Bulutangkismania's Weblog

Oktober 27, 2012

Results Quarterfinal Round French Open SS 2012 : Tanpa Wakil Di Empat Besar

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:23 am
Tags: , , , , , ,

Dua pasangan ganda merah putih yang menjadi tumpuan terakhir di sektor campuran dan ganda putri harus mengakui keunggulan lawan-lawan mereka. Kejutan kembali harus dialami Zhang Nan/Zhao Yunlei (2) saat tersingkir dini atas duo Korea Selatan. Di sektor putra, duel mental antara Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (2) menghadapi Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae menjadi tontotan paling menarik di babak delapan besar ini.

 

Jika setahun yang lalu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn, 4) mampu mempertahankan asa merah putih sebagai satu-satunya wakil tersisa hingga babak semifinal kali ini keduanya harus kandas lebih dini di delapan besar. Menghadapi ganda Eropa, Chris Adcock/Imogen Bankier (7) duet Indonesia sempat tidak turun dengan performa terbaiknya di gim pertama. Tidak seperti pada lag final turnamen Denmark Open SS Premier 2012 yang lalu dimana mereka mampu tampil menekan, kali ini keduanya relatif tampil lebih defensif. Sempat unggul 8-4 di awal gim, ToLyn tidak mampu mempertahankan kepemimpinannya ketika Chris/Imogen mampu tampil lebih sigap di depan net.

 

Duet Inggris-Skotlandia ini akhirnya mampu menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 11-9. ToLyn kembali unggul dan memimpin perolehan angka hingga titik 17-16 namun Chris/Imogen yang tampil lebih solid mampu membukukan 4 poin beruntun dari tekanan smash-smash Chris dan penempatan bola Imogen. ToLyn sempat menambah 1 angka dari pengembalian Imogen yang gagal melewati net namun pengembalian tanggung yang diselesaikan dengan sempurna oleh smash Chris menutup gim ini, 18-21.

 

Indonesia kembali berada dalam tekanan pada awal-awal gim kedua. Cegatan Chris di depan net serta beberapa penempatan Imogen membuat tandem Eropa unggul 6-3. Kesalahan beruntun yang dilakukan oleh ToLyn di depan net serta beberapa bola lambung Tontowi yang terlalu mengambang dan melebar membuat Chris/Imogen unggul jauh 13-8. Beberapa bola serobotan ToLyn di depan net dan kesalahan sendiri yang dilakukan Chris/Imogen menjadi momentum kebangkitan duo merah putih ketika melevelkan kedudukan di angka 15.

 

Di titik ini pertarungan mulai berlangsung seru dan imbang dimana terjadi saling mengejar dan memimpin perolehan poin satu demi satu hingga kedudukan 19-19. Pengembalian tanggung ToLyn yang diselesaikan dengan smash keras Chris membuat tandem Eropa meraih ‘match point’ lebih dulu, 20-19. Namun karena terburu-buru, Imogen justru melakukan kesalahan sendiri saat mengembalikan bola di depan net. Kesalahan beruntun yang dilakukan oleh ToLyn membuat keduanya harus takluk 20-22 dan menyerahkan tiket semifinal kepada Chris/Imogen.

 

Hasil ini membawa ganda Inggris/Skotlandia tersebut menantang unggulan teratas, Xu Chen/Ma Jin yang melenggang ke semifinal dengan menaklukkan wakil Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul. Cedera engkel yang dialami oleh Songphon saat kedudukan 4-8 di gim pertama sempat menunda pertandingan ini. Namun setelah disemprot dengan spray pereda rasa sakit, Songphon/Kunchala kembali dapat melanjutkan pertandingannya meskipun kemudian harus menyerah, 13-21, 10-21.

 

Pada partai semifinal lainnya, peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (2) kembali harus angkat koper lebih dini usai menelan kekalahan atas wakil Korea Selatan, Shin Baek Cheol/Eom Hye Won. Kalah dari sisi serangan dan strategi penempatan bola, Zhang/Zhao kembali menjalani pertandingan antiklimaks dan harus tersungkur 13-21 di gim pertama. Sempat unggul 8-3 di awal gim kedua, Zhang/Zhao yang beberapa kali gagal membendung serangan Shin/Eom kembali tertinggal 9-12 hingga 14-17. Meskipun sempat menyamakan kedudukan dan bersaing ketat hingga 19-19, Shin/Eom yang mampu lebih konsisten menutup set ini lebih dulu 21-19. Di laga empat besar, Shin/Eom kembali akan menjamu andalan China lainnya, Qiu Zihan/Bao Yixin. Qiu/Bao membukukan kemenangan atas kompatriot mereka, Hong Wei/Luo Yu, 21-12, 21-17.

 

Peluang untuk meloloskan wakil di semifinal akhirnya benar-benar tertutup setelah ganda putri, Pia Zebadih/Rizki Amelia (PiRiz) gagal mengulang kesuksesannya di Istora saat bertemu dengan unggulan teratas, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh PiRiz di gim pertama membuat keduanya sulit untuk menyamakan kedudukan meskipun mampu mengimbangi permainan yang dilakoni oleh Christinna/Kamilla. Dua smash beruntun Christinna yang gagal dikembalikan oleh srikandi merah putih menutup gim pertama, 21-17 untuk Denmark.

 

PiRiz sebenarnya mampu bangkit dan mendominasi jalannya pertandingan set kedua. Keduanya mampu terus mengungguli perolehan poin hingga kedudukan kritis 16-12. Namun permainan menyerang yang diperagakan duet Denmark serta beberapa kesalahan sendiri PiRiz membuat skor kedua pasangan kembali imbang di angka 17. Dua poin yang dihasilkan dari penempatan bola Pia di depan net serta kesalahan sendiri yang dilakukan Kamilla sempat membawa angin segar bagi Indonesia.

 

Namun Denmark kembali menyamakan kedudukan ketika Pia gagal melakukan drop shot di depan net serta pengembalian bola yang tanggung dari Rizki. Penempatan bola tak terduga Rizki di depan net membuat momentum kembali berpihak pada merah putih, 20-19. Bola tanggung yang diselesaikan dengan smash beruntun Christinna/Kamilla serta pengembalian Pia yang gagal melewati net membuat keberuntungan berbalik menjadi milik Denmark, 21-20. Kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Kamilla dan Christinna saat mengembalikan bola membuat hasil pertandingan ini menjadi kian sulit ditebak saat PiRiz kembali meraih game point, 22-21. Christinna/Kamilla kembali mampu menekan pasangan Indonesia dan berbalik unggul dengan match poin 23-22. Smash keras yang dilancarkan Rizki membuat posisi kembali imbang di angka 23. Dua kesalahan beruntun yang dilakukan PiRiz karena bermain tak sabar memastikan kemenangan bagi pasangan Denmark, 25-23.

 

Hasil ini membawa Christinna/Kamilla ke babak semfinal untuk menantang duo Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito (3). Shizuka/Mami melaju setelah manaklukkan Cheng Shu/Luo Yu, 11-21, 21-18, 21-18 dalam pertarungan berdurasi lebih dari 90 menit. Sementara itu pada partai semifinal lainnya, China memastikan satu tiket final setelah sukses meloloskan dua pasangannya di empat besar. Ma Jin/Tang Jinhua kembali mengulang kedigjayaannya atas wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 21-11, 21-13 sedangkan Bao Yixin/Zhong Qianxin (2) menaklukkan Choi Hye In/Kim So Young, 21-7, 21-18.

 

Perang Mental Sektor Putra

 

Andalan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae membutuhkan waktu 85 menit untuk menaklukkan unggulan ke-2, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dalam pertarungan reli yang cukup melelahkan. Pertahanan yang luar biasa ditunjukkan oleh Koo/Tan mampu memukau para penonton setelah berkali-kali mampu mementalkan serangan cepat yang dilancarkan oleh Koo/Lee. Jatuh bangun dalam mempertahankan bola membuat pertandingan ini berlangsung seru dan mendapatkan apresiasi penuh dari pendukungnya.

 

Mencoba untuk membangun serangan dan tampil menekan, duo Korea Selatan mampu mendominasi gim pertama dan unggul dalam perolehan poin hingga kedudukan 18-15 meskipun senantiasa mampu dibuntuti oleh Koo/Tan. Pengembalian Koo/Lee yang melebar, bola silang Koo Kien Keat setelah adu reli dan pertahanan yang memukau diperagakan oleh Koo/Tan, serta smash Koo Kien Keat yang gagal diantisipasi oleh Lee Yong Dae membuat kedua pasangan kembali berimbang di angka 18. Aksi ganti raket yang dilakukan oleh Tan Boon Heong saat pertandingan masih berlangsung pun sempat mengundang decak kagum dari para penonton.

 

Reli panjang yang ditutup oleh penempatan tak terduga Koo Kien Keat di area baseline serta pengembalian Koo/Tan yang dibiarkan oleh Sung Hyun karena dikiran keluar membuat Koo/Tan meraih game point lebih dulu, 20-19. Pengembalian Tan Boon Heong yang melebar dan di balas dengan kesalahan sendiri oleh Sung Hyun kembali membuat Koo/Tan unggul 21-20. Kedua pasangan yang tampil tak tenang justru melakukan kesalahan sendiri yang membuat kedudukan pertandingan berlangsung cukup menegangkan.

 

Bola-bola cegatan Ko/Lee kembali menjadi senjata andalan untuk menggagalkan game point pasangan Malaysia. Smash silang Sung Hyun bahkan sempat membuat wakil Korea berbalik unggul 23-22. Pengembalian Lee Yong Dae yang gagal melewati net membuat perolehan poin kembali sama di angka 23 namun penempatan bola tinggi Lee Yong Dae ke arah baseline yang gagal dijangkau oleh Koo Kien Keat serta smash-smash beruntun yang dilancarkan Ko/Lee saat tampil menekan menutup gim ini untuk ganda Korea Selatan, 25-23.

 

Tidak seperti pada gim pertama, Ko/Yoo justru mengendorkan serangan dan lebih banyak mengadalkan bola-bola cepat di depan net. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Koo/Tan untuk agresif menekan dan unggul jauh 15-8. Kondisi ini terus berlanjut hingga kedudukan 18-14 sebelum akhirnya ditutup oleh Koo/Tan, 21-16.

 

Gim ketiga kembali berlangsung dengan skenario yang sama seperti gim pertama. Serangan sebagian besar dilakukan oleh Ko/Lee namun pertahanan yang kokoh dari Koo/Tan membuat kondisi berimbang dan reli-reli panjang kembali terjadi. Koo/Lee mendominasi dalam perolehan poin sejak kedudukan 7-4 hingga 17-12. Namun Koo/Tan mampu bangkit dengan penempatan bola dan ‘defense’ nya untuk meyamakan kedudukan di angka 17. Dua kesalahan beruntun Koo Kiean Keat membuat Korea unggul 19-17 namun Koo/Tan kembali menyamakan ketika pengembalian Yong Dae terlalu melebar dan bola tanggung di depan net di  selesaikan dengan serobotan Koo Kien Keat.

 

Game point kembali diraih wakil Malaysia lebih dulu ketika Koo/Tan mampu menekan namun keadaan berbalik ketika Ko/Lee mampu balik menekan sehingga pada akhir reli pengembalian Koo/Tan terlalu melebar keluar lapangan. Balik tampil agresif dengan smash-smash beruntun, Koo/Tan sempat menyamakan kedudukan di angka 21 namun peluang untuk menamatkan set kembali terbuka bagi Ko/Lee ketika 5 kali smash beruntun ganda Korea akhirnya mampu menembus pertahanan Koo/Tan. Cegatan beruntun Ko Sung Hyun di depan net memastikan tiket semifinal untuk Korea Selatan, 23-21.

 

Hasil ini membawa Koo/Lee untuk menantang junior mereka, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (4). Duo Kim meloloskan diri dengan menghempas wakil China, Zhang Nan/Chai Biao, 21-18, 14-21, 21-17. Sedangkan pada semifinal lainnya akan mempertemukan Hong  Wei/Shen Ye (5) dan duet Thailand, Maneepong Jongjit/Bodin Issara (7). Hong/Shen meraih kemenangan atas duo Malaysia, Hoon Thien Haw/Tan Wee Kiong, 21-15, 20-22, 21-16 sedangkan Maneepong/Bodin mengalahkan Ingo Kindervater/Johannes Schoettler dalam laga ketat tiga gim, 18-21, 21-19, 22-20 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: