Bulutangkismania's Weblog

Desember 16, 2012

Results Day 4 BWF Superseries Finals 2012 : Shixian, “Sudah Lama Tidak Bermain Di Hari Minggu”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:35 am
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

lTuan rumah berhasil memastikan terjadinya final antara sesama pemain China di sektor tunggal setelah masing-masing wakil di nomor putra dan putri memetik kemenangan atas lawan-lawannya di laga empat besar. Saina Nehwal (4) dan Hans Kristian Vittinghus sempat memberikan perlawanan ketat rubber game sebelum kemudian dipaksa menyerah oleh Li Xuerui dan Du Pengyu.

 

Di laga sesi pertama antara unggulan ke-3 Wang Shixian yang berhadapan dengan tunggal Thailand, Ratchanok Intanon tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Modal tiga kemenangan straight set yang dikantongi oleh pebulutangkis muda negeri gajah putih tersebut di laga penyisihan grup ternyata tidak mampu membendung Shixian yang tampil lebih konsisten di turnamen ini. Smash-smash keras yang menjadi senjata ampuh Intanon di babak sebelumnya kali ini berhasil dipatahkan oleh Shixian. Bahkan beberapa kali tunggal China tersebut mampu mendapatkan momentum dan balik menyerang.

 

Penampilan Intanon yang lebih tegang membuat Intanon sult mengembangkan permainan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Sentuhan bola-bola manisnya di depan net kali ini juga berjalan tak seperti yang diharapkan. Paska jeda interval 11-10, Shixian mengontrol penuh jalannya pertandingan dengan banyak menekan area baseline kiri dari Intanon sehingga tunggal Thailand tersebut beberapa kali kesulitan mengambil bola dengan pukulan backhand. Strategi ini digunakan dengan baik oleh Shixian untuk terus menyerang sebelum memetik kemenangan 21-12.

 

Intanon sempat balik mendominasi di paruh awal gim kedua hingga kedudukan 8-5 saat tampil memukau dengan permainan netnya. Meskipun akhirnya terkejar oleh Shixian, Intanon sukses menyamakan kedudukan setelah tampil lebih agresif dan menekan pertahanan Shixian. Permainan gemilang Shixian di depan net juga mampu diladeni oleh peringkat 9 dunia tersebut. Namun beberapa kesalahan sendiri yang masih seing dilakukan Intanon membuat peratandingan antara keduanya kembali berjalan imbang hingga kedudukan 17-17. Momentum lebih dulu diraih oleh Shixian ketiga berhasil mengoleksi tiga poin beruntun. Meskipun Intanon mampu bangkit dan memperkecil selisih poin, namun Shixian yang tampil lebih garang menutup set ini lebih dulu, 21-19.

 

“Saya sangat senang. Rasanya sudah lama tidak bermain di hari minggu karena biasanya tereleminasi di hari kamis dan jumat,” ungkap Shixian kepada reporter dengan mimik wajah bercanda.

 

“Saya bermain lebih baik di turnamen ini tapi bukan berarti telah melewati masa-masa sulit. Saya masih membutuhkan banyak turnamen di depan untuk memperbaiki mental saya. Menjadi lebih dewasa, dan mampu tetap berdiri meskipun berhadapan dengan banyak kesulitan. Dengan begitu saya bisa bilang bahwa saya tidak membuang-buang waktu di tahun ini,” lanjutnya kemudian.

 

Soal pertandingannya, Shixian mengakui sempat mendapatkan perlawanan ketat dari Intanon pada gim kedua. “Gaya permainannya meningkat. Anda bisa lihat serangan-serangannya saat menghadapi Tine Baun kemarin. Saya tidak menyangka akan menang mudah di gim pertama. Mungkin dia bertipe lambat panas. Di set kedua dia tampil lebih baik dan memberikan banyak kesulitan untuk saya, tapi saya tampil lebih minim kesalahan sendiri saat poin-poin kritis dan akhirnya memenangkan pertandingan,” papar Shixian panjang lebar.

 

Kepastian gelar tunggal putri menjadi milik sang negeri panda setelah pada partai semifinal lainnya unggulan teratas, Li Xuerui mampu menundukkan peraih perunggu Olimpiade London 2012, Saina Nehwal (4). Mendominasi sejak awal set pertama dengan kedudukan 6-0 hingga menyentuh match point 20-16, Saina justru tidak mampu menutup gim ini dengan sempurna karena beberapa kesalahan sendiri. Kesempatan emas ini berbalik menjadi mimpi buruk ketika Xuerui mengantongi 6 angka beruntun, 22-20.

 

Xuerui tampil lebih kendor dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di set kedua. Sebaliknya, akurasi Saina mulai membaik dan tunggal India tersebut mampu mengembangkan permainan smash-smash kerasnya dan efektif dalam melakukan serangan di depan net. Memimpin jauh 8-0 dan 14-1, Saina memastikan rubber game dengan menamatkan gim ini, 21-7.

 

Unforced error beruntun yang dilakukan Saina di gim ketiga kembali menyudutkannya seperti pada set pertama. Paska jeda interval 11-10, Xuerui terus meluncur hingga 17-11 sebelum akhirnya menutup gim kedua, 21-13.

 

Kesuksesan China ternyata tidak hanya terjadi di nomor putri. Chen Long (2) membuka peluang sektor putra usai menundukkan wakil Hongkong, Hu Yun (4), 21-10, 21-18. Di partai semifinal lainnya, Du Pengyu membutuhkan pertandingan rubber game berdurasi 68 menit untuk menekuk tunggal Denmark, Hans Kristian Vittinghus.

 

Lambat panas dan banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan Pengyu di gim pertama membuat Vittinghus mampu mendominasi perolehan poin. Meskipun kemudian berhasil dikejar oleh Pangyu dan menggagalkan dua kali match point Vittinghus, wakil Eropa tersebut berhasil unggul lebih dulu 23-21 untuk kemenangannya. Gaya permainan sejati dari seorang Du Pengyu mulai tersibak di dua gim selanjutnya. Strategi menguras stamina lawan dalam tempo yang cepat serta cover lapangan yang lebih baik membuatnya mampu melumpuhkan Vittinghus dengan lebih mudah, 21-8, 21-13 (FI).

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: