Bulutangkismania's Weblog

Oktober 18, 2012

Results 1st Round Denmark Open SS Premier 2012 : Simon, Sony, Bella Melenggang

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:21 am
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Simon Santoso (4) dan Sony Dwi Kuncoro menjadi tumpuan harapan yang tersisa bagi kubu merah putih di sektor tunggal putra setelah kekalahan yang dialami oleh Hayom dan mundurnya Tommy Sugiarto. Sementara itu diantara empat nama wakil putri yang dikirim ke turnamen ini, Indonesia hanya menyisakan Belaetrix Manuputi di babak 16 besar.

 

Sony Dwi Kuncoro harus melewati pertarungan 3 gim sebelum akhirnya menuai kemenangan dari wakil Jepang, Takuma Ueda. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal peringkat 23 dunia ini membuat Takuma mendominasi jalannya pertandingan di gim pertama dengan kemenangan 21-15. Sony mendapatkan momentum emasnya justru pada paruh akhir gim kedua ketika tertinggal 15-17. Empat poin yang dikoleksi secara beruntun oleh Sony membuatnya berbalik unggul untuk kemudian mengantarkannya pada kemenangan 21-19.

 

Bekal kemenangan di poin-poin kritis gim kedua berdampak besar pada Sony di set penentuan. Kepercayaan diri Takuma yang mulai memudar membuatnya gagal mengimbangi permainan Sony seperti pada laga dua gim sebelumnya. Tanpa kesulitan Sony menyudahi perlawanan Takuma, 21-13.

 

Laga rubber gim juga dilakoni oleh wakil Indonesia lainnya, Simon Santoso (4). Mengahdapi wakil Malaysia, Chong Wei Feng, Simon harus memeras keringat selama lebih dari satu jam untuk meraih kemenangan 16-21, 21-17, 21-17.

 

Langkah Sony dan Simon sayangnya tidak diikuti oleh harapan merah putih lainnya, Hayom Rumbaka. Menantang tunggal Jerman, Marc Zwiebler, Hayom gagal mempertahankan konsistensinya di gim ketiga setelah unggul 21-16 di gim kedua dan takluk 14-21 di set sebelumnya. Tak hanya unggul dari sisi serangan, beberapa kesalahan sendiri yang dilakuakn oleh Hayom memudahkan Zwibler untuk membukukan kemenangan 21-8. Sebelumnya, Indonesia juga sudah kehilangan Tommy Sugiarto yang mengundurkan diri dari turnamen ini karena masih dibalut cedera.

 

Dua kejutan yang terjadi di sektor tunggal putra salah satunya dialami oleh harapan tuan rumah, Peter Gade (6). Gade yang memutuskan untuk pensiun dari dunia bulu tangkis yang dijalaninya selama ini gagal mengukir kenangan manis di turnamen Denmark Open terakhirnya sebelum gantung raket. Menghadapi tunggal India, Sourabh Verma, Gade hanya mampu meladeni permainan agresif Verma di paruh awal gim kedua. Selebihnya, pertandingan ini di dominasi Verma yang kemudian memetik kemenangan 21-18, 21-14.

 

“Ini bukan hari terbaik saya. Jika saya mampu menang di gim pertama mungkin aka nada peluang. Dia (Sourabh) bermain bagus tapi terkadang ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana,” tutur Gade saat konferensi pers usai pertandingannya.

 

“Saya tidak dalam kondisi puncak, sunggung saying sekali,” lanjutnya kemudian.

 

Sementara itu Sourabh mengaku sangat senang bisa mengalahkan salah satu idoalnya tersebut, “Seperti mimpi yang jadi kenyataan bisa mengalahkan dia. Saya tidak mau terbebani karena saya melawan seorang Peter Gade, tapi saya mencoba untuk berkonsentrasi pada permainan saya.”

 

Unggulan lainnya yang ikut tumbang adalah wakil China, Chen Jin (3). Menghadapi tunggal kualifikasi asal Thailand, Suppanyu Avihingsanon, Chen Jin di luar dugaan harus takluk 21-11, 11-21, 15-21. Di gim kedua, Suppanyu mampu menngembangkan permainan agresif yang menekan dengan smash-smash dan pengembaliannya di depan net. Meskipun gim ketiga berlangsung lebih ketat, banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chen Jin memudahkan Suppanyu untuk kembali menuai kemenangan.

 

Duel Mental, Srikandi Terjegal

 

Diantara tiga pemain putri merah putih yang harus menjalani pertarungan mental di poin-poin kritis, hanya satu yang mampu bertahan dan meloloskan diri ke babak kedua. Kalah mental juga tidak hanya dialami oleh srikandi Indonesia. Linda Zetchiri yang nyaris menuai kemenangan di depan mata saat menghadapi Wang Shixian (4) harus terjungkal ketika tak mampu memperkuat motivasinya di gim kedua.

 

Takluk 12-21 di gim pertama, Maria Febe Kusumastuti mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di gim kedua sata menantang tunggal Singapura, Gu Juan. Duel saling memimpin dengan selisih 1-2 poin dari awal gim kedua akhirnya dimenangkan oleh Febe yang memiliki mental lebih baik, 22-20. Keadaan berbalik di gim ketiga ketika Gu mampu menekan Febe dengan smash-smash agresifnya. Meskipun mampu mengimbangi dan kembali tersaji persaingan sengit, Febe yang unggul lebih dulu 20-18, 21-20, dan 22-21 harus rela mengubur impiannya untuk melangkah lebih jauh ketika motivasi untuk menang berbalik kepada Gu Juan yang mengantarkannya pada poin 24-22.

 

Motivasi untuk menang dan bermain ulet juga ditunjukkan oleh Minatsu Mitani saat mengahdapi wakil merah putih lainnya, Aprila Yuswandari. Menang mudah 15-21 di gim pertama, Mitani sempat tertinggal di paruh akhir gim kedua 13-17. Namun kegigihan tunggal yang menjadi bintang paska penampilan spektakulernya di turnamen China Masters SS 2012 yang lalu, membuat keadaan berbalik 19-17 sebelum memastikan tiket 16 besarnya, 22-20.

 

Sindrom poin kritis juga sempat menjangkiti Belaetrix Manuputi (Bella) saat menantang wakil Selandia Baru, Michelle Chan Ky. Menang mudah 21-17 di gim pertama, Bella yang sudah unggul 20-18 nyaris tidak mampu menamatkan gim kedua dengan kemenangan manis. Michelle sempat mengumpulkan dua poin beruntun namun beruntung Bella mampu memenangkan duel ini lebih dulu dan menutup peluang Michelle untuk memperpanjang set, 22-20.

 

Bella akhirnya menjadi satu-satunya tumpuan srikandi merah putih di sektor tunggal setelah sebelumnya Indonesia sudah kehilangan tiga wakil lainnya. Selain Febe dan April, Adriyanti Firdasari juga tidak mampu melewati hadangan pemain unggulan asal China, Jiang Yanjiao (8) dan menyerah 13-21, 11-21.

 

Mimpi buruk sindrom angka kritis ternyata tidak hanya dialami oleh pemain Indonesia. Linda Zetchiri asal Bulgaria yang menghadapi unggulan ke-4, Wang Shixian menjadi korban dari gejala sindrom ini yang membuat rapuhnya mental dan motivasi bertanding seorang pemain. Unggul 21-16 di gim pertama dan nyaris membuat kejutan ketika mendominasi gim kedua hingga memimpin 20-18, Linda gagal mempertahankan kekuatan mentalnya dan membuang dua kali kesempatan match point dan dipaksa menyerah 21-23. Berikutnya, antiklimaks permainan Linda membuat Shixian berada di atas angin dan tak tersentuh , 21-15.

 

Harapan pebulutangkis tuan rumah, Tine Baun (5) yang merencanakan akan gantung raket usai All England Open SS Permier 2013 akan datang membuka laga perdananya dengan kemenangan manis, 21-16, 21-16 atas wakil Hongkong, Chan Tsz Ka. Di babak kedua, Tine akan mengahadapi pemain kualifikasi, Poon Lok Yan (Hongkong) yang  berhasil menundukkan tunggal China, Chen Xiao Jia, 21-13, 11-21, 21-19 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: