Bulutangkismania's Weblog

Oktober 21, 2012

Results Semifinal Round Denmark Open SS Premier 2012 : Schenk, “Saya Sempat Berpikir Pensiun”

Hasil buruk yang dialaminya pada babak 16 besar Olimpiade London 2012 yang lalu sempat membuat sang tunggal Jerman berusia 29 tahun, Juliane Schenk untuk mengakhiri karirnya di dunia bulu tangkis. Namun raihan signifikan di turnamen ini dengan melangkah ke babak final sekaligus menjungkalkan 2 tunggal papan atas China justru membuatnya bersyukur tidak merealisasikan rencana tersebut. Di sektor putra, kejutan diciptakan wakil China Du Pengyu (7) atas rekan sekompatriotnya.

 

Kemenangan gemilang kembali dituai oleh pebulutangkis Jerman, Juliane Schenk dengan menghempas wakil China lainnya, Jiang Yanjiao (8) dalam laga tiga gim. Sebelumnya, Juliane juga mencetak hasil sempurna dengan mendepak peraih emas Olimpiade London 2012, Li Xuerui (2). Reli-reli panjang yang dipadu dengan permainan smash, netting serta penempatan di area baseline mewarnai hampir sebagian besar jalannya pertandingan. Jiang lebih solid dan agresif di gim pertama. Beberapa kali Juliane sempat gagal mengembalikan penempatan bola di depan net. Tertinggal jauh 9-15 dan 12-19, beberapa pengembalian Juliane yang tidak sempurna memastikan kemenangan untuk Jiang, 21-13.

 

Juliane berhasil mengubah pola permainannya menjadi lebih cepat dan agresif. Tunggal Jerman yang memiliki ‘power smash’ dan netting tipis ini unggul sejak awal gim kedua dan tak terbendung hingga akhir set. Memimpin dengan 13-7 dan 19-11, Juliane memastikan gim kedua menjadi miliknya, 21-14.

 

Selain tampil agresif, Juliane yang mulai menikmati dan mengimbangi permainan reli yang dikembangkan oleh Jiang ini tampil lebih sabar menunggu momentum yang tepat untuk membalikkan serangan. Kebiasaan bertanding dengan para pemain putra membuat pukulan backhand dan forehand Jerman ini menjadi lebih kuat. Beberapa penempatan Jiang yang diprediksi dapat menyulitkan Juliane mampu dikembalikan dengan baik oleh Schenk.

 

Selain mengembangkan smash dan netting, penempatan Juliane di area baseline berhasil menambah perolehan angka tunggal Jerman ini. Jiang sempat menyamakn kedudukan di angka 8, namun Schenk kembali meluncur 17-11 dari permainan solidnya. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Jiang saat mengembalikan bola-bola sulit Juliane melancarkan perolehan poin tunggal Jerman ini hingga kedudukan kritis 19-14. Stamina Schenk yang tidak menurun pada gim ketiga dengan terbukti beberapa kali reli yang dilakoninya dengan sempurna. Unforced error  yang dilakukan Jiang di poin-poin kritis termasuk saat melakukan servis dan mengembalikan bola serta netting tipis Juliane yang gagal dikembalikan oleh Jiang menutup gim ketiga sekaligus memastikan tiket final bagi kampiun Singapore Open SS 2012 tersebut, 21-15.

 

“Benar benar pertandingan yang luar biasa. Saya sempat barada pada sisi yang buruk dan tidak bertanding dalam ritme permainan terbaik saya, saya berusaha keras dan nyaris saja terseret pola permainan dia. Tapi setelah jeda interval set pertama saya mencoba untuk menikmati setiap reli yang dijalani dan akhirnya saya mampu bangkit kembali, itulah kuncinya sehingga saya bisa menang dua gim selanjutnya. Saya cukup senang dengan hasil ini,” urai Schenk panjang lebar.

 

“Beberapa minggu setelah Olimpiade saya sempat down karena hasil buruk disana. Saya merasa putus asa dan sangat kecewa.  Bahkan sempat berpikir untuk pensiun. Tapi kemudian saya mencoba untuk bangkit dan menikmati setiap pertandingan. Saya bersyukur dengan performa saya kali ini,” lanjutnya kemudian.

 

Sorakan penonton juga diakui Schenk sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi pertandingannya, “Dukungan penonton disini sangat luar biasa, berteriak menyemangati diantara reli dan setelah reli, suntikan energi dari luar untuk saya.”

 

China pada akhrnya harus mengubur harapan untuk memetik gelar di sektor putri setelah pada pertandingan lainnya, unggulan teratas Wang Yihan gagal meladeni permainan Saina Nehwal (3) karena cedera lutut kanan yang dialaminya. Kedua pemain sempat berimbang di awal gim pertama meskipun pada akhirnya Saina mampu unggul dan menuai kemenangan 21-12. Pada gim kedua, Saina kembali mendominasi jalannya pertandingan hingga kedudukan 9-2. Meskipun sempat untuk tetap bermain sambil sesekali mengamati balutan cedera pada lutunya, Yihan mampu memperkecil selisih poin menjadi 6-9.

 

Masalah timbaul saat kedudukan 6-10 ketika Yihan mencoba untuk mengembalikan bola drive cepat Saina di depan net. Lututnya yang sempat tertekan, membuatnya harus menahan rasa sakit. Usai jeda interval dengan masih menahan sakit sembari menghentak-hentakkan kakinya Yihan mencoba untuk tetap bermain dan sempat menambah 1 poin dari pengembalian Saina yang melebar. Namun saat mencoba mengembalikan netting Saina dan Yihan tampak kesulitan, sang pelatih pun segera mengambil inisiatif untuk memanggil tim medik dan memeriksa kondisinya. Dan setelah berdiskusi antara tim medis, official dan sang pemain, akhirnya diputuskan bahwa tunggal teratas China ini tidak akan melanjutnya pertandingannya. Kemenangan 12-7 untuk Saina Nehwal.

 

“Saina sempat terburu-buru di awal set tapi secara keseluruhan dia mampu kembali bangkit memnyelesaikan pertandingan dengan baik,” ungkap sang pelatih Saina, Pullela Gophicand.

 

“Sungguh disayangkan Yihan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Tapi melihat cara Saina bertanding, dia tampil sangat baik,” tambahnya kemudian.

 

Pengyu Buat Kejutan, Jorgensen Pukau Penonton

 

Di sektor putra kejutan berhasil dibukukan oleh Du Pengyu (7) dengan menundukkan wakil China lainnya, Chen Long (2). Bermain agresif dengan tempo cepat, Pengyu berhasil mendikte permainan tunggal peringkat 3 dunia tersebut. Pada partai semifinal lainnya, Jorgensen sempat mengimbangi permainan yang diperagakan Lee Chong Wei (1) di gim pertama dan membuka harapan bagi publik tuan rumah.

 

Bermain dengan tempo cepat sejak gim pertama, Pengyu mampu memaksa kompatriotnya, Chen Long untuk hanyut dalam ritme permainannya. Netting dan smash silang serta minim kesalahan sendiri membuat Pengyu mampu unggul dalam perolehan poin. Meskipun mencoba untuk menekan, kesolidan pertahanan Pengyu membuatnya unggul 21-14 di gim pertama.

 

Berharap ada perubahan strategi dari pemilik medali perunggu Olimpiade London 2012 ini pada gim kedua namun ternyata justru menunjukkan performa yang kian menurun. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan Chen Long membuat Pengyu dengan mudah mencatat kemenangan telak, 21-10

 

“Saya sebenarnya bermain normal namun sudah banyak persiapan sebelumnya,” komentar Pengyu perihal kemenangannya.

 

“Pertandingan tadi sebenarnya ketat dan kita memiliki level yang sama. Tergantung siapa yg lebh siap di lapangan,” paparnya kemudian.

 

Laga menarik dan berimbang juga sempat diperagakan oleh harapan terakhir tuan rumah di sektor tunggal, Jan O Jorgensen. Tunggal yang senantiasa dilanda cedera ini mampu meladeni permainan Chong Wei dan nyaris memenangi gim pertama.

 

Terus menekan dengan smash keras dan pengembalian tak terduganya membuat Jorgensen mampu menempel ketat perolehan poin Chong Wei dengan selisih 1-3 angka hingga kedudukan 20-20. Namun pengembalian silang di depan net yang gagal dikembalikan oleh Jorgensen serta kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Jorgensen saat mengembalikan bola menutup peluangnya di set pertama.

 

Lee Chong Wei mampu tampil lebih solid dan menjaga iramanya di gim kedua. Beberapa kesalahan sendiri yang sempat dilakukannya di gim pertama mampu diminimalisir sehingga efektif menekan laju perolehan poin Jorgensen. Tidak seperti pada gim pertama yang berlangsung ketat, tunggal kedua Denmark ini hanya mampu mengimbangi angka Chong Wei hingga kedudukan 6-6. Selebihnya, dominasi Chong Wei tak terbendung dan unggul dari setiap pukulan. Meluncur dengan 14-8 dan 18-11, Chong Wei akhirnya mengubur harapan sang publik tuan rumah 21-15 dan berhak atas tiket di partai puncak (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: