Bulutangkismania's Weblog

Oktober 22, 2012

Final Results Denmark Open SS Premier 2012 : Pengyu Nyaris Buat Kejutan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:03 am
Tags: , , , , , , , , , ,

Sukses menjungkalkan kompatirotnya, Chen Long (2) di babak sebelumnya, Du Pengyu (7) nyaris membuat mimpinya jadi nyata ketika menghadapi Lee Chong Wei (1) di babak final dalam pertarungan tiga gim. Di sektor putri, performa antiklimaks Juliane Schenk (6) membawa berkah bagi Saina Nehwal untuk mengantongi gelar Super Series Premiernya yang kedua di tahun ini.

 

Menghadapi peraih medali perak Olimpiade London 2012, Lee Chong Wei, tunggal China, Du Pengyu ternyata mampu mempertahankan konsistensi permainannya seperti yang dia lakoni saat menghempas Chen Long di babak sebelumnya. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Chong Wei saat mengembalikan bola-bola Pengyu membuat tunggal China peringkat 9 dunia tersebut mendominasi paruh akhir gim pertama. Meluncur jauh dari 14-10 hingga 19-11, Pengyu tak terbendung dan memanfaatkan momentum ini dengan sempurna, 21-15 dari pengembalian melebar Chong Wei dan netting yang tidak sempurna.

 

Pada babak kedua, Chong Wei yang berhasil mendapatkan ritme permainan terbaiknya mampu mendominasi jalannya pertandingan. Minim kesalahan sendiri dan tampil agresif dengan smash-smashnya dan permainan netting, Chong Wei tanpa kesulitan menyudahi perlawanan Pengyu, 21-12.

 

Berharap bahwa runner up turnamen Indonesia Open SS Premier 2012 tersebut akan mengalami antiklimaks di gim ketiga, Chong Wei justru mendapatkan perlawanan ketat hingga akhir gim. Pengyu kembali menggunakan senjata smash-smash kerasnya yang tampil menekan serta netting tipis yang sulit untuk dikembalikan. Pertarungan ketat dan sling memimpin dengan selisih 1-3 poin berlangsung dari awal gim. Pengyu bahkan sempat unggul 11-8 sebelum jeda interval set ketiga.

 

Namun kematangan Lee Chong Wei membuatnya bangkit dan mendominasi paruh akhir gim ketiga. Meskipun peringkat satu dunia tersebut unggul dalam perolehan poin namun Pengyu mampu konsisten membuntuti dan menempel ketat hingga kedudukan 17-19. Smash Penguyu yang tak terbendung serta netting Chong Wei yang gagal melewati net membuat posisi kembali imbang di angka 19. Penempatan bola tak terduga Chong Wei di area baseline membuatnya meraih match point lebih dulu 20-19. Smash Chong Wei ke area baseline yang tipis di atas garis dan dianggap  masuk oleh hakim sempat diprotes oleh Pengyu namun sang wasit tetap tidak merubah keputusannya dan memberikan kemenangan bagi Lee Chong Wei.

 

“Pertandingan tadi sangat ketat dan kemenangan ini adalah kado ulang tahun saya di hari ini,” ungkap Chong Wei seraya mengucapkan terima kasih kepada para fans yang mendukungnya di turnamen ini.

 

Antiklimaks Juliane Schenk

 

Sukes mengubur dua tunggal utama China, Li Xuerui (2) dan Jiang Yanjiao (8) membuat penampilan Juliane Schenk (6) sebagai satu-satunya wakil Eropa di babak final akan terasa lengkap dengan gelar juara. Namun skenario yang terjadi di lapangan ternyata justru berbeda. Menantang tunggal India, Saina Nehwal (3), Juliane justru tampil tidak dalam performa terbaiknya.

 

Memasuki gim pertama, Juliane tampil meyakinkan dan mampu mengimbangi serangan-serangan yang dilancarkan Saina melalui smash-smash kerasnya dan netting tipis di depan net. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Saina saat mengembalikan bola di depan net membuat Juliane mampu berbalik unggul 10-9 setelah sebelumnya tertinggal 2-8.

 

Saina kembali unggul 12-10 dan 16-14 dari permainan menyerang dan penempatan bola-bola sulitnya di sudut lapangan. Setelah sempat bangkit dan menyamakan kedudukan di angka 17 dari beberpa bola tanggung Saina, Juliane justru melakukan kesalahan beruntun tiga poin dari pengembaliannya yang melebar di area baseline. Smash keras Saina dari netting bola tanggung Juliane menutup gim pertama 21-17 untuk Saina.

 

Antiklimaks permainan Juliane kian jelas terekspos pada gim kedua. Pengembalian yang tidak sempurna, kesalahan beruntun saat netting maupun melakukan smash dan backhand jika pada pertandingan sebelumnya menjadi senjata mematikan bagi lawan-lawannya kali ini justru berbalik menjadi bumerang. Saina yang meluncur dari kedudukan 9-5 menjadi 16-7 tanpa kesulitan mendikte permainan Schenk dengan smash-smash dan penempatan bolanya.

 

Setelah Juliane sempat menambah satu poin dari duel reli panjang yang ditutup dengan bola tanggung Saina dan serobotan raket Juliane di depan net, kedua pemain ini tersenyum lebar karena tidak mengira ‘sentuhan raket setengah’ tersebut jatuh di dalam lapangan Saina.

 

Lima poin beruntun yang dikoleksi Saina dari backhand Juliane yang tidak melewati net, serta smash dan serobotan Juliane yang tidak tenang dan gagal melewati net, smash keras Saina dari bola tanggung Juliane, serta flick serve Saina ke area baseline yang dibiarkan oleh Schenk memastikan gelar kedua Saina Nehwal di turnamen Super Series Premier tahun ini, 21-8.

 

“Terima kasih Denmark atas dukungannya. Juga untuk para fans India disini,” ungkap Saina usai pembagian hadiah.

 

“Setiap turnamen pasti berlangsung ketat dan termasuk disini saat semua pemain top dunia hadir. Saya bersyukur bisa menang di turnamen ini yang tidak saya kira sebelumnya. Terima kasih untuk para fans yang memberikan energi tambahan bagi saya,” lanjutnya kemudian (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: