Bulutangkismania's Weblog

Oktober 20, 2012

Results Quarterfinal Round Denmark Open SS Premier 2012 : Sony Tumbang, Schenk Buat Kejutan

Satu-satunya harapan merah putih yang tersisa di sektor tunggal, Sony Dwi Kuncoro sepertinya belum mampu berbuat banyak saat menantang peraih medali perunggu Olimpiade London 2012, Chen Long (2). Di sektor putri, dua pemain kuda hitam, Saina Nehwal (4) dan Juliane Schenk (6)  tampil sempurna dan melenggang ke babak semifinal.

 

Tiga tahun yang lalu saat masih berada dalam performa terbainya, Sony Dwi Kuncoro berhasil menaklukkan Chen Long dalam laga tiga gim di turnamen Japan Open SS 2009. Namun kali ini, dengan performa paska dilanda cedera serta beberapa perkembangan besar permainan Chen Long, Sony justru di buat tak berdaya menghadapi tunggal nomor 2 China ini. Terlambat panas di gim pertama, Sony seperti kehilangan akal saat meladeni permainan Chen Long yang menguasai sudut lapangan dengan sempurna.

 

Tidak hanya unggul dari sisi serangan smash dan penempatan bola di depan net, Chen Long juga berhasil memaksa Sony mengikuti ritme permainannya. Reli-reli  panjang tersaji antara kedua pemain meskipun sebagian besar dimenangkan oleh Chen Long. Peringkat tiga dunia ini juga mendapatkan keuntungan besar dari beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Sony. Chen Long akhirnya menyudahi perlawan Sony 21-8 di gim pertama.

 

Pada gim kedua, Sony sebenarnya sudah mampu beradaptasi dengan permainan Chen Long dan mampu menyusul untuk berbalik unggul 12-11. Namun momentum ini sayangnya tidak dimanfaatkan dengan sempurna karena Chen Long kembali mempercepat ritme permainannya dan terus berusaha tampil menekan. Tertinggal 12-17 dan 14-19, Sony kembali harus menyerah 15-21 dan mengubur impiannya untuk beraksi di semifinal.

 

Hasil ini mempertemukan Chen Long dengan pemain China lainnya, Du Pengyu (7) sekaligus memastikan satu tiket final untuk kubu China. Pengyu menyudahi perlawanan sang penakluk, Simon Santoso (4), Tan Chun Seang asal Malaysia, 21-19, 21-8.

 

Meskipun hanya menyisakan Lee Chong Wei (1) di babak semifinal usai menundukkan kompatriotnya, Daren Liew, 21-16, 21-16, peluang negeri jiran untuk mengoleksi gelar di sektor ini masih terbuka cukup lebar. Chong Wei akan menantang pebulu tangkis tuan rumah Jan O Jorgensen yang saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Jorgensen mengantongi kemenangan atas pemain Hongkong, Wong Wing Ki, 23-21, 21-13.

 

“Saya hanya berusaha bemain yang terbaik. Daren adalah pemain satu tim saya dan pemain junior yang setiap hari latihan bersama sehingga kita sudah saling tahu pola masing-masing,” ujar Lee Chong Wei perihal pertandingannya.

 

Schenk, Saina Tantang China

 

Dua pemain kuda hitam non China salah satunya berhasil membuat kejutan di turnamen ini. Jika biasanya kita disajikan dengan partai semifinal dan final antar sesama pemain China, kali ini sang negeri tirai bambu hanya mampu meloloskan dua wakilnya di empat besar. Namun meskipun demikian, peluang China untuk memastikan gelar sektor tunggal putri masih tetap terbuka.

 

Memanfatkan performa Li Xuerui (2) yang tidak dalam kondisi terbaiknya, pemain Jerman, Juliane Schenk, mampu tampil maksimal dan membuat kejutan. Schenk yang unggul dalam hal smash keras dari tengah lapangan serta permainan net silang membuat Xuerui beberapa kali kesulitan mengembalikan bola-bola Schenk. Penampilan antiklimaks peraih emas Olimpiade London 2012 ini juga ditandai dengan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Xuerui. Pengambalian yang keluar dan gagal melewati net membuatnya tertinggal jauh 6-13.

 

Meskipun sempat menyamakan kedudukan di angka 15 dengan meningkatkan tempo permainan, penempatan bola-bola Juliane di depan net kembali membuat tunggal Jerman tersebut unggul 18-15. Saat kembali berhasil menyusul 17-18, Xuerui sempat mendapatkan ‘bad call’ saat hakim garis menyatakan bola pengembalian Juliane keluar lapangan namun justru dianulir oleh wasit dan menguntungkan Juliane. Sempat menambah dua poin dari neeting tipis dan pengembalian terburu-buru dari Juliane yang gagal melewati net, namun tidak cukup mampu membuat keajaiban untuk menyamakan kedudukan ketika bola tanggung Xuerui diselesaikan dengan manis oleh smash Juliane, 21-19.

 

Permainan Xuerui kian menurun di gim kedua. Banyaknya unforced error saat mengembalikan bola membuat posisi Xuerui kian tertekan. Sementara itu Juliane kian meningkatkan tempo serangan dan terus mengontrol pertandingan dengan smash-smash kerasnya. Tertinggal jauh 8-18, Xuerui akhirnya menyerah 12-21.

 

“Tepat setelah pertandingan selesai ada senyum lebar di wajah saya. Pertandingan yg sempurna dan saya sangat menikmatinya. Saya sangat fokus sejak awal pertandingan dan ternyata semua dapat berjalan lancar,” ungkap Juliane usai pertandingan.

 

“Saya mencoba bermain seratus persen, percaya dengan kemampuan yang saya miliki. Siap dan fokus sejak awal pertandingan,” lanjutnya kemudian.

 

Saat ditanya mengenai peluangnya ke final, Juliane menjawab, “Saya akan mencoba yang terbaik dan menikmati bermain dalam suasana penonton yang seperti ini. Saya berharap dapat tampil maksimal besok.”

 

Lawan Juliane selanjutnya adalan tunggal China lainnya, Jiang Yanjiao (8). Tunggal ke-4 China ini lolos dari hadangan kompatiotnya, Wang Shixian (4), 21-19, 21-12.

 

Pertandingan yang juga tidak kalah seru adalah saat menyaksikan dominasi Saina Nehwal (3) atas harapan tuan rumah, Tine Baun (5). Tampil dominan sejak awal gim pertama, Saina mampu memanfaatkan kelemahan Tine yang berpostur tinggi dengan menempatkan bola di depan net. Salain sempurna dalam meladeni pukulan-pukulan Tine yang akhirnya membuat tunggal Denmark tersebut berputus asa, strategi yang dikembangkan Saina ini juga beberapa kali menghasilkan poin dari pengembalian tanggung Tine di depan net. Meskipun Tine unggul dalam hal smash-smash keras dari pengembalian di area tengah lapangan, Saina yang sudah memimpin jauh 15-5 menutup gim ini lebih dulu, 21-10.

 

Permainan Saina menjadi berkembang lebih agresif di gim kedua. Sesuai dengan instruksi pelatih yang menyuruhnya lebih banyak untuk melakukan smash-smash dari tengah lapangan kembali membuat Saina unggul 15-7 dan 17-8. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Tine juga membuayarkan harapannya untuk berbuat banyak meladeni dominasi Saina. Tine akhirnya menyerah, 11-21

 

“Saya tidak bermain dalam performa terbaik saya dan Saina memiliki power yng sangat baik terutama saat-saat terakhir set pertama dan kedua. Saya mencoba berbaga cara namun tidak sukses sama sekali,” papar Tine sembari menahan kesedihan yang tampak jelas di wajahnya.

 

“Saya senang dengan dukungan penonton dan tentu saja setiap orang ingin mengakhiri karirnya dengan sempurna apalagi ini turnamen terakhir saya di Denmark. Saya sudah berusaha tapi sepertinya ini bukan hari terbaik saya,” lanjutnya kemudian.

 

Hasil ini mempertemukan Saina dengan unggulan teratas asal China, Wang Yihan yang sukses menghempas tunggal Korea Selatan, Sung Ji Hyun (7). Melalui laga tiga gim berdurasi 1 jam, Yihan memastikan kemenangannya, 21-13, 16-21, 21-8.

 

“Tadi set kedua sempat terburu-buru dan tidak sabar,” kata Yihan saat ditanya perihal kekalahannya di gim kedua (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: