Bulutangkismania's Weblog

Oktober 19, 2012

Results 2nd Round Denmark Open SS Premier 2012 : Sony, Harapan Terakhir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 2:09 pm
Tags: , , , , , , , ,

Satu-satunya wakil merah putih yang berhasil melaju ke babak perempatfinal adalah Sony Dwi Kuncoro. Langkah Sony tidak mampu diikuti oleh wakil lainnya, Simon Santoso (4) dan Belaetrix Manuputi. Sementara itu Wang Shixian (5) untuk kedua kalinya di turnamen ini membuktikan kematangan mentalnya sehingga mampu lolos dari ambang kekalahan.

 

Sektor tunggal putra hingga saat ini merupakan nomor yang paling sukses menciptakan kejutan terbanyak di turnamen ini. Setelah Peter Gade (6) dan Chen Jin (3) tersingkir di laga perdana mereka, kali ini giliran tiga pemain unggulan yang terlibas tanpa sempat mengecap babak delapan besar. Sayangnya diantara tiga tunggal tersebut, nama Simon Santoso merupakan salah satunya diantaranta.

 

Menghadapi wakil negeri jiran, Tan Chun Seang, yang sepanjang dua tahun terakhir banyak menghabiskan waktunya di turnamen ‘level dua’ sekelas Grand Prix dan International Challenge, Simon beberapa kali tampak kesulitan meladeni permainan agresif dan penempatan tak terduga yang diperagakan oleh Tan.

 

Tan yang meraih kemenangan tanpa tanding atas Tommy Sugiarto di babak sebelumnya, unggul dalam hal serangan smash-smash keras yang tidak mampu dibendung oleh Simon. Hanya dalam tempo kurang dari 40 menit, Tan menyudahi perlawanan Simon, 21-14, 21-19.

 

Pemain Malaysia lainnya yang juga berhasil membuat kejutan adalah Daren Liew. Menantang unggulan ke-5, Sho Sasaki asal Jepang, Daren yang terkenal dengan permainan uletnya memetik kemenangan  21-17, 21-14 atas tunggal terbaik negeri sakura tersebut.

 

Tidak hanya kehilangan Sho Sasaki, Jepang juga terpaksa mengubur impian untuk meloloskan wakilnya ke perempatfinal setelah unggulan ke-8, Kenichi Tago gagal membendung permainan agresif tunggal tuan rumah, Jan O Jorgensen yang mendapatkan dukungan penuh dari publik setempat. Setelah berjibaku 3 gim selama 66 menit, Tago akhirnya menyerah, 18-21, 21-17, 11-21.

 

Kekalahan Simon menyisakan tumpuan sektor tunggal pada Sony Dwi Kuncoro. Sony sukses menaklukkan tunggal India, Sourabh Verma, 21-19, 21-17 meskipun sempat tertinggal dan bersaing ketat di paruh awal gim pertama dan kedua. Beruntung kematangan dan pengalamannya menghindarkan Sony dari nasib serupa seperti yang dialami oleh wakil tuan rumah, Peter Gade.

 

Kejutan Kedua Shixian

 

Lolos secara dramatis dari hadangan Linda Zechiri di babak pertama, pebulutangkis unggulan ke-5 asal China, Wang Shixian kembali mampu mengulang skenario yang sama saat nyaris berada di ambang kekalahan menghadapi wakil Thailand, Nichao Jindapon.

 

Sebagai pemain muda yang tidak hanya memiliki pukulan yang kompleks, Nichaon juga dilengkapi dengan pengembalian smash yang cukup keras dan sulit dikembalikan oleh lawan-lawannya. Setipe dengan tunggal Thailand lainnya, Porntip Buranaprasertsuk, Nichaon mampu memanfaatkan rapuhnya pertahanan Shixian di poin kritis gim pertama setelah tetringgal jauh 9-19. Secara dramatis, pemain Thailand ini mampu menyamakan kedudukan di angka 20 meskipun pada akhirnya keberuntungan masih berpihak kepada Shixian untuk menuntaskan gim ini lebih dulu 22-20.

 

Inisiatif untuk menyerang dan tampil lebih agresif membuat Nichaon unggul 12-5 dan 17-11 di gim kedua. Meskipun Shixian sempat memperkecil selisih poinnya, pengembalian bola tak terduga dari Nichaon membuatnya mampu memperpanjang nafas hingga gim ketiga, 21-17.

 

Pertarungan ketat dengan selisih 1-3 poin tersaji apik di gim ketiga. Nichaon mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan hingga kedudukan 20-18. Namun secar magis, Shixian kembali sukses menyihir lawannya dengan merebut 4 angka berturut-turut untuk berbalik unggul 22-20. Hal ini membuktikan bahwa kematangan mental dan pengalaman sebagai mantan peringkat 1 dunia ini berpengaruh besar khususnya saat posisi tertinggal di anga-angka kritis.

 

“Pertandingan tadi sangat ketat dan kita memiliki pola yang sama. Saya hanya mencoba untuk terus fokus, dan saya tadi lebih beruntung,” ujar Shixian usai pertandingan yang didampingi oleh penerjemahnya.

 

“Saya memiliki beberapa alasan, tapi diantaranya saat ini semua pemain sudah semakin berkembang dan semakin kuat,” lanjutnya kemudian.

 

Nasib yang kurang berpihak juga dialami oleh wakil Thailand lainnya, Porntip Buranaprasetsuk. Menghadapi wakil Korea Selatan, Sung Ji Hyun (7), Ponrtip yang sudah unggul 21-17 di gim pertama nyaris menciptakan kejutan ketika unggul jauh 17-11 di gim kedua. Namun kesalahan sendiri yang dilakukan beruntun oleh pemilik smash keras ini membuatnya harus mengubur impian ke babak perempatfinal ketika Ji Hyun mampu mengoleksi 7 poin beruntun dan berbalik unggul 21-18. Imbas dari kekalahan tak terduga di gim kedua, Porntip akhirnya menyerah mudah 10-21 pada set penentuan.

 

Sementara itu satu-satunya harapan merah putih di sektor ini, Belaetrix  Manuputi belum mampu berbuat banyak saat menantang unggulan ke-2 sekaligus peraih emas Olimpiade London 2012, Li Xuerui. Dalam pertandingan berdurasi 32 menit tersebut Bella dipaksa menyerah, 17-21, 14-21.

 

Meskipun beberapa kali nyaris terjadi kejutan di sektor ini namun tunggal putri merupakan satu-satunya nomor yang kedelapan pemain unggulannya berhasil melaju ke babak perempatfinal (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: