Bulutangkismania's Weblog

November 25, 2012

Results Semifinal Round Hong Kong Open SS 2012 : Final Dua Negara, Dua Unggulan Teratas

Untuk pertamakalinya sepanjang perhelatan Superseries di tahun 2012, partai final mempertemukan para pebulutangkis China dan Malaysia yang menempati dua unggulan teratas di turnamen ini. China sukses memastikan tiga gelar di sektor campuran, ganda dan tunggal putri sedangkan Malaysia yang menempati unggulan teratas di dua nomor lainnya akan mencoba mencuri gelar dari sang tirai bambu.

 

Meskipun beberapa kejutan sudah terjadi di babak-babak awal turamen ini, namun pada akhinya dua unggulan teratas di setiap sektor berhasil mempertahankan konsistensinya hingga laga pamungkas. Apabila pada turnamen Superseries sebelumnya minimal ada tiga negara yang melenggang, kali ini final hanya melibatkan dua negara yang menempati dua unggulan teratas di turnamen ini, China dan Malaysia.

 

Duet Wang Xiaoli/Yu Yang (2) tanpa kesulitan menyudahi perlawanan pasangan Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito dua gim langsung sekaligus mempersembahkan tiket final pertama bagi tim China di turnamen yang berhadiah total USD 350,000 ini. Unggul dari sisi serangan dan penempatan bola tak terduga, Wang/Yu memimpin perolehan poin 12-5 dan 17-8 di gim pertama. Meskipun Shizuka/Mami dengan keuletannya sempat memperkecil selisih poin 14-18, kesolidan Wang/Yu yang kembali dalam performa terbaiknya berhasil menamatkan set ini lebih dulu, 21-15.

 

Gim kedua menjadi antiklimaks bagi Shizuka/Mami yang beberapa kali gagal membendung serangan dan antisipasi bola-bola sulit Wang/Yu. Unggul jauh 9-2 dan 14-4, dominasi pasangan China tak terbendung untuk membukukan kemenangan telak 21-5.

 

“Kejadian di Olimpiade adalah bagian dari pengalaman kami  yang tidak terlupakan. Membuat kami menjadi lebih dewasa. Saya berharap media dan para fans dapat mengerti. Kami memang dijadwalkan tampil di Denmark namun batal karena cedera kaki yang dialami Wang Xiaoli. Mungkin hal tersebut akan menimbulkan kesalahpahaman dari para fans dan media. Sekarang kita kembali tampil di lapangan dan berharap para fans dapat terus mendukung kita,” papar Yu Yang kepada media China.

 

Pada laga semifinal lainnya yang mempertemukan sesama wakil China, unggulan teratas, Tian Qing/Zhao Yunlei harus berjibaku rubber game selama lebih dari satu jam untuk menundukkan kompatriotnya, Bao Yixin/Tang Jinhua (7). Setelah bersaing ketat dengan selisih 1-3 poin di gim pertama, Tian/Zhao menamatkan set ini lebih dulu, 21-18. Namun kesalahan beruntun dan agresivitas serangan yang dilancarkan Bao/Tang di gim kedua memaksa Tian/Zhao untuk melepas set ini, 11-21. Kedua pasangan mencoba untuk saling menekan dan melancarkan serangan pada gim ketiga. Unggul 10-8 sebelum jeda interval, Tian/Zhao berhasil mempercepat tempo permainan dan mengambil inisiatif untuk lebih dulu menyerang sehingga memastikan tiket final Superseries ketiganya di tahun ini, 21-18.

 

Duet Fu Haifeng/Cai Yun (2) paska merebut emas Olimpiade London 2012 memang tidak sedang dalam peforma terbaiknya. Selain didera masalah cedera, keduanya juga beberapa kali harus menjalani pertandingan yang sulit meskipun saat menantang pasangan non unggulan yang berperingkat jauh dibawahnya. Seperti pada laga semifinal kali ini saat berhadapan dengan junior mereka, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Dala laga berkeringat 62 menit tersebut, Fu/Cai yang tertinggal 12-18 di paruh akhir gim pertama akhirnya menyerah 18-21. Meskipun unggul dalam hal serangan, Fu/Cai beberapa kali tak terlihat solid dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

 

Keduanya nyaris mengubur mimpi ke babak final ketika Liu/Qiu kembali menyajikan permainan ketat dan memimpin di paruh awal gim kedua, 11-7. Beruntung pengalaman mereka yang jauh lebih matang dari sang kompatriot membuat Fu/Cai mampu membalikkan keadaan dan memaksakan rubber, 21-17. Perubahan strategi yang dilancarkan Fu/Cai di gim ketiga dan beberapa kesalahan sendiri yang dibuat oleh Liu/Qiu membuat Fu/Cai kembali mendominasi paruh akhir gim ketiga untuk memastikan kemenangan mereka, 21-16.

 

Dalam kondisi Fu/Cai yang sedang menurun, sang penantang asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (1) memiliki peluang besar untuk mencuri gelar di sektor ini. Kesempatan ini akan menjadi yang terakhir bagi Koo/Tan di tahun 2012 setelah pada dua turnamen sebelumnya di Jepang dan Denmark, mereka harus puas dengan posisi runner up. Koo/Tan meloloskan diri usai menghempas wakil Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin.

 

Meskipun Lee/Tsai mampu mengimbangi serangan yang dilancarkan Koo/Tan, namun keduanya gagal menyajikan permainan bersih yang minim kesalahan sendiri. Usai tertinggal 21-23, Lee/Tsai yang tampil tak seagresif gim pertama kembali menyerah 13-21 atas duo negeri jiran tersebut.

 

Joachim/Christinna Takluk

 

Pada tahun 2011 yang lalu, duet Joachim Fischer/Christinna Pedersen (3) mampu merajai babak semifinal lima turnamen Superseries terakhir sekaligus memastikan langkah mereka ke babak final. Keberhasilan ini juga yang akhirnya membuat mereka mampu bertengger di peringkat 3 besar dunia. Semangat dan motivasi tersebut coba mereka kembangkan kembali di sepanjang turnamen ini sebagai ajang Superseries terkahir di tahun ini.

 

Menghadapi peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (2), Joachim/Christinna mampu menyajikan permainan atraktif dan agresif yang unggul di depan net maupun penempatan bola-bola tak terduga. Dalam laga berdurasi 66 menit tersebut, bloking dan placing Joachim/Chistinna yang berhasil lengkapi dengan sempurna oleh smash-smash keras Joachim terbukti ampuh merepotkan pertahanan ganda China. Terus memimpin dari kedudukan 10-5 hingga 19-12 membuat pasangan Denmark tak terbendung, 21-13.

 

Joachim/Christinna kembali mampu meladeni serangan-serangan cepat yang diperagakan oleh Zhang/Zhao hingga kedudukan 12-13 di gim kedua. Namun tandem China selain sukses dengan serangan beruntun juga mampu memperagakan permainan solid di depan net. Lima poin beruntun yang dikoleksi Zhang/Zhao menajadi momentum mereka untuk memastikan rubber game, 21-15.

 

Smash dan permainan di depan net seperti yang mereka peragakan di gim pertama kembali menjadi senjata pamungkas bagi Joachim/Christinna untuk merebut 10 poin beruntun di titik-titik kritis gim ketiga setelah sebelumnya tertinggal jauh 9-17 karena beberapa kesalahan sendiri. Setelah sempat menggagalkan dua kali matchpoint pasangan China, Joachim/Christinna yang tampil kurang tenang harus rela menyerahkan tiket final untuk sang penantang yang menutup set ini lebih dulu, 23-21.

 

Kemenangan unggulan teratas, Xu Chen/Ma Jin atas wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (3), 21-16, 21-18 di pertandingan terakhir babak semifinal turnamen ini akhirnya memastikan gelar sektor campuran jatuh ke tangan China.

 

“Kita sudah pernah mengalahkan pasangan Indonesia dan juga ganda lainnya bahkan para pemain muda China tapi dua pasangan teratas China (Xu/Ma dan Zhang/Zhao) adalah hal yang berbeda,” papar bintang muda 23 tahun asal Malaysia, Goh Liu Ying.

 

Satu-satunya kemenangan yang diraih Chan/Goh atas Xu/Ma diukir mereka pada turnamen China Open SS Premier tahun lalu namun paska kejadian tersebut, Chan/Goh senantiasa takluk di 5 laga selanjutnya, termasuk pada ajang ini.

 

“Mereka adalah pasangan yang sangat kuat dan paling layak untuk dikalahkan. Itu target kami selanjutnya,” lanjut anak asuh dari Jeremy Gan ini (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: