Bulutangkismania's Weblog

September 23, 2012

Final Results Japan Open SS 2012 : Peng Soon, “Kalah Menang Tergantung Kestabilan Mental”

Duet unggulan teratas asal negeri jiran Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (1), sukses mencetak sejarah dengan mengantongi gelar pertama di sektor ganda campuran untuk level Super Series. Menghadapi wakil merah putih, Rijal/Liliyana (RiLyn, 5), Chan/Goh tampil dominan dan minim kesalahan sendiri.

 

Kesalahan beruntun yang seringkali dilakukan oleh Indonesia saat mengembalikan bola menguntungkan perolehan poin ganda Malaysia. Tidak seperti pada laga sebelumnya, Rijal yang tampil agresif dengan smash-smash nya dan Liliyana yang sempurna bermain di depan net kali ini beberapa kali harus tertekan oleh rapinya pertahanan duo Malaysia. Selain itu, penampilan Goh Liu Ying yang cukup matang sebagai ‘playmaker’ di depan net membuat RiLyn gagal mengembangkan permainan terbaik mereka. Tertinggal jauh 8-13 dan 19-11, merah putih akhirnya harus mengakui keunggulan Chan/Goh, 12-21.

 

“Kita tidak mampu berkonsentrasi sejak awal pertandingan,” papar Liliyana perihal kekalahannya di gim pertama.

 

Pertandingan berlangsung lebih ketat di gim kedua. Meskipun di paruh awal RiLyn sempat kecurian dari pengembalian servis yang tanggung, permainan drive-drive cepat keduanya beberapa kali mampu menyulitkan pasangan Malaysia. Chan/Goh berbalik memimpin dengan 7-4, 12-8 dan 15-13 saat mampu mengembangkan pertahanan yang kompak dan permainan cepat dengan defense dan smash yang sempurna. Namun RiLyn mampu membalikkan keadaan 17-15 dengan menekan area baseline pasangan Malaysia.

 

Ketika berada di ambang rubber gim dengan memimpin 18-17 dan 19-18, beberapa pengembalian Rijal yang gagal melewati net serta pertahanan yang kurang solid dari wakil Indonesia saat menerima serangan Chan/Goh mengubur harapan gelar bagi merah putih, 19-21. Kekalahan ini memperpanjang rekor kemenangan Chan/Goh atas RiLyn setelah pada pertemuan terakhir di turnamen Chinese Taipei Open GP Gold 2009, keduanya juga memetik kemenangan 21-19, 21-19.

 

“Sebelum set kedua saya sempat takut bermain. Saya tidak berhenti berpikir untuk bisa menang. Kita mendapatkan pengalaman berharga di turnamen ini. Kita mencoba untuk tidak banyak membuat kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Tentu saja, saya sangat bahagia,” tutur Goh Liu Ying.

 

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan gelar ini sebelum saya datang. Saya masih tidak percaya bisa mendapatkan gelar Super Series. Saya tidak mampu berkata apa-apa lagi,” tambah Peng Soon sembari tersenyum.

 

“Kita harus mampu mengatur kestabilan mental sebelum dan saat bertanding. Kalah atau menang tergantung pada kestabilan mental kita dalam level top dunia,” lanjutnya kemudian.

 

Korea Dan Hongkong Berbagi Gelar

 

Harapan Malaysia untuk menambah gelar di sektor ganda putra ternyata tak terealisasi saat unggulan ke-2, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong gagal meredam agresitivas yang dilacarkan oleh duo muda Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (7). Masih dengan pola permainan drive-drive cepatnya, duo Kim sukses membukukan sejarah gelar Super Series perdana mereka, 21-16, 21-19 dalam tempo 32 menit.

 

“Saya sangat menginginkan untuk menang sehingga terbawa emosi yang cukup besar. Saya tidak mampu mengaturnya dan berbuat terlalu banyak kesalahan akibat perasaan nerveous,” jelas Tan Boon Heong tentang pertandingannya.

 

“Saya merasa luar biasa dengan gelar Super Series perdana ini. Pertandingan berlangsung sangat ketat sejak babak perempatfinal. Hari ini kita mampu bermain sama baiknya seperti pada saat latihan,” kata Ki Jung

 

“Kita berpasangan sudah sejak tiga tahun yang lalu tapi saya sempat mengalami cedera di pinggang sehingga kita mulai kembali lagi berpasangan pada tahun lalu. Saya sangat senang dengan gelar sebesar ini setelah berlatih kurang dari dua tahun,” Sa Rang ikut menambahkan.

 

Peluang bagi wakil tuan rumah, Shizuka Matsuo/Mami Naito (4) untuk meraih gelar di sektor ganda putri akhirnya digagalkan oleh wakil Hongkong, Poon Lok Yan Tse Ying Suet (7). Menguasai paruh awal gim pertama hingga kedudukan 11-8, duet Jepang justru gagal mempertahankan konsistensinya di poin-poin kritis set pertama. Poon/Tse yang mampu membalikkan keadaan 19-15, menamatkan gim ini lebih dulu, 21-17.

 

Pertarungan antara kedua pasangan berlangsung ketat di gim kedua. Ganda Jepang yang mengembangkan pola permainan bertahan, berhasil diimbangi oleh Poon/Tse, namun tandem Hongkong ini memiliki kelebihan dalam hal konsentrasi dan akurasi bola. Tse Ying Suet bahkan harus jatuh bangun saat unggul 21-20 di gim kedua meskipun sebelumnya mereka sudah membukukan kemenangan 21-17. Penempatan yang jeli dari Tse setelah mampu bangkit dari jatuhnya ke area belakang ganda Jepang yang tak terjaga mengantarkan Poon/Tse pada gelar Super Series pertama mereka, 22-20.

 

“Kita terlalu bergantung pada pola defensif,” papar Shizuka paska pertandingan.

 

Sementara itu Tse mengaku senang dengan raihan gelar mereka. “Saya sangat senang kita bisa meraih hasil terbaik. Di turnamen ini kita mampu tampil  terbaik dan lebih sabar.”

 

“Pasangan Jepang sangat tangguh dan bermain sangat sabar. Kita mencoba sesekali bermain reli karena sebelumnya kita pernah bertemu dengan mereka. Itulah mengapa kita mampu meraih hasil terbaik,” Poon ikut menambahkan (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: