Bulutangkismania's Weblog

September 22, 2012

Results Quarterfinal Round Japan Open SS 2012 : Kontroversi Kartu Merah YoNdra

Menyisakan dua wakilnya di babak delapan besar, Indonesia kembali harus kehilangan peluang untuk meraih gelar di sektor ganda putra usai kekalahan yang dialami oleh duet Yonathan/Hendra AG (YoNdra) atas ganda muda Jepang, Hiroyuki/Ryota. Harapan untuk meraih gelar di sektor ganda akhirnya bertumpu pada Rijal/Liliyana (RiLyn).

 

Konsistensi merupakan kendala utama yang dihadapi oleh sebagian besar pemain untuk berprestasi maksimal. Tampil gemilang di babak sebelumnya dengan membuat kejutan terbesar menghempas unggulan teratas, Mathias/Carsten, YoNdra justru harus takluk saat menjajal permainan ganda muda Jepang, Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata.

 

Perbedaan usia antara kedua pasangan membuat tandem Jepang lebih unggul dari kecepatan dan kekuatan namun beberapa kali mampu diimbangi dengan kesolidan dan pengalaman YoNdra. Selain itu, kontroversi kartu merah yang harus dialami oleh ganda Indonesia membuat laga ini menjadi sedikit janggal.

 

YoNdra sempat tertinggal jauh 7-14 di gim pertama namun berhasil menyamakan kedudukan di angka 17. Momentum ini sayangnya tidak di lanjutkan hingga akhir set. Saeki/Taohata kembali unggul dan menamatkan gim ini lebih dulu, 21-18.

 

Pada gim kedua pertarungan berlangsung lebih seru karena kedua pasangan sudah menemukan ritme masing-masing dan berusaha untuk saling menekan. Permainan cepat yang sempat diperagakan wakil Jepang ini saat menundukkan ganda Thailand, Maneepong/Bodin (6) di babak pertama beberapa kali merepotkan pasangan Indonesia. Peluang untuk memperpanjang nafas hingga rubber set akhirnya terbuka saat YoNdra mampu unggul 12-9 dan memimpin perolehan poin hingga kedudukan 20-18.

 

Kesempatan ini lagi-lagi gagal dimanfaatkan dengan baik oleh YoNdra yang kurang sabar dalam mengolah bola. Meskipun sempat meraih dua kali kesempatan match point lainnya, 21-20 dan 22-21, YoNdra akhirnya harus rela menyerahkan tiket semifinal kepada Saeki/Taohata saat keadaan berbalik dan keduanya menutup gim ini lebih dulu, 24-22.

 

Pertandingan ini juga sempat dilanda kontroversi saat kedudukan 23-22 untuk keunggulan pasangan Jepang. Yonathan tanpa meminta izin keluar dari lapangan permainan sehingga langsung diberikan kartu merah oleh umpire yang sekaligus menutup pertandingan untuk kemenangan duo Jepang.

 

Meskipun sukses meloloskan wakil mudanya ke babak empat besar, para unggulan Jepang justru harus mengalami nasib tragis disingkirkan lawan-lawannya. Dibuka oleh kekalahan Hirokatsu/Noriyasu (4) atas Tan Wee Kiong/Hoon Thien How, 19-21, 11-21 diikuti oleh Hiroyuki/Kenichi (3) atas duo negeri ginseng, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (7), 17-21, 21-19, 17-21.

 

Menyusul kekalahan dua rekannya, unggulan ke-5, Naoki Kawamae/Shoji Sato juga takluk atas unggulan ke-2, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong setelah berjibaku dalam laga tiga gim, 10-21, 21-17, 10-21.

 

Sementara itu di sektor putri peluang untuk tersajinya final antara sesama wakil Jepang masih terbuka setelah sang tuan rumah kehilangan unggulan teratas, Mizuki/Reika pada babak sebelumnya. Koharu/Yuriko yang membuat kejutan atas kompatriotnya tersebut kali ini justru tidak mampu mempertahankan konsistensinya ketika ditantang unggulan asal Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet (7). Tampil dominan 21-19 di gim pertama, Koharu/Yuriko harus tergelincir, 14-21, 6-21 di laga dua gim berikutnya.

 

Harapan untuk meraih gelar akhirnya tertuju pada dua wakil tersisa, Miyuki/Satoko (3) dan Shizuka/Mami (4). Duet senior Miyuki/Satoko yang memetik kemenangan telak atas ganda Thailand, Duanganong/Kunchala (8), 21-9, 21-9 akan menjadi penantang Poon/Tse di empat besar sedangkan Shizuka/Mami akan menjajal pasangan Korea Selatan, Choi/Kim setelah melewati laga melelahkan selama hampir 1,5 jam untuk menundukkan wakil Korea Selatan lainnya, Eom Hye Won/Jang Ye Na (6), 24-22, 19-21, 21-15.

 

Liliyana, “Kami Hanya Pasangan Sekali Main”

 

Pasangan dadakan Rijal/Liliyana (RiLyn) yang menempati unggulan ke-5 sukses memastikan diri ke babak empat besar setelah menghempas wakil negeri jiran, Tan Wee Kiong/Ng Hui Lin. Menghadapi sang penakluk unggulan ke-4 asal Thailand, Maneepong/Savitree tersebut, RiLyn tampil gemilang dan minim kesalahan sendiri.

 

Tampil agresif dengan smash-smashnya Indonesia dengan formasi Liliyana di depan net dan Rijal sebagai penyerang lagsung membuat ganda merah putih mendominasi pertandingan sejak gim petama. Terus unggul dan tak tersentuh, 8-3, 10-5, dan 16-11, duo RiLyn tanpa ragu menyelesaikan set ini, 21-16.

 

Tandem Malaysia akhirnya mampu berkembang di paruh awal gim kedua setelah RiLyn sempat mengendorkan tempo permainan. Kedua pasangan bersaing ketat dengan selisih 1-2 poin dan saling memimpin hingga jeda interval 11-10. Momentum kembali tersaji untuk ganda Indonesia ketika RiLyn unggul cukup jauh 15-10 setelah mendapatkan nasehat dari sang pelatih. Meskipun Tan/Ng sempat memperkecil selisih poin dengan merebut 5 angka beruntun saat tertinggal 14-19, RiLyn lebih dulu menutup peluang ini dengan memastikan kemenangan mereka, 21-18.

 

“Kami hanya pasangan sekali main,” ujar Liliyana saat ditanya perihal perubahan tandemnya.

 

“Kebetulan masing-masing pasangan kami sedang mengikuti pertandingan nasional (PON). Rijal dan saya terlalu tua untuk berpartisipasi karena usia kami sudah lebih dari 25 tahun. Saya akan kembali bersama Tontowi setelah turnamen ini,” papar Liliyana kemudian.

 

Di laga selanjutnya RiLyn akan menantang harapan tuan rumah, Shintaro/Reiko (2) setelah runner up Singapore Open SS 2012 tersebut menundukkan duet Korea Selatan, Kang Ji Wook/Jang Ye Na, 21-16, 21-15.  Sementara itu pasa semifinal lainnya, unggulan teratas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying yang melibas wakil Jepang lainnya, Kenichi/Misaki, 21-18, 28-26, akan menantang ganda negeri sakura lainnya, Taksehi/Koharu.

 

Takeshi/Koharu memastikan tiket semifinal dengan menundukkan wakil Denmark, Anders/Julie, 22-20, 18-21, 21-15. Kekalahan tandem Eropa  ini cukup unik karena di babak sebelumnya mereka mampu tampil dominan saat menghempas unggulan ke-3, Shoji/Shizuka yang secara kemampuan lebih baik dari junior mereka, Taksehi/Koharu (FI).

1 Komentar »

  1. liliyana/rijal wajib dapat gelar !

    Komentar oleh Zulkifli Rahman — September 23, 2012 @ 9:46 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: