Bulutangkismania's Weblog

Oktober 29, 2012

Final Results French Open SS 2012 : China Kantongi Dua Gelar

Sang negeri tirai bambu sepertinya tidak pernah putus menciptakan para pemain berkarakter hebat di sektor ganda putri yang tampil di dua nomor. Usai kemunculan Gao Ling dengan segudang prestasinya yang kemudian dilanjutkan oleh Yu Yang, Ma Jin dengan pukulan-pukulan uniknya berhasil melanjutkan tongkat estafet pemain putri ganda China yang sukses di dua nomor.

 

Pekan lalu, Ma Jin yang cukup akrab dengan media dan para pendukungnya ini baru saja mengantongi dua gelar di sektor ganda putri dan campuran di turnamen Denmark Open SS Premier 2012. Kali ini, Ma Jin kembali berhasil mengulang prestasi yang sama meskipun dihadapkan pada susunan lawan yang berbeda. Pemain kelahiran 7 Mei 1988 ini meraih gelar pertama di turnamen ini bersama partner barunya Tang Jinhua usai menaklukkan wakil Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl.

 

Akurasi yang sangat baik yang dipadu dengan kesolidan dan penempatan bola-bola tak terduga membuat Ma/Tang langsung unggul jauh 8-0 di awal gim pertama. Tidak seperti pasangan China pada umumnya yang langsung tampil menekan, Ma/Tang justru bermain lebih sabar dan mengandalkan bola-bola pendek di depan net atau di sudut lapangan untuk meraih poin demi poin. Serangan hanya mereka lakukan beberapa kali di saat yang tepat untuk menghasilkan angka.

 

Terus memimpin hingga kedudukan 11-2 dan 19-8, Ma/Tang juga mendapatkan keuntungan dari beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Christinna/Kamilla. Tidak seperti pada laga di babak sebelumnya, Kamilla yang waktu itu menjadi penentu kemenangan Denmark atas duo Jepang dengan smash-smash kerasnya kali ini gagal mengembalikan bola dengan sempurna. Beberapa tekanan dan cegatan pasangan Denmark di akhir gim pertama sempat membuahkan 4 poin namun selisih yang terlalu jauh membuat Ma/Tang menutup gim ini lebih dulu, 21-12.

 

Paruh awal gim kedua berbalik Ma/Tang yang beberapa kali melakukan kesalahan sendiri dan pengembalian yang tidak sempurna. Momentum ini digunakan dengan baik oleh Christinna/Kamilla untuk tampil menekan dan unggul dalam perolehan poin hingga jeda interval 11-6. Setelah beristirahat sejenak, Ma/Tang kembali mendapatkan ritme terbaik permainan mereka sehingga pertandingan antara kedua pasangan berlangsung seimbang. Masing-masing pasangan berhasil mencuri poin dari penempatan tak terduga dan bola-bola cegatan di depan net.

 

Setelah berbagi di angka 11, kedua pasangan kembali terilbat duel seru dan saling memimpin hingga kedudukan 17-17. Tang Jinhua meskipun beberapa kali melakukan kesalahan sendiri namun berhasil memperbaikinya dengan penempatan dan serobotan bola. Beberapa unforced error Christina/Kamilla setelah bermain reli dan adu drive-drive cepat net sempat membuat China unggul namun kemudian disamakan kembali oleh Denmark dengan penempatan bola yang akurat dan pertahanan yang baik. Momentum kedua bagi pasangan Denmark kembali hadir katika dua sergapan Kamilla di depan net dan pengembalian Tang Jinhua yang terlalu melebar membuat mereka meraih game point, 20-17.

 

Namun kejelian wasit yang melihat pengembalian Christinna/Kamilla dua kali menyentuh raket membuyarkan harapan terjadinya rubber gim. Denamrk sempat terganggu dan bermain di bawah tekanan, Tang Jinhua berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut dua poin beruntun dari drop shot di depan net dan serangan smash atas bola tanggung Christinna sehingga menyamakan kedudukan di angka 20. Ketegangan yang dialami kedua pasangan membuat masing-masing akhirnya melakukan kesalahan sendiri saat melakukan servis dan mengembalikan bola. Setelah berimbang di titik 21, pengembalian bola unik Ma Jin di area baseline setelah sebelumnya ditekan oleh sergapan Kamilla serta penempatan silang Tang Jinhua yang tidak terduga memastikan gelar ini jatuh ke tangan China, 23-21.

 

Ma Jin kembali memahkotai gelar di sektor campuran bersama Xu Chen usai mengalahkan kompatriot mereka, Qiu Zihan/Bao Yixin. Tampil dominan dengan smash-smasnya, Xu/Ma tak tersentuh dan merebut gim pertama, 21-17. Namun Qiu/Bao kembali bangkit dengan permainan memukau di depan net dan penempatan bola-bola tak terduga di luar jangkauan Xu/Ma. Meskipun Xu/Ma sempat beberapa kali menyamakan angka di poin-poin kritis hingga kedudukan 19-19, Qiu/Bao sukses menamatkan gim ini lebih dulu, 21-19.

 

Tekanan dan smash beruntun yang dilancarkan oleh sang senior, membuat Qiu/Bao kembali tertinggal di gim ketiga. Memimpin dengan 9-3, 15-7 dan 18-9, Qiu/Bao sempat mendapatkan momentum ketika mampu memperkecil selisih poin 18-20 dari permainan menyerang dan penempatan bola yang sulit dijangkau. Namun kematangan Xu/Ma membuat mereka tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan, 21-18.

 

Di sektor putra, andalan Korea Selatan yang diharapkan dapat menjadi ganda tulang punggung negeri ginseng ini, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae sempat kerepotan untuk membendung agresivitas dan kesolidan perlawanan wakil Thailand, Maneepong Jongjit/Bodin Issara (7). Tampil hati-hati di bawah tekanan perolehan poin yang ketat, Ko/Lee takluk 22-24 di gim pertama setelah sempat tiga kali menggagalkan game point Maneepong/Bodin.

 

Namun di dua set berikutnya, banyaknya kesalahan sendiri yang dibukukan oleh Maneepong/Bodin serta tekanan beruntun yang dilancarkan Ko/Lee membuat ganda Korea Selatan akhirnya mampu menjinakkan ganda muda Thailand tersebut, 21-17, 21-11 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: