Bulutangkismania's Weblog

Oktober 19, 2012

Results 2nd Round Denmark Open SS Premier 2012 : Sektor Campuran Tampil Sempurna

Ganda campuran kembali menjadi kartu truf andalan Indonesia untuk meraih gelar di turnamen Denmark Open SS Premier 2012 setelah membukukan kemenangan sempurna dua gim langsung atas lawan-lawannya. Di sektor putra dan putri, Indonesia hanya menyisakan satu peluang usai perang saudara yang dilakoni oleh ganda putra dan kekalahan Suci/Della atas wakil China.

 

Empat pasangan ganda campuran merah putih berhasil memastikan diri ke babak perempatfinal turnamen Denmark Open SS Premier 2012 setelah sukses menundukkan lawan-lawannya. Tidak hanya membukukan kemenangan sempurna dua gim langsung, dua pasangan diantaranya berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan ganda unggulan.

 

Kemenangan pertama diukir oleh duet kakak beradik Markis Kido/Pia Zebadiah (MarPi). Berhadapan dengan unggulan ke-6 asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, MarPi yang tampil dominan sejak awal set pertama memetik kemenangan mudah, 21-13, 21-15. Kejutan kedua dibukukan oleh pasangan Muhammad Rijal/Debby Susanto (RiBby). Berhadapan dengan andalan tuan rumah sekaligus sang juara bertahan, Joachim Fischer/Christinna Pedersen (3) keduanya mampu tampil tanpa beban dan menyajikan permainan terbaik mereka.

 

RiBby membuka set pertama dengan unggul jauh 9-4. Tidak hanya unggul dari sisi serangan, penampilan Debby di bagian belakang serta pertahanan yang cukup baik dari kubu Indonesia membuat ganda Denmark kehilangan akal untuk meraih poin demi poin. Tekanan sebagai sang juara bertahan sedikit banyak juga mempengaruhi performa ganda nomor satu Eropa ini. RiBBy yang terus konsisten dengan ritme permainannya hingga 16-12 sempat terganggu ketika Joachim meminta wasit untuk menghentikan pertandingan sementara karena cedera pinggang yang dialaminya. Tim medispun segera dipanggil untuk kemudian menyemprotkan spray penahan sakit di atas pinggangnya.

 

Kehilangan konsentrasi membuat pasangan Indonesia kembali tersusul diangka 16. Namun beberapa pengembalian yang tidak sempurna dari pasangan Denmark khususnya Joachim yang sedang tidak berada pada performa terbaiknya kembali dimanfaatkan Indonesia untuk terus menekan 18-16. Bermain kurang sabar, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Rijal kembali menyamakan angka kedua pasangan di titik 18 dan 19. Beruntung RiBby tampil lebih berani dan mengambil inisiatif untuk menyelesaikan gim ini lebih dulu, 21-19.

 

Gim kedua berlangsung lebih ketat dengan selisih 1-3 poin. Meskipun sebagian besar jalannya pertandingan di kontrol oleh ganda Indonesia, pasangan Denmark tidak lantas menyerah begitu saja dan beberapa kali mencoba strategi untuk mematahkan pertahanan RiBby. Rijal kembali sukses menjadi motor smash sedangkan permainan Debby di depan net dan keberaniannya mengubah sudut pengembalian bola membuat posisi RibBy senantiasa berada di atas angin. Meskipun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh ganda Indonesia karena bermain kurang sabar, RiBby akhirnya memastikan tiket kemenangannya, 21-18.

 

“Kami sudah lama ingin bertemu Joachim/Christina, karena menurut kami mereka adalah pasangan yang konsisten, dimana pemain-pemain China sulit mengalahkan mereka, begitu juga rekan kami yang lebih senior, Tontowi/Liliyana” ujar Debby seperti yang dilansir oleh PBSI.

 

“Saya sudah sering menonton video permainan Joachim/Christinna, jadi sudah hafal pola permainan mereka. Kunci kemenangan kami adalah konsentrasi raih satu demi satu poin dan sabar karena pertahanan mereka solid sekali” lanjut Debby kemudian.

 

Dua tandem merah putih lainnya yang ikut lolos ke delapan besar adalah duet Tontowi/Liliyana (ToLyn) yang di unggulkan di tempat ke-4, serta wakil lainnya, Fran Kurniawan/Shendy Puspa (FraNdy). ToLyn menuai kemenangan atas duet Denmark lainnya, Mads Pieler/Kamilla Rytter Juhl, 21-16, 21-14 sedangkan FraNdy mengalahkan duo Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, 21-16, 21-11.

 

“Sulit bagi kita untuk mengembangkan permainan yang sama seperti sebelumnya. Mereka main cukup bagus dan mereka juara All England. Kita merasa cukup kecewa juga,” papar Mads Pieler usai kekalahannya.

 

“Kita ingin langsung menyajikan gaya permainan kita, tapi sepertinya hal ini merupakan pertanda bahwa di level Super Series kita harus bisa lebih sabar dan terbiasa dengan tipe-tipe permainan yang baru kita lalui, akan lebih banyak pertandingan yang akan kita jalani,” tambah Kamilla kemudian.

 

“Saya sangat menikmati bermain bersama Mads. Dia pemain yang berbakat dan sungguh senang bisa memiliki partner yang posturnya lebih tinggi dari saya. Hal ini menjadi keuntungan bagi kita dalam hal menyerang khususnya saat melawan para pemain Asia,” lanjut Kamilla.

 

Sementara itu di sektor putra, duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra) menjadi satu-satunya wakil merah putih yang tersisa usai kekalahan yang didera ganda Indonesia lainnya, Ryan Agung/Angga Pratama (RyNgga). ANdra memenangi perang saudara dengan pasangan merah putih lainnya, Yonathan Suryatama/Hendra Aprida Gunawan (YoNdra). Melalui laga ketat berdurasi 45 menit, duel antara wakil pelatnas dan non pelatnas ini akhirnya dimenangkan oleh ANdra, 21-23, 21-10, 22-20. Sedangkan RyNgga kembali dipaksa mengakui ketangguhan duo Thailand, Bodin Issara/Maneepong Jongjit (8), 21-19, 21-13 setelah pada pertemuan terakhir keduanya di turnamen India Open SS 2012, kemenangan juga dibukukan oleh wakil Thailand.

 

Cedera yang dialami oleh Joachim Fischer juga akhirnya memaksanya mundur di sektor ganda putra. Berpasangan dengan pemain senior, Jonas Rasmussen, keduanya semula dijadwalkan untuk bertemu dengan unggulan ke-3 asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

 

SuDel Nyaris Buat Kejutan

 

Minimnya jam terbang dan kematangan mental duet srikandi muda merah putih, Suci Rizky/Dela Destiara (SuDel) membuat keduanya dalam beberapa pertemuan terakhir menghadapi ganda China harus kalah meskipun sempat bersaing ketat dan unggul lebih dulu. Kekalahan ini menyebabkan pundak tumpuan sepenuhnya berada pada Anneke Feinya/Nitya Krishinda (AnNya).

 

Sepanjang tahun 2012, SuDel termasuk salah satu ganda muda harapan Indonesia yang mengalami perkembangan cukup pesat dibandingkan dengan pasangan merah putih lainnya. Semifinalis Chinese Taipei Open GP Gold 2012 ini tercatat beberapa kali mampu mengimbangi permainan pasangan-pasangan China. Pada babak penyisihan grup perebutan Piala Uber 2012 yang lalu, SuDel berhasil mempersulit ganda nomor 2 China, Tian Qing/Zhao Yunlei. Meskipun akhirnya kalah, SuDel mampu mencatat poin ketat di dua gim pertama, 22-24, 21-19.

 

Menghadapi wakil China lainnya di turnamen Thailand Open GP Gold 2012, Xia Huan/Tang Jinhua, SuDel sempat unggul 20-18 di gim pertama sebelum menderita kekalahan 20-22, 10-21. Dan kali ini saat dihadapkan dengan Bao Yixin/Zhong Qianxin (3), peluang untuk mengimbangi bahkan membuat kejutan atas wakil China tersebut terbuka lebar. Namun kembali masalah minimnya pengalaman dan kematangan mental bertanding membuat keduanya harus tersandung.

 

Unggul 21-13 di gim kedua setelah menyerah 14-21 pada set pertama, SuDel kembali mendominasi jalannya pertandingan gim ketiga. Mereka sempat unggul jauh 14-6 dan 17-10 setelah sukses mengembangkan permainan menyerang dan pengembalian bola tak terduga di depan net. Namun saat memasuki poin kritis di ambang kemenangan, 20-17, SuDel justru gagal mempertahankan greget permainannya dan berbalik tertekan oleh agresivitas tandem China. Lima poin beruntun yang dikoleksi oleh Bao/Zhong membuat mimpi buruk bagi SuDel, 20-22.

 

Kekalahan ini menyisakan tumpuan asa kepada AnNya yang berhasil melenggang ke babak delapan besar dengan menyingkirkan wakil Bulgaria, Petya Nedelcheva/Dimitria Popstoikova, 21-10, 21-6. Di laga selanjutnya AnNya akan menantang wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (6) yang di beberapa turnamen terakhir terkenal sebagai ‘giant killer’ para srikandi merah putih.

 

Satu-satunya kejutan yang terjadi di sektor ganda putri diciptakan oleh wakil Thailand, Savitree Amitrapai/Sapsiree Taerattanachai yang  mencatat kemenangan telak atas wakil Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet (8), 21-11, 21-8 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: