Bulutangkismania's Weblog

Oktober 21, 2012

Results Semifinal Round Denmark Open SS Premier 2012 : ANdra Takluk, ToLyn Asa Terakhr

Meskipun mampu menghibur penonton dengan menyuguhkan pukulan-pukulan unik dan penempatan bola tak terduga, duet andalan merah putih Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra) masih sulit untuk membendung kesolidan wakil Korea Selatan. Harapan akhirnya bertumpu pada duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn) untuk mendulang gelar sektor campuran.

 

Menghadapi tandem yang baru dipasangkan, Yoo Yeon Seong/Shin Baek Cheol, ANdra secara kualitas sebenarnya mampu mengimbangi permainan cepat yang diperagakan oleh keduanya. Bahkan di beberapa kesempatan ANdra justru mampu berbalik menekan dan membukukan poin. Tertinggal jauh 1-7 dan 6-13, Andra berhasil mempekecil selisih poin menjadi 13-14 dan 15-16. Namun ganda Korea yang tampil lebih solid dengan pertahannya mampu mementalkan setiap serangan yang dilancarkan oleh ganda Indonesia. Bahkan serangan tersebut berbalik menjadi bumerang yang membuat ANdra beberapa kali gagal mengembalikan bola dengan sempurna. ANdra kemudian menyerah, 17-21.

 

Di gim kedua, momentum untuk memperpanjang nafas terbuka ketika ANdra yang berada dalam posisi tertinggal mampu tiga kali menyamakan kedudukan di angka 10, 12 dan 15. Sayangnya beberapa kesalahan beruntun yang dicatat oleh ANdra membuat Yoo/Shin mampu mengoleksi enam angka berturut-turut serta memastikan langkah ke final, 21-15.

 

Keduanya akan menantang wakil negeri jiran, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (5) pada laga pamungkas. Koo/Tan lolos dari pertarungan dramatis tiga gim menghadapi unggulan teratas sekaligus favorit tuan rumah, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Menghadapi Mathias/Carsten, Koo/Tan sempat tertinggal dan tertekan lebih dulu di gim pertama, 19-21. Meskipun mampu mengimbangi duet Denmark dengan pertahanan yang sempurna, beberapa kecerdikan penempatan bola ganda Denmark di akhir gim ini membuat keberuntungan lebih berpihak pada Mathias/Carsten.

 

Belajar dari kesalahan di gim pertama, inisiatif untuk menekan dan mengembangkan permainan mampu diambil alih oleh Koo/Tan pada gim kedua. Minim kesalahan sendiri, pasangan peringkat satu Malaysia ini berhasil mendominasi penuh jalannya pertandingan dan memetik kemenangan 21-11.

 

Menyadari kesalahannya di gim kedua, Mathias/Carsten kembali memaksa ganda Malaysia bermain pada ritme yang sama seperti pada gim pertama. Berusaha untuk terus menekan dengan banyak menurunkan bola, melakukan smash dan penempatan bola di area kosong membuat Mathias/Carsten kembali unggul dalam perolehan poin hingga kedudukan 20-18. Namun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Carsten membuyarkan harapan sang tuan rumah untuk meraih tiket final.

 

Menyamakan kedudukan di angka 20 seolah-olah menjadi momentum kebangkitan bagi Koo/Tan. Namun pasangan Denmark tidak lantas menyerah dan panik. Keduanya justru mampu terus mengembangkan serangan dan menggagalkan empat kali match point yang dibukukan oleh Koo/Tan. Namun karena suasana ketat dan menegangkan membuat Carsten justru membuang kesempatannya dan melakukan beberapa kesalahan sendiri. Karena perasaan kesal, Carsten sempat membanting raketnya yang patah sehingga mendapatkan teguran dari wasit saat kedudukan 21-22.  Pengmbalian Carsten yang gagal melewati net serta serobotan yang terburu-buru dari Mathias Boe menuntaskan gim ini untuk duo Malaysia, 26-24.

 

“Set ketiga kita punya kesempatan dua kali match point tapi kita terlalu bernafsu untuk menang sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri. Tentu saja pertahanan ganda Malaysia sangat bagus dan kita sempat kesulitan dalam beberapa reli terakhir. Kita sebenarnya bermain cukup nyaman di gim ketiga namun mereka tampil lebih baik,” papar Mathias Boe panjang lebar yang ikut diamini oleh Carsten.

 

“Secara keseluruhan kita merasa puas namun tentu saja kita berharap lebih untuk pertandingan hari ini dan besok. Bukan hal yang mudah untuk menerima kekalahan tapi begitulan pertandingan,” lanjut Mathias kemudian.

 

Kekalahan ANdra menyisakan harapan merah putih untuk meraih gelar satu-satunya dari sektor campuran. Asa ini dipelihara dengan baik oleh ToLyn saat menantang unggulan ke-2 asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Memanfaatkan kondisi Zhao Yunlei yang tidak berada dalam performa terbaiknya paska terkurasnya stamina setelah berjibaku 3 gim di sektor ganda putri, ToLyn memetik kemenangan dua gim langsung, 21-12, 21-17.

 

Tidak seperti pada laga biasanya yang menampilkan reli-reli cepat dan adu strategi, pertandingan ini justru lebih banyak didominasi oleh ganda Indonesia. Pasangan China khususnya Zhao Yunlei beberapa kali justru melakukan kesalahan sendiri saat melakukan pengembalian bola. Setelah kalah mudah di gim pertama, duet China sempat bangkit di set kedua dan menempel ketat perolehan poin ToLyn. Zhang Nan sukses menjadi motor pertandingan setelah beberapa kali mencoba menekan ganda Indonesia. Namun kesolidan ToLyn dan konsistensi mereka untuk tampil dengan pola permainan sendiri kembali menekan rapuhnya pertahanan duo Zhang.

 

“Mereka masuk dalam ritme dan strategi kami,” ungkap Liliyana perihal pertandingannya.

 

Hasil ini mengantarkan ToLyn pada unggulan teratas, Xu Chen/Ma Jin yang tanpa kesulitan memetik kemenangan atas duo negeri jiran, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (5). Ketatnya pertahanan ganda China membuat Chan/Goh sulit untuk menembusnya dan membukukan angka. Keadaan justru berbalik ketika Chan/Goh melakukan banyak kesalahan sendiri. Reli-reli sering tejadi membuat pertandingan ini berlangsung unik dan seolah-olah menguji ketahanan pertahanan masing-masing pemain. Unggul  jauh 13-1 dan 19-3, Xu/Ma menutup kemenangan mereka dengan telak, 21-7

 

Beberapa unforced error China dan perkembangan permainan Chan/Goh membuat pertandingan gim kedua menjadi lebih berimbang. Xu/Ma yang unggul dari sisi serangan beberapa kali sempat gagal mengimbangi permainan Chan/Goh di depan net. Meskipun mampu terus membuntuti perolehan angka Xu/Ma dari kedudukan 7-10, 11-15, hingga 15-20, adu reli antara Goh Liu Ying dan Ma Jin yang disudahi dengan pengembalian melebar Goh Liu Ying menuntaskan gim kedua untuk China, 21-16

 

“Sejujurnya kita menghadapi lawan yang lebih mudah di babak sebelumnya sehingga kita harus melakukan persiapan total yang lebih baik sebelum menghadapi pasangan ini dan menurut saya mereka juga memiliki persiapan yang matang. Kita menang karena lebih siap,” ungkap Ma Jin usai pertandingan.

 

“Menurut saya mereka pasangan yang cukup kuat, kita hanya memiliki persiangan yang lebih baik dan mental yang matang sehingga bisa menang,” lanjutnya kemudian.

 

Misaki/Ayaka Bungkam Tian/Zhao

 

Paska ditinggal oleh salah satu pemain ganda papan atasnya, Mizuki Fujii yang berencana untuk gantung raket di tahun ini, sang negeri sakura tidak membutuhkan waktu lama untuk mencara ganda pendamping duet Jepang lainnya, Shizuka Matsuo/Mami Naito. Di turnamen ini usai menundukkan beberapa pasangan kuat merah putih, giliran unggulan teras China, Tian Qing/Zhao Yunlei (1) yang harus menelan pil pahit dengan menderita kekalahan 3 gim atas ganda peringkat 12 dunia ini.

 

Memiliki defense yang sempurna, bahkan di saat-saat sulit mengembalikan serangan lawan merupakan kelebihan tersendiri dari duet Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Reli-reli panjang yang coba di jajalkan oleh unggulan teratas Tian Qing/Zhao Yunlei serta terus mencoba menekan sejak awal gim pertama berhasil dimentahkan oleh Misaki/Ayaka. Bahkan di beberapa kesempatan ganda Jepang ini mampu menyerang balik dengan penempatan bola-bola yang tak terduga. Putus asa dengan kesolidan pertahanan tandem Jepang, Tian/Zhao menyerah 21-15 di gim pertama.

 

Memasuki gim kedua, giliran Misaki/Ayaka yang tampil kurang kompak dan rawan unforced error. Misaki/Ayaka hanya mampu mengimbangi perolehan poin Tian/Zhao hingga kedudukan 7-7. Selebihnya, ganda China yang unggul jauh 17-8 mendominasi jalannya pertandingan dan menutup gim ini, 21-13.

 

Melancarkan strategi yang sama seperti pada gim pertama, kesolidan Misaki/Ayaka dianatar reli-reli panjang membuat mereka unggul jauh 11-1 di awal gim ketiga. Beberapa kali serangan yang coba dibangun oleh Tian/Zhao selalu mampu dipatahkan oleh pasangan Jepang bahkan beberapa kali konsekuensinya berbalik menjadi keuntungan para srikandi negera sakura ketika ganda China gagal mengembalikan penempatan bola tersebut dengan sempurna. Terus memimpin hingga 18-9, Misaki/Ayaka pun akhirnya tak terbendung untuk menamatkan gim ketiga, 21-10.

 

Untuk mencatat sejarah dalam perjalanan karir mereka dengan memenagkan mahkota Super Series Premier pertama kalinya, Misaki/Ayaka dituntut konsistensinya saat menghadapi wakil China lainnya, Ma Jin/Tang Jinhua. Ma/Tang melenggang ke babak final usai menghempas kompatriot mereka, Bao Yixin/Zhong Qianxin (3), 21-15, 21-19 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: