Bulutangkismania's Weblog

November 24, 2012

Results Quarterfinal Round Hong Kong Open SS 2012 : Ganda Tanpa Wakil

Tiga pasangan ganda tumpuan harapan Indonesia di turnamen Hong Kong Open SS 2012 dipaksa takluk dalam laga dua gim menghadapi lawan-lawannya. Fran/Shendy di kandaskan oleh peraih perunggu Olimpiade London 2012, Joachim/Christinna (4) sedangkan Riky/Richi menyerah dari pasangan nomor 2 China, Zhang Nan/Zhao Yunlei (2). Duet Ahsan/Hendra yang tampil memukau di babak sebelumnya tak kuasa membendung kesolidan Fu Haifeng/Cai Yun (2).

 

Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (FraNdy, 6) yang menantang unggulan asal Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen (4) sebenarnya mempunyai peluang besar untuk merebut gim pertama ketika mampu menyamakan kedudukan di angka 14 setelah sebelumnya tertinggal jauh 3-10 karena beberapa kesalahan sendiri dari pasangan Indonesia yang lebih banyak mengangkat bola. Momentum kedua mereka juga terjadi di poin-poin kritis saat merebut 3 poin beruntun dan menyamakan kedudukan di angka 20. Namun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan FraNdy karena terlalu terburu-buru membuat kesempatn beralih kepada Joachim/Chrstinna, 23-21.

 

Tidak seperti pada gim sebelumnya, FraNdya membuka set kedua dengan tetringgal jauh 3-12 karena beberapa kesalahan sendiri. Keadaan ini kian membuat permainan FraNdya tak berkembang dan terus menerus berada di bawah tekanan tandem Denmark. Berada di atas angin dan tak terbendung, Joachim/Christinna memastikan tiket semifinal mereka, 21-8.

 

“Kami kurang beruntung di gim pertama, tapi memang lawan lebih bagus dan kami banyak mati sendiri. Lawan juga memiliki cover lapangan yang bagus,” kata Fran seperti yang diungkapkannya dalam situs resmi PB PBSI.

 

“Christinna memiliki service yang bagus. Beberapa kali service dia menyulitkan, pengembalian kami pun menguntungkan posisi mereka untuk menyerang,” tambah Shendy kemudian.

 

Nasib serupa juga dialami oleh wakil merah putih lainnya, Riky Widianto/Richi Puspita Dili (RiRi) saat menjajal peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Meskipun pada gim pertama RiRi mampu mengimbangi perolehan poin Zhang/Zhao, bahkan beberapa kali sanggup memimpin di kedudukan 4-1, 7-5, 14-12 hingga 16-15, kondisi ini sayangnya tak bertahan hingga kedudukan poin-poin kritis. Empat angka beruntun yang dikoleksi pasangan China menjadi momentum bagi mereka untuk menutup gim pertama, 21-18.

 

Set kedua seolah-olah menjadi antiklimaks permainan RiRi. Zhang/Zhao mendominasi penuh jalannya pertandingan dan tak terbendung dalam perolehan poin. Tak hanya unggul dari sisi serangan, duo China juga tampil cemerlang dalam mengolah bola di depan net. Terus unggul dari kedudukan 6-2, 14-8, hingga 18-10, Zhang/Zhao tanpa kesulitan menutup gim kedua 21-12.

 

“Kali ini kami kurang sabar, selain itu lawannya memang lebih berpengalaman. Sebetulnya kami bisa mengimbangi permainan mereka, hanya saja tadi konsentrasi kami tidak bisa stabil,” papar Riky usai pertandingan.

 

“Pada gim kedua, mereka menang di service yang menyulitkan posisi kami. Mereka beberapa kali memberikan service panjang dan saya gagal mengembalikan. Tidak seperti gim pertama, pada gim kedua kami dibuat tak bisa berkembang, mereka sudah siap menunggu pengembalian kami dan terus menyerang,” ungkap Richi kemudian.

 

Dengan hasil ini, China membuka peluang untuk mempertemukan dua pasangannya di laga pamungkas setelah pada perempatfinal lainnya, unggulan teratas Xu Chen/Ma Jin memetik kemenangan atas duet Singapura, Danny Bawa/Yu Yan Vanessa (7), 21-17, 21-13. Xu/Ma akan menantang duet muda Malaysia yang performanya sedang meroket dalam beberapa turnamen terakhir, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (3). Chan/Goh yang pekan lalu menjungkalkan pasangan nomor satu Indonesia, Tontowi/Liliyana (ToLyn) kali ini melenggang ke empat besar dengan menekuk Yoo Yeon Seong/Jang Ye Na, 23-25, 21-16, 21-15.

 

Ahsan/Hendra  Tersingkir

 

Duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra) yang di laga sebelumnya tampil jaya dengan menghempas kampiun Denmark Open SS Premier 2012, Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong, kali ini dipaksa bertekuk kepada duet teratas China, Fu Haifeng/Cai Yun (2). Sementara itu di sektor putri sang negeri tirai bambu menunjukkan dominasinya dengan meloloskan tiga pasangan ke semifinal.

 

Menghadapi Fu/Cai yang lebih diunggulkan, Ahsan/Hendra (ANdra) justru tampil di bawah performa terbaiknya. Tidak seperti pada pertandingan sebelumnya, kali ini mereka sulit untuk mengembangkan permainan dan berada di bawah tekanan lawan. Kedua pasangan yang mencoba untuk saling menyerang dan bermain agresif berjalan cukup imbang namun karena beberapa kesalahan sendiri ANdra di depan net membuat ganda Indonesia senentiasa sulit untuk melampaui perolehan poin Fu/Cai. Smash-smash keras Fu Haifeng juga terbukti ampuh menjadi penghasil poin pasangan China ketika beberapa kali gagal diantisipasi oleh ANdra. Setelah berjibaku selama 28 menit, Fu/Cai berhasil mematahkan perlawan duo merah putih, 21-17, 21-15.

 

“Kami banyak mati sendiri, permainannya tidak keluar. Permainan lawan tadi sih tidak terlalu cepat, tapi mereka lebih tenang, lebih berpengalaman. Sebetulnya ingin sekali menang, selama bertemu saya belum pernah menang dari mereka, ” ujar Ahsan seperti yang ditulis oleh situs PB PBSI.

 

“Harus lebih banyak latihan lagi dan pengalaman bertanding bersama Ahsan. Selain itu kami juga harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri” tutur Hendra menambahkan.

 

Kemenangan ganda China lainnya, Liu Xiaolong/Qiu Zihan atas duet Malaysia, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong, 25-27, 23-21, 21-13 memastikan satu tempat bagi pasangan China di laga pamungkas karena keduanya akan saling ‘membunuh’ di babak empat besar. Sementara itu semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan teratas, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan ganda kuda hitam asal Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Tsai Chia Tsin yang digandeng oleh Lee merupakan pengganti partner lamanya, Fang Chieh Min, yang gantung raket usai Olimpiade London 2012 yang lalu meskipun masih dalam usia yang terbilang muda, 26 tahun.

 

Koo/Tan mendatkan tiket semifinal ‘gratis’ tanpa bertanding setelah penantangnya, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae memutuskan untuk mengundurkan diri dari turnamen ini karena cedera pinggang yang dialami oleh Ko Sung Hyun paska bertanding menghadapi ganda Indonesia, Angga/Ryan (AngRy) di babak 16 besar sebelumnya. Sedangkan Lee/Tsai membuat kejutan dengan menghempas unggulan ke-5, Hiroyuki/Kenichi, 14-21, 21-16, 21-16.

 

Di sektor putri, dominasi para srikandi China masih belum terbendung. Duet teratas, Tian Qing/Zhao Yunlei masih terlalu tangguh bagi pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (5) yang sempat tampil cemerlang di beberapa turnamen sebelumnya. Dalam laga berdurasi 43 menit, Tian/Zhao membukukan kemenangan, 21-11, 21-18.

 

Goh Liu Ying yang berkembang pesat di sektor campuran ternyata juga berpengaruh terhadap performanya di nomor putri bersama Lim Yin Loo. Usai menghentikan Greysia/Meiliana (GraMel) dua gim langsung di babak kedua, Goh/Lim mampu merebut gim pertama 21-18 atas wakil China, Bao Yixin/Tang Jinhua (7). Namun di dua set berikutnya duo China mampu tampil lebih solid dan agresif sehingga mampu menuai keunggulan, 21-9, 21-13.

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, Wang Xiaoli/Yu Yang yang sepanjang turnamen ini hanya membutuhkan laga dua set untuk menundukkan lawan-lawannya. Menghadapi unggulan asal Korea Selatan, Eom Hye Won/Jang Ye Na (6), Wang/Yu menyudahi perlawanan keduanya, 21-10, 21-19 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: