menghadapi tunggal China Saina mencoba untuk merendah, “Sangat sulit karena China merupakan lawan yang tangguh. Masing-masing kita akan berada di bawah tekanan untuk hasil terbaik tapi saya tidak akan memikirkan hal tersebut.”

 

Pada semifinal lainnya, akan saling berhadapan Wang Xin (2) dan Li Xuerui (3) untuk satu tempat di laga pamungkas. Xin berhasil mematahkan perlawanan Ratchanok Inthanon dengan memeras keringat tiga gim, 17-21, 21-18, 21-14 sedangkan Xuerui menghentikan kuda hitam asal Hongkong Yip Pui Yin, 12-21, 20-22.

 

Kejutan Hyun Il

 

Satu-satunya kejutan yang terjadi di sektor tunggal pada babak delapan besar berhasil dibukukan oleh wakil Korea Selatan, Lee Hyun Il (7). Menghadapi tunggal ke-3 China, Chen Jin (4), Hyun Il berhasil memupuskan ambisi sapu bersih medali oleh para pebulutangkis putra China. Dalam laga berdurasi satu jam tersebut, Hyun Il yang saat ini telah berusia 32 tahun sukses memetik kemenangan 15-21, 16-21 atas peraih mahkota Kejuaraan Dunia 2010 tersebut.

 

Di babak empat besar tantangan Hyun Il kembali akan datang dari pebulutangkis China lainnya, Lin Dan (2) yang harus berjibaku tiga gim untuk menghentikan Sho Sasaki (6), 21-12, 16-21, 21-16. Hyun Il yang sempat mengundurkan diri dari squad nasional Korea beberapa tahun lalu namun dipanggil masuk kembali karena ‘miskinnya’ pemain tunggal negeri ginseng tersebut di sektor ini.

 

“Kita tidak memiliki banyak pemain muda yang berpotensi di sektor tunggal. Kalaupun ada beberapa yang bagus, mereka lebih tertarik untuk bermain di sektor ganda,” ujar Hyun Il.

 

“Lin Dan masih menjadi yang terbaik saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan. Kemenangan tidak akan pernah mudah ketika harus berhadapan dengan dia,” papar tunggal Korea yang memutuskan untuk pensiun paska Olimpade London 2012 ini perihal peluangnya menghadapi Lin Dan.

 

Sementara itu pada pertandingan semifinal lainnya, unggulan teratas Lee Chong Wei akan berhadapan dengan Chen Long (3) untuk mengentaskan ambisinya meraih medali emas Olimpiade paska kekalahan tragis yang dialaminya pada babak final Olimpiade Beijing empat tahun yang lalu. Chong Wei melaju dengan mendepak Kashyap Parupalli, 21-19, 21-11 sedangkan Chen Long menundukkan veteran Denmark, Peter Gade (5), 21-16, 21-13 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: