Bulutangkismania's Weblog

Oktober 26, 2012

Results 2nd Round French Open SS 2012 : Hanya Dua Ganda Tersisa

Cukup menyedihkan, dari sepuluh wakil ganda merah putih yang berjibaku di babak enam belas besar hanya dua pasangan yang mampu ke lolos ke perempatfinal. Ahsan/Hendra, Yonathan/Hendra dan Suci/Della yang sukses membuat kejutan di laga sebelumnya, tidak mampu mempertahankan konsistensinya dan memperpanjang langkah ke babak selanjutnya.

 

Duet Yonathan Suryatama/Hendra Aprida (YoNdra) mengawali pil pahit yang harus ditelan oleh kubu merah putih usai kekalahan yang harus mereka terima atas duo Jerman, Ingo Kindervater/Johannes Schoettler dalam laga ketat berdurasi satu jam. Setelah sebelumnya YoNdra mampu membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan ke-3, Kenichi/Hiroyuki, pasangan ini diharapkan mampu paling tidak mencapai babak delapan besar.

 

Unggul 21-18 di gim pertama dari permainan menyerang dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh duet Jerman, YoNdra berbalik tertinggal 19-21 setelah berjibaku ketat hingga kedudukan 19-19. Ingo/Johannes yang sukses mengembangkan permainan terbaik mereka, mampu berbalik tampil agresif dan membukukan kemenangan.

 

Pasangan Jerman kembali unggul dan mendominasi gim ketiga hingga kedudukan 15-7. Sukses mempertahankan ritme yang mereka tampilkan seperti pada gim kedua, Ingo/Johannes berhasil meraih poin dengan menggempur pertahanan YoNdra. Namun secara dramatis YoNdra mampu bangkit dan berbalik menyerang ketika tandem Jerman beberapa kali gagal mengembalikan dengan sempurna. Keduanya bahkan sempat berbalik unggul 18-16 dan nyaris menutup gim ini 20-18. Namun karena bermain kurang tenang di angka kritis, YoNdra harus mengubur impian tiket delapan besar mereka, 20-22.

 

Kekalahan tak terduga juga harus dialami Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra) saat menghadapi duet negeri jiran, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong. Tidak seperti pada laga sebelumnya dimana kedua pemain ini sangat solid ketika Ahsan melakukan serangan sedangkan Hendra lebih banyak berada di depan net, kali ini ANdra justru sulit mengembangkan permainan karena banyaknya kesalahan sendiri yang mereka lakukan. Lepas dari kedudukan 10-10, ANdra yang senantiasa tertinggal dalam perolehan poin akhirnya menyerah 16-21 di gim pertama.

 

Mengetahui bahwa ANdra hanya mengandalkan permainan cepat di depan net dan penempatan bola, kesempatan ini digunakan dengan sempurna oleh Hoon/Tan untuk terus menekan dan banyak menurunkan bola. Serangan beruntun wakil Malaysia yang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh ANdra menjadi sumber perolehan poin bagi Hoon/Tan. Sebaliknya, meskipun tidak tampil agresif ANdra mampu mengembangkan permainan seperti pada laga sebelumnya saat menghadapi ganda Denmark. Alhasil, keduanya pasangan ini berjibaku ketat saling memimpin dengan selisih 1-2 poin hingga kedudukan 15-15.

 

Namun sayangnya saat memasuki poin-poin kritis di angka 15, unforced error yang dilakukan ANdra membuat mementum kembali memihak kepada Hoon/Tan. Lima angka beruntun membuat ganda Malaysia meraih match point lebih dulu untuk kemudian menutup gim ini, 21-17.

 

Dua ganda lainnya, Ryan Agung/Angga Pratama (RyNgga) dan Afiat Yuris/Bona Septano (AfNa) juga harus mengalami nasib serupa setelah takluk atas lawan-lawannya. RyNgga sempat membuka peluang di gim kedua saat menghadapi duet China, Hong Wei/Shen Ye (5), dengan mengantongi kemenangan 21-14 setelah sebelumnya tertinggal 17-21 namun tak mampu mempertahankan konsistensinya pada gim ketiga. Tertinggal cukup jauh 12-19 membuat RyNgga yang sempat mendapatkan momentum emas dengan 6 poin beruntun urung menciptakan kejutan dan harus menyerah 18-21.

 

AfNa yang ditantang duo Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (4) sempat menunjukkan performa terbaiknya di gim kedua setelah kalah telak 8-21 di set pertama. Mendominasi sebagian besar perolehan poin dengan selisih 1-2 angka, AfNa sayangnya gagal melewati ujian angka kritis 15-15. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan pasangan Indonesia membuat Kim/Kim melaju dan menyentuh match point lebih dulu, 20-16. Meskipun sempat menambah dua angka, AfNa kembali dipaksa takluk, 18-21.

 

Selain Indonesia yang harus mengalami ‘apes’ tanpa satu wakilpun di sektor ini, ternyata Jepang juga mengalami nasib yang sama. Satu-satunya wakil tersisa, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (6)gagal mengulang kesuksesannya seperti pada pekan lalu saat turnamen Denmark Open SS Premier 2012. Menghadapi lawan yang sama, Zhang Nan/Chai Biao, pasangan Jepang harus menelan kekalahan, 19-21, 13-21.

 

Sementara itu di sektor putri, duet kampiun Chinese Open GP Gold 2012, Pia Zebadiah/Rizki Amelia (PiaRi) menjadi satu-satunya wakil yang bertahan di perempatfinal. Keduanya sukses memenangi duel menghadapi ganda Malaysia, Goh Liu Ying/Lim Yin Loo. Kurang dari 30 menit, PiaRi menghempas Goh/Lim, 21-7, 21-15.

 

Langkah ini sayangnya tidak diikuti oleh tiga wakil lainnya, Suci Andini/Dela Destiara (SuDel), Gebby Ristiyani/Tiara Rosalia (GeTir), dan duo Anneke Feinya/Nitya Krisindha (AnNit). SuDel yang sebelumnya melibas duo Thailand, Duanganong/Kinchala (8) sempat membuka harapan ketika mampu memenangi set kedua atas wakil China, Ma Jin/Tang Jinhua. Unggul 21-19 setelah kalah telak 5-21 di gim pertama membuat SuDel mampu memperpanjang nafas hingga gim ketiga. Namun stamina yang terkuras sedangkan Ma/Tang kian agresif melancarkan smash-smash keras mereka membuat skenario yang sama seperti pada gim kedua kembali dialami SuDel, 8-21.

 

Menghadapi unggulan teratas, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl, GeTir juga tidak mampu berbuat banyak dan menyerah  dalam laga dua gim berdurasi kurang dari 30 menit.  Kalah dari sisi serangan serta banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan GeTir membuat pasangan Denmark tak tersentuh dan berada di atas angin dengan kemenangan 21-13, 21-9. Cedera tulang ekor yang dialami oleh Anneke Feinya dan memaksa AnNit untuk mundur sehingga melengkapi kekalahan para srikandi Indonesia di babak 16 besar.

 

ToLyn Harapan Terakhir

 

Tidak seperti para pemain putra ganda China di sektor campuran, para pemain Indonesia umumnya memilki smash yang kurang keras dan mampu diprediksi. Hal inilah yang membuat merah putih kembali harus kehilangan para wakilnya dan menyisakan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn, 4) di laga delapan besar.

 

Meskipun para pemain putri di sektor campuran tidak kalah dahsyat dalam mengolah bola dibandingkan dengan para pemain papan atas lainnya namun kelemahan di sektor putra membuat pasangan merah putih kembali harus tersingkir. Duet Muhammad Rijal/Debby Susanto (RiBby, 6) yang menantang wakil China, Qiu Zihan/Bao Yixin akhirnya tersingkir dini sebelum mengecap babak perempatfinal. Mengetahu keunggulan tandem Indonesia ini adalah ketika Debby mampu membloking bola dan pengembalian dengan sudut tak terduga di depan net, Qiu/Bao dengan cerdik beberapa kali mampu memaksa Debby lebih banyak bermain di belakang.

 

Beberapa smash Rijal yang mampu diprediksi dan tidak terlalu mematikan membuat keadaan berbalik menjadi genting bagi RiBby. Kesalahan beruntun yang juga kerap dilakukan tandem merah putih membuat Qiu/Bao memetik kemenangan telak 21-8 di gim pertama. RiBby perlahan mampu bangkit dan bersaing ketat di gim kedua. Keduanya mampu unggul hingga kedudukan 14-11 dan 17-15. Namun meskipun mampu bangkit dengan permainan cepat di depan net dan tampil agresif menekan, bebarapa kesalahan sendiri yang kembali dilakukan oleh RiBby membuat Qiu/Bao kembali unggul 19-17 sebelum akhirnya menutup gim kedua, 21-18.

 

Kekalahan RiBby membuat merah putih akhirnya menumpukan harapan kepada ToLyn yang sukses mengantongi kemenangan dari wakil Thailand, Patipat Chalardchaleam/Savitre Amitrapai. Meskipun sempat tertinggal di sebagian besar perolehan poin gim pertama, dari kedudukan 2-7 hingga 10-16, pengalaman dan kesolidan keduanya membuat ToLyn mampu bangkit dan akhirnya menyamakan kedudukan di angka 17. Tak mau menyia-nyiakan momentum terbaiknya, ToLyn menamatkan gim pertama, 21-19.

 

Tidak seperti pada gim pertama, ToLyn akhirnya mampu tampil dengan performa terbaiknya pada set kedua. Mampu meminimalisir kesalahan sendiri dan tampil menekan, ToLyn yang unggul 16-7 dan 19-9, menyudahi perlawanan Patipat/Savitree, 21-13 dan memastikan tiket perempatfinal.

 

Duo runner up Kejuaran Dunia 2011, Chris Adcock/Imogen Bankier akan menjadi tantangan ToLyn di babak selanjutnya. Chris/Imogen yang peringkatnya kian anjlok karena kalah di babak-babak awal beberapa turnamen terakhir ini sukses menghentikan tandem gado-gado Skotlandia-Indonesia, Robert Blair/Vita Marissa, 20-22, 21-15, 21-13 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: