Bulutangkismania's Weblog

November 24, 2012

Results Quarterfinal Round Hong Kong Open SS 2012 : Tommy Selamatkan Muka Indonesia

Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya pelipur lara publik Indonesia usai kekalahan beruntun yang dialami oleh para pemain lainnya di sektor ganda maupun tunggal putri. Adrianti Firdasari yang diharapkan dapat mengulang kesuksesannya seperti pada laga dua babak sebelumnya sempat memberikan perlawanan sengit atas kampiun Kejuaraan Dunia 2010, Wang Lin, namun sayangnya belum cukup mampu untuk membukukan kejutan.

 

Menghadapi runner up Bitburger Open GP Gold 2012 asal Jerman, Marc Zwiebler, pebulutangkis Indonesia Tommy Sugiarto mampu menyajikan perlawanan ketat dari sisi serangan dan olahan bola di depan net. Tommy yang lebih dulu tertinggal 8-14 di gim pertama perlahan mampu bangkit dan memberikan perlawanan kepada Marc hingga berbalik unggul 18-15. Sukses mengantongi 5 poin beruntun seolah-olah menjadi momentum bagi Tommy sebagai modal untuk menutup gim pertama, 21-17.

 

Zwiebler kembali mendominasi paruh akhir gim kedua ketika unggul 15-10 dan 19-15 ketika mampu tampil agresif dan menekan pertahanan Tommy. Meskipun peringkat 30 dunia asal Indonesia tersebut sempat memperkecil selisih angka menjadi 18-19 dan 19-20, Zwiebler yang tampil lebih tenang berhasil menamatkan gim ini lebih dulu, 21-19. Perseteruan yang lebih intens dengan selisih 1-3 poin dan saling memimpin mewarnai pertandingan set ketiga. Setelah imbang di angka 14, Tommy berhasil mengambil inisiatif untuk unggul lebih dulu 16-14 dan 19-15 sebelum memastikan kemenangannya, 21-17. Permainan Tommy yang luar biasa dan mampu meladeni bola-bola agresif dan tak terduga Zwiebler mendapatkan apresiasi dari para penonton Hong Kong Coliseum.

 

“Lawan memiliki akurasi pukulan yang baik, bola depannya juga halus,” kata Tommy seperti yang di tulis oleh situs PB PBSI.

 

“Kunci kemenangan saya adalah bermain sabar dan menunggu saat yang tepat untuk mematikan bola. Saat gim ketiga, kami sudah sama-sama lelah, tapi tadi ketahanan saya lebih baik dibanding lawan,” lanjutnya kemudian.

 

Kemenangan ini membawa Tommy ke semifinal untuk menantang unggulan ke-2 asal China, Chen Long. Chen melenggang usai melibas andalan Jepang, Sho Sasaki (5), 21-16, 21-12. Saat ditanya peluangnya menghadapi tunggal peringkat teratas China tersebut, Tommy berujar, “Peluang menang pasti ada, saya harus waspada dengan permainan cepatnya dan serangan-serangannya yang berbahaya. Dua kali bertemu saya dalam kondisi tidak prima, kali ini harus bisa.”

 

Pada laga empat besar lainnya, unggulan teratas Lee Chong Wei akan berhadapan dengan tunggal Jepang lainnya, Kenichi Tago (6). Kedua pemain ini senantiasa mencatat kemenangan mulus straght game atas lawan-lawannya di turnamen ini. Chong Wei melumpuhkan Nguyen Tien Minh (7), 21-18, 21-19 sedangkan Tago menaklukkan Mohamad Arif Abdul Latif, 21-17, 21-17.

 

Adrianti Firdasari yang diharapkan mampu membendung dominasi para srikandi China bersama pemain kuda hitam lainnya sayangnya gagal mengulang kesuksesannya seperti pada laga dua pertandingan sebelumnya. Menghadapi mantan pemain nomor satu China, Wang Lin, Firda yang banyak melakukan kesalahan sendiri di gim pertama gagal mengimbangi permainan agresif yang diperagakan oleh Wang Lin. Tertinggal 4-10 dan 9-17, Firda akhirnya menyerah 12-21.

 

Paruh akhir set kedua justru menjadi momentum terbaik bagi Firda. Senantiasa unggul dalam perolehan poin sejak awal gim hingga kedudukan 15-10, srikandi merah putih berperingkat 37 dunia ini justru tak mampu mempertahankan ritmenya sehingga membuat Wang Lin meraih enam poin beruturut-turut dan berbalik memimpin 16-15. Paska bersaing ketat hingga skor 18-18, dua poin beruntun yang dikantongi Wang Lin membuatnya kian percaya diri memastikan tiket semifinal Superseries perdananya paska meraih gelar Kejuaraan Dunia 2010 yang lalu, 21-19.

 

“Saat saya unggul 15-10, Wang mengubah pola permainan dengan banyak memberikan bola-bola lambung. Saya sempat mencoba untuk kembali ke pola permainan awal, dan sempat berhasil. Sayangnya pada kedudukan 18-19, lob silang saya tanggung,” jelas Firda.

 

Selain Wang Lin dominasi para srikandi juga kembali teruji di turnamen ini dengan meloloskan dua pemain lainnya, Li Xuerui (2) dan Wang Yihan (1). Xuerui meraih kemenangan tanpa bertanding atas lawannya Tine Baun (6) yang mundur karena cedera sedangkan Wang Yihan (1) harus berpeluh saat menundukkan wakil Taiwan, Pai Hsiao Ma dalam laga rubber game.

 

Pai yang juga bermain rangkap di sektor ganda putri bersama Wu Ti Jung ini mampu bermain efektif di depan net serta mendapatkan keuntungan dari beberapa unforced error Yihan. Memimpin sebagian besar perolehan poin gim pertama, Pai mencatatkan kemenangannya, 22-20. Setelah kalah telak 11-21 di gim kedua, Pai sempat bangkit di paruh awal gim ketiga dan memimpin hingga 9-4. Namun Yihan yang lebih berpengalaman lebih sukses menjaga konsistensi dan staminanya hingga akhir set, 21-16.

 

Satu-satunya wakil non China di sektor ini adalah pebulutangkis Jerman, Juliane Schenk (5) yang setelah pada laga sebelumnya mendapatkan keuntungan dari cedera yang dialami Chen Xiao Jia, kali ini tampil sempurna dengan smash-smash keras dan pengembaliannya di depan net. Menghadapi tunggal peringkat 14 dunia, Porntip Buranaprasertsuk, Schenk yang sempat tertinggal 8-14 di gim pertama berhasil membalikkan keadaan dan merebut kemenangan, 21-16, 21-16 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: