Bulutangkismania's Weblog

Agustus 5, 2012

Results Day 8 Badminton Olympics 2012 : India Ulangi Prestasi Indonesia

Pebulu tangkis 22 tahun asal Hyderabad, Saina Nehwal berhasil mengalungi medali perunggu pada babak play-off setelah memetik kemenangan dari wakil China, Wang Xin (2). Tidak hanya sukses mendulang medali pertamanya di ajang Olimpiade, sukses ini juga merupakan sejarah medali pertama bagi India sepanjang perhelatan bulu tangkis di ajang Olimpiade. Hasil ini membuat Saina mampu mengulangi prestasi yang ditorehkan oleh Maria Kristin empat tahun lalu di Olimpiade Bejing.

 

Pebulutangkis India, Saina Nehwal (4) berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk India usai memetik kemenangan atas tunggal China, Wang Xin yang mengalami cedera lutut sehingga harus mundur dari pertandingan. Wang yang di gim pertama unggul 20-18 mendarat keras dengan lututnya setelah berusaha lakukan jumping smash untuk menutup gim pertama. Meskipun berhasil menang, Wang tidak bisa melanjutkan pertandingan saat kedudukan 1-0 di gim kedua karena rasa sakit yang dialaminya saat mencoba untuk berdiri.

 

“Saat ia minum dan meminta lapangan dipel, saya berpikir ia kekelahan,” ujar Saina tentang lawannya. “Ketika ia kemudian duduk saya tetap berpikir ia sangat lelah. Menyedihkan sekali ia harus mengalami hal seperti itu.”

 

Strategi yang digunakan oleh Saina untuk mengimbangi Wang Xin adalah dengan mengajak selama mungkin. Namun sayangnya di beberapa ksempatan Saina beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. “Saya berusaha untuk bermain reli dan mengulur poin karena dia berusaha untuk mendapatkan poin secepat mungkin dengan tampil menekan,” ungkap Saina.

 

“Catatan Saina menghadapi Wang cukup bagus dan setelah mampu mengubah taktiknya, Saina berhasil membuat tunggal China berada dalam tekanan,” sang pelatih Pulela Gophichand ikut menambahkan.

 

“Memenangi medali perunggu Olimpiade tentu saja sangat luar biasa, karena saya sudah bekerja keras untuk itu. Saya gembira bisa melakukan hal ini bagi negara saya,” papar Saina.

 

“Saya rasa ini adalah impian setiap pemain. Saya menginginkan itu dan akhirnya mendapatkannya. Target selanjutnya adalah Olimpiade 2016. Saya akan bekerja keras untuk turnamen berikutnya,” lanjut Saina kemudian.

 

Dengan hasil ini Saina berhasil menjejaki prestasi yang diukir oleh pebulutangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti pada Olimpiade Beijing 2008 dengan satu perunggu setelah mengalahkan pebulutangkis China, Lu Lan, di babak play-off meskipun dari sisi performa Maria lebih unggul karena pada waktu itu sebagai pemain non unggulan Maria harus berjibaku menundukkan empat pemain putri papan atas dunia yaitu Juliane Schenk, Tine Baun dan Lu Lan serta termasuk Saina Nehwal di babak perempatfinal.

 

Sementara itu pada partai final antara sesama pemain China, duel akhirnya dimenangkan oleh Li Xuerui (3) melalui laga rubber gim, 21-15, 21-23, 21-17. Wang yang tahun lalu naik podium teratas Kejuaraan Dunia 2011 pada tempat yang sama sempat meneteskan air mata saat pembagian medali.

 

Dalam laga menghadapi Yihan, Xuerui sebenarnya mampu unggul jauh 15-8 dan 17-9 dengan pukulan-pukulan cepatnya di depan net pada gim pertama. Pada gim kedua, momentum juga sempat berpihak pada Xuerui yang unggul 20-19 dan 21-20. Namun mental tanding Yihan yang lebih baik dan ketenangannya menghadapi saat-saat kritis membuat Yihan mampu memperpanjang nafas hingga gim ketiga.

 

Saling mengejar angka juga terjadi pada gim ketiga. Wang sempat unggul 9-5 namun kegigihan Xuerui mampu meredam permainan Yihan sehingga unggulan teratas tersebut tidak memiliki kesempata untuk menyerang. Xuerui yang berbalik unggul 14-10 untuk kemudian tersamakan di angka 17. Keuletan Xuerui akhirnya menjadi kunci kemenangan tunggal 21 tahun ini di saat-saat kritis.

 

“Meraih emas ini adalah memonetum terbaik saya. Namun kejayaan ini bukan hanya milik saya sendiri, tapi juga tim,” ujar Xuerui.

 

“Bersama dengan rekan satu tim, kami tampil birilian dan memberikan pertandingan yang menarik bagi para penonton,” ungkap tunggal yang berprestasi mengejutkan selama tahun 2012 ini.

 

Xuerui yang menjadi pilihan di menit-menit terakhir penentuan tim Olimpiade bulutangkis China sempat kalah pamor dari tunggal China lainnya, Wang Shixian yang lebih dulu menanjak. Namun prestasinya sebagai finalis dalam 5 turnamen terakhir, 4 diantaranya merupakan juara termasuk saat mengalahkan Wang Yihan di turnamen All England SS Premier 2012 yang lalu membuat tunggal kelahiran Chongqing ini akhirnya terpilih mendampingi Wang Yihan dan Wang Xin (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: