Bulutangkismania's Weblog

Desember 15, 2012

Results Day 3 BWF Superseries Finals 2012 : ToLyn, RiBby Tersingkir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:28 am
Tags: , , , , ,

lMenempati posisi ketiga dalam klasemen akhir di grup masing-masing membuat dua pasangan ganda harapan merah putih urung tampil di laga semifinal. Tontowi/Liliyana (ToLyn) ditaklukkan dua gim oleh unggulan teratas Xu Chen/Ma Jin sedangkan Rijal/Debby (RiBby) masih belum mampu membendung peraih perunggu Olimpiade London 2012, Joachim/Christinna yang sedang dalam performa terbaiknya di turnamen ini.

 

Meskipun ToLyn sudah tujuh kali bertemu dengan duet nomor satu tuan rumah, Xu Chen/Ma Jin, namun dalam pertandingan hari ini keduanya terlihat bingung dan beberapa kali sulit beradaptasi dengan gaya permainan pasangan China. Unggul dalam permainan depan dan penempatan bola, Xu/Ma langsung melejit 10-1 di gim pertama. Meskipun ToLyn mencoba untuk membendung dengan permainan di depan net dan smash-smash keras, pertahanan yang solid dari Xu/Ma membuat mereka terus mampu memimpin dan tak tersentuh hingga menamatkan set ini, 21-14.

 

Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh ToLyn ditambah dengan kehilangan fokus permainan dan tidak adanya komunikasi membuat keduanya kian tak mampu keluar dari tekanan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya pelatih yang mendampingi wakil Indonesia tersebut di lapangan. Hanya Muhammad Rijal yang tampak duduk di bangku pelatih mengamati permainan mereka.

 

ToLyn hanya mampu mengimbangi pola permainan agresif Xu/Ma hingga kedudukan 10-12 dengan beberapa penempatan yang tak terduga di area depan. Selebihnya, Xu/Ma mendominasi penuh jalannya pertandingan hingga kedudukan 19-10 ketika unforced error dilakukan secara beruntun oleh ToLyn di depan net. Miskomunikasi ibarat tandem yang baru disandingkan serta strategi jitu Xu/Ma yang seringkali menarik Liliyana ke area belakang kian mempersulit duet merah putih. Keduanya pun akhirnya menyerah 11-21.

 

Kemenangan ini memastikan Xu/Ma menjadi juara grup A diikuti oleh pasangan Thailand, Sudket/Saralee di posisi kedua setelah sebelumnya di laga perdana menghentikan perlawanan ToLyn dengan tiga gim. ToLyn sendiri harus puas di peringkat 3 disusul oleh wakil Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Jang Ye Na yang mundur dari turnamen ini karena cedera.

 

Andalan Indonesia lainnya, RiBby juga belum mampu membendung keperkasaan posisi teratas grup B, Joachim/Christinna yang tampil memukau di turnamen ini. Tidak hanya unggul dari sisi serangan, Joachim/Christinna juga mampu meladeni permainan di depan net yang diperagakan oleh RiBby. Setelah tertinggal 16-21 di gim pertama, beberapa servis, antisipasi bola yang salah dan tanggung serta kesalahan sendiri yang seharusnya tidak perlu membuat posisi RiBby kembali di bawah bayang-bayang tandem Denmark. Meskipun sempat memperkecil selisih poin dari 12-18 dengan mengoleksi 3 angka beruntun, RiBby kembali dipaksa menyerah 16-21.

 

Peluang untuk melenggang ke empat besar pun akhirnya benar-benar tertutup ketika di pertandingan yang berbeda duo negeri jiran, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (2) menderita kekalahan 17-21, 17-21 atas peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (4). Dengan hasil ini, Joachim/Christinna kian mengokohkan diri di puncak grup B dengan 3 kemenangan disusul oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei yang mengantongi 2 kemenangan. RiBby sendiri hanya mampu bertengger di posisi ketiga dengan 1 kemenangan atas pasangan Malaysia, Chan/Goh di hari pertama.

 

Menang Agregat, Fu/Cai Langkahi Koo/Tan

 

Ramainya perseteruan di grup A sektor ganda putra kian teruji ketika di laga terakhir Mathias/Carsten mampu memetik kemenangan atas peringkat teratas grup ini, Fu Haifeng/Cai Yun. Perhitungan agregat poin lah yang kemudian menjadi acuan peringkat. Di sektor putri, Tian Qing/Zhao Yunlei (3) yang memenangi duel atas Shizuka/Mami (1) resmi menjadi juara grup A dan terhindar dari kompatriotnya, Wang Xiaoli/Yu Yang (4).

 

Grup A sektor ganda putra yang dikenal dengan grup ‘neraka’ dimana berkumpulnya 3 pasangan terbaik dunia kembali menyajikan ketatnya persaingan untuk memperoleh tiket semifinal. Setelah Fu/Cai menuai kemenangan atas Koo/Tan (1) di hari pertama yang dibalas oleh Koo/Tan kepada Mathias/Carsten di hari kedua, kali ini gilaran Mathias/Carsten yang menghempas Fu/Cai sehingga masing-masing pasangan berhasil mengantongi 1 kemenangan.

 

Dalam laga berdurasi 46 menit hari ini, Fu/Cai yang lebih unggul dengan agresivitas serangan memetik kemenangan lebih dulu 21-14 di gim pertama. Mathias/Carsten sukses membalas kekalahan mereka dengan balik tampil menekan dan banyak menurunkan bola sehingga mampu memaksakan rubber game, 21-12. Pola yang sama kembali dijalankan duo Denmark di set ketiga. Sebaliknya, Fu/Cai yang biasanya mampu keluar dari tekanan dan mampu membalikkan keadaan di poin-poin kritis kali ini justru larut dalam ritme yang diterapkan oleh Mathias/Carsten. Keduanyapun kembali menyerah 14-21.

 

Hasil ini tidak hanya membuktikan bahwa ketiga pasangan memiliki kekuatan yang berimbang namun juga sama-sama berjuang keras lewat rubber game sebelum akhirnya membukukan kemenangan. Dengan kemenangan tiga gim yang diukir oleh masing-masing pasangan, otomatis perhitungan jumlah agregat poin (skor menang-kalah) yang menjadi patokan untuk menentukan juara dan runner up grup A. Mathias/Carsten berada di posisi teratas karena meskipun kalah atas Koo/Tan, mampu memetik angka 19 dan 18 sehingga memiliki jumlah agregat terbesar, 10 poin.

 

Sedangkan Fu/Cai yang mengantongi kekalahan dengan skor 12 dan 14 di laga terakhir berada di posisi kedua karena unggul agregat 12 poin dari Koo/Tan yang hanya mengumpulkan skor 11 dan 10 saat kalah menghadapi Fu/Cai. Dengan hasil ini, Koo/Tan harus puas berada di posisi ketiga dan tersingkir dari turnamen ini. Posisi juru kunci ditempati oleh Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (2) yang pada hari pertama memutuskan mundur karena cedera engkel yang dialami oleh Ki Jung.

 

Unggulan ke-2 grup B, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayawaka harus berjibaku tiga gim sebelum memetik kemenangan atas Hong Wei/Shen Ye (3). Unggul tipis 22-20 di gim pertama, Hiroyuki/Kenichi yang tampil agresif dan menekan takluk 12-21 di set kedua. Persaingan ketat dan saling mengejar dengan selisih 1-2 poin tersaji dari awal gim kedua hingga kedudukan 18-17. Menyentuh match point 20-17 menjadi kunci keberhasilan duo Jepang untuk mengunci kemenangan mereka, 21-18.

 

Pada perebutan tempat ketiga dan keempat, andalan Malaysia Hoon Thien How/Tan Wee Kiong mencatat rekor pertandingan tercepat (16 menit) selama turnamen ini dengan catatan kemenangan 21-9, 21-5 atas wakil Thailand, Maneepong/Bodin.

 

Sementara itu di sektor putri andalan tuan rumah berhasil menunjukkan keperkasaannya dengan menjadi juara grup A dan B serta terhindar dari pertemuan dini di laga semfinal. Wang/Yu yang memastikan lebih dulu sebagai juara grup B dengan dua kemenangan disusul oleh Tian/Zhao usai menghentikan perlawanan Shizuka/Mami, 21-15, 21-18. Pada perebutan tempat ketiga grup A duel antara Duanganong/Kunchala asal Thailand dan Poon Lok Yan/Tse Ying Suet dari Hongkong dimenangkan dengan telak oleh pasangan srikandi gajah putih, 21-6, 21-13.

 

Perebutan posisi runner up grup B akhirnya dimenangkan oleh pasangan Denmark, Christinna/Kamilla usai menundukkan harapan Jepang lainnya, Misaki/Ayaka. Unggul dengan smash-smash kerasnya dan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh ganda Jepang memudahkan wakil Denmark untuk memetik kemenangan, 21-17, 21-16 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: