Bulutangkismania's Weblog

Desember 14, 2012

Results Day 2 BWF Superseries Finals 2012 : Intanon Petik Kemenangan Kedua

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:49 am
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

lPebulutangkis muda Thailand, Ratchanok Intanon berhasil memetik kemenangan kedua di grup B usai mengandaskan unggulan lainnya, Saina Nehwal (4). Di sektor putra, Chen Long (2) dan Du Pengyu sama-sama memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara di grup masing-masing serta mengamankan tiket empat besar.

 

Tunggal peringkat 9 dunia asal Thailand, Ratchanok Intanon kembali sukses membuat kejutan dan menjungkalkan sang unggulan untuk kedua kalinya. Setelah di laga perdana sebelumnya Intanon mengantongi kemenangan atas unggulan ke-2, Juliane Schenk, 21-17, 22-20, kali ini giliran pemain India, Saina Nehwal (4) yang harus menelan pil pahit kekalahan dua set langsung.

 

Dalam laga berdurasi 34 menit tersebut, Intanon yang tampil luar biasa dari sisi stamina dan serangan dengan smash-smash keras serta penempatan bolanya kembali menjadi kunci keunggulan wakil Thailand tersebut. Tidak hanya cepat, serangan Intanon juga sulit diprediksi oleh Saina. Memimpin jauh 14-5 di gim pertama, Intanon menyudahi perlawanan Saina, 21-13.

 

Pada gim kedua Saina yang di turnamen ini tidak hadir dengan performa terbaiknya sempat bangkit dan memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Intanon. Kedua pemain inipun sempat bersetereu ketat dan saling mendahului hingga kedudukan 16-16. Sayangnya motivasi dan akurasi Saina kembali kendur dan membuka peluang bagi Intanon untuk melumatnya, 16-21.

 

Hasil ini kian mengokohkan Intanon di posisi teratas grup B dan menyisakan satu pertandingan menghadapi tunggal Denmark, Tine Baun. Sementara itu Juliane Schenk masih membuka peluangnya dengan memetik kemenangan pertama melalui Tine Baun setelah berjuang selama 53 menit. Dalam laga rubber game tersebut, Juliane unggul 14-21, 21-16, 21-8. Set pertama Juliane membuat banyak kesalahan sendiri karena terlalu berambisi untuk menyelesaikan pertandingan, sebaliknya Tine tampil lebih sabar dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan serangan.

 

“Saya memiliki kesempatan berlatih yang sedikit dalam dua minggu terakhir, saya sudah tidak merasa sebaik performa saya sebelumnya. Ya saya memang membuat beberapa kesalahan sendiri tapi saya juga kenal permainan Juliane, dia tampil sangat baik,” tutur Tine.

 

Pada grup yang berbeda dominasi masih ditunjukkan oleh para srikandi tuan rumah. Unggulan teratas, Li Xuerui kembali membukukan kemenangan kedua dengan melumpuhkan wakil Jepang, Eriko Hirose. Pertandingan antara kedua pemain yang sama-sama mengandalkan permainan menyerang dengan smash-smash dan drop shot ini sempat berlangsung imbang di gim pertama. Saling mengejar dengan selisih 1-2 poin tersaji dari awal hingga akhir set. Permainan ulet Eriko akhirnya mampu dipatahkan oleh Xuerui setelah meraih empat kali match point dan menamatkan gim pertama, 25-23.

 

Agresivitas Eriko sayangnya menunun di gim kedua. Dominasi serangan menjadi miliki Xuerui meskipun beberapa kali pengembalian mengambang Xuerui berhasil dipatahkan oleh Eriko. Setelah tertinggal 2-5 hingga 10-13, Eriko sempat bangkit dan berbalik unggul 14-13. Namun Xuerui kembali meluncur dan mengukir kemenangan 21-15.

 

Sementara itu Wang Shixian (3) berhasil membuka peluangnya untuk melaju ke empat besar usai menekuk tunggal Korea Selatan, Sung Ji Hyun. Tunggal ke-3 China ini berhasil membuktikan kematangan mentalnya di akhir-akhir set setelah sempat tetringgal 14-16 dan berbalik unggul 18-16. Meskipun Ji Hyun sempat menyamakan kedudukan di angka 18, Shixian menyudahi perlawanan tunggal nomor satu Korea tersebut, 21-19.

 

Di paruh akhir set kedua giliran Ji Hyun yang tampil memukau. Meksipun tertinggal dalam perolehan poin 12-16 dan 15-18 setelah beberapa kali gagal menghalau serangan Shixian dan bola-bola sulitnya di sudut tak terjangkau, Ji Hyun mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di angka 19. Namun untuk kedua kalinya, Shixian yang tampil lebih tenang dan sabar kembali mengantongi kemenangan tipis 21-19.

 

“Saya kalah menghadapi kompatriot saya kemarin jadi sempat sedikit khawatir sebelum pertandingan,” papar Shixian mengomentari pertandingannya.

 

“Saat ini saya sedang berada di bawah dalam perjalanan karir saya, tapi banyak orang dan menyemangati dan berkata bahwa berada di bawah merupakan awal dari kesuksesan. Saya berharap bisa melewati saat-saat sulit ini dan mengembalikan performa terbaik saya untuk turnamen-turnamen tahun depan,” lanjutnya kemudian.

 

Hasil ini membawa Shixian sebagai runner up grup A. Apabila skenario di hari ketiga berjalan mulus dan tidak terjadi kejutan, pemain China berperingkat 5 dunia tersebut berhak untuk mendampingi Xuerui ke babak semifinal.

 

Di sektor putra dominasi para pemain tuan rumah kembali ditunjukkan dengan masing-masing mengantongi kemenangan kedua dan berpeluang besar untuk menjadi juara grup. Chen Long berhasil melibas Daren Liew dengan rubber game, 23-25, 21-8, 21-12. Sama seperti pada laga sebelumnya, fokus permainan Chen Long sempat tak stabil dan gagal di paruh akhir gim pertama. Namun di dua set selanjutnya, tunggal peringkat teratas China tersebut tak terbendung dan unggul jauh dalam perolehan poin.

 

Pada grup yang berbeda, Du Pengyu yang berhasil menaklukkan Lee Chong Wei (1) yang kemudian memutuskan mundur dari turnamen ini kembali memenangi duel dengan para unggulan. Menantang wakil Hong Kong, Hu Yun (4), Pengyu yang meraih kemenangan 21-18 di gim pertama sempat mengendorkan serangan dan membuat Hu Yun mampu mengembangkan permainannya. Tunggal Hong Kong tersebut mampu berbalik unggul 21-20 setelah sebelumnya tertinggal 18-20. Namun momentum ini sayangnya tidak dimanfaatkan dengan baik untuk tampil lebih ngotot sehingga Pengyu sukses menamatkan gim ini lebih dulu 23-21. Dengan demikian, Pengyu hanya memerlukan satu kemenangan di laga terakhir menghadapi pebulutangkis Thailand, Boonsak Ponsana untuk memastikan diri sebagai juara grup A.

 

Di grup B, Kejutan justru dibukukan oleh Hans Kristian Vittinghus saat menantang unggulan ke-3, Kenichi Tago. Hanya dalam tempo 44 menit, Hans menyudahi perlawanan tunggal negeri sakura tersebut, 21-18, 21-13 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: