Bulutangkismania's Weblog

Agustus 6, 2012

Results Day 9 Badminton Olympic s 2012 : Kali Kedua Sejarah Tertunda

Harapan publik Malaysia yang sepenuhnya berada di pundak tunggal peringkat dua dunia, Lee Chong Wei untuk mengukir sejarah emas bulu tangkis pertama bagi Malaysia akhirnya kembali harus tertunda. Menghadapi musuh yang sama seperti pada laga 4 tahun sebelumnya, Chong Wei harus menelan pil pahit justru di saat-saat poin kritis gim ketiga.

 

Empat tahun yang lalu dua pebulutangkis papan atas dunia ini juga berseteru di partai final untuk memperebutkan emas Olimpiade Beijing 2008. Kala itu, persiapan Lee Chong Wei belum sepenuhnya matang sedangkan Lin Dan begitu termotivasi untuk menang. Selain karena beratanding di kandang sendiri, final Olimpiade Beijing merupakan prestasi tertinggi yang pernah diukir sepanjang karir perjalanan bulu tangkisnya. Lin Dan memenangi partai final tersebut dengan relaif mudah, 21-8, 21-12.

 

Kali ini dengan persiapan yang jauh lebih matang meskipun sempat dilanda cedera pergelangan kaki Lee Chong Wei tetap mampu tampil gemilang hingga babak final dan mengulang kesuksesannya empat tahun lalu. Tampil dominan dengan pukulan smash maupun silang di gim pertama pertandingan yang dipimpin oleh wasit Indonesia, Sukardja Unang tersebut dikuasai oleh Chong Wei dengan memetik kemenangan lebih dulu, 21-15. Namun sayangnya dominasi itu tidak terjadi pada gim kedua ketika Lin Dan berhasil menemukan ritme permainan terbaiknya. Dalam tempo 20 menit, Lin Dan sukses memperpanjang nafasnya dengan merebut gim kedua, 21-10.

 

Pertandingan berlangsung lebih semarak dan ketat di gim ketiga. Saling mengejar angka berlangsung sejak awal hingga kedudukan imbang di angka 8, 12 dan 15. Chong Wei lebih dulu berada di atas angin ketika memperlebar selisih poin 18-16 namun mental bertanding Lin Dan yang sangat baik membuatanya mampu keluar dari tekanan dan menyamakan kedudukan di angka 18 dari beberapa penempatan Lin Dan yang tak terduga.

 

Tekanan akhirnya berbalik untuk Lee Chong Wei yang tampak tegang dan berhati-hati saat mengembalikan bola sedangkan Lin Dan justru menunjukkan body language yang lepas dan bersemangat. Lin Dan mampu berbalik unggul 20-19 usai reli panjang antara kedua pemain yang diakhirinya dengan manis melalui penempatan bola tak terjangkau di depan net. Beberapa smash keras Lin yang berhasil di kembalikan oleh Chong Wei namun pengembalian yang terlalu melebar ke belakang dan di lepas oleh Lin Dan memastikan emas ke-4 China, 21-19.

 

Hasil ini membuat Lin Dan mencatat sejarah di sektor tunggal putra sebagai pemain pertama yang menyabet emas dalam dua Olimpiade beruntun. Sedangkan di sektor putri, Zhang Ning sudah lebih dulu menorehkan namanya dengan raihan emas di Olimpiade 2004 dan 2008. Beban berat yang dirasakan oleh Chong Wei membuatnya hanya mampu tertunduk lemas di lapangan dengan menahan air mata usai pertandingan sedangkan Lin Dan mengadakan selebrasi dengan membuka baju dan membawa bendera China serta bergaya hormat khas ala tentara kepada para pendukungnya.

 

Hasil ini tidak hanya mengulang kesuksesan Lin Dan empat tahun lalu tapi juga di tempat yang sama pada Kejuaraan Dunia 2011, Lin Dan mengubur impian Chong Wei untuk merebut podium teratas yang ke-4 kalinya. Sementara itu harapan Malaysia untuk mendulang emas pertama di cabang bulutangkis kembali harus tertunda untuk kedua kalinya dan Lee Chong Wei harus puas dengan medali peraknya.

 

“Kekalahan ini mengejutkan karena saya hampir menang. Namun tiba-tiba gelar itu hilang,” papar Chong Wei.

 

“Saya melakukan kesalahan besar, namun Lin Dan mau mengambil resiko,” lanjutnya kemudian. Dalam akun twitternya, Lee juga sempat menuliskan “I’m Sorry” sebagai ungkapan penyesalan kepada para fansnya.

 

Sementara itu pada duel memperebutkan medali perunggu di laga sebelumnya akhirnya dimenangkan oleh tunggal China, Chen Long melalui laga rubber gim. Menantang wakil Korea Selatan, Lee Hyun Il, Chen Long tampil gemilang dengan smash-smash overhead dan permainan netting yang sempurna. Sebaiknya beberapa pengembalian tak sempurna dari Hyun Il membuat Chen Long unggul jauh 11-8, 17-9 dan akhirnya menutup gim pertama, 21-12.

 

Pada gim kedua, Hyun Il berhasil memaksa Chen Long untuk bermain reli yang membuat serangannya mengendur dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Memasuki paruh akhir gim ini, Hyun Il berhasil memperpanjang selisih poin dengan tampil menekan, 14-12, 18-14 dan memaksa rubber gim, 21-15. Chen Long kembali mengubah tempo permainan di gim ketiga dan lebih agresif menyerang. Permainan netting dan pukulan smash silangnya yang tak terduga membuatnya unggul 8-3 pada awal gim.

 

Reli-reli panjang yang akhirnya diselesaikan dengan baik oleh Chen Long dengan jumping smash dan cross court smash-nya membuat Chen Long terus memimpin hingga 11-5 dan 14-8. Hyun Il sempat memperekecil selisih poin 11-14 dan 13-17 dengan memanfaatkan pengembalian yang tanggung dari Chen Long dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Chen Long di depan net. Namun tunggal kedua China ini berhasil memperbaiki performanya saat poin-poin kritis dengan terus tampil menekan hingga match point 20-14 dan akhirnya menamatkan gim ini lebih dulu, 21-15.

 

Prestasi ini membuat Hyun Il harus puas berada di posisi ke-4 mengulangi hasil yang diraihnya pada empat tahun lalu. Pada Olimpiade Beijing 2008, Hyun Il juga bertekuk dari andalan China lainnya, Chen Jin sehingga gagal mengoleksi medali perunggu (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: