Bulutangkismania's Weblog

Desember 16, 2012

Results Day 4 BWF Superseries Finals 2012 : Tiga Wakil, Tiga Finalis

lMeloloskan tiga wakil gandanya ke turnamen ini, Denmark membuat prestasi terbaik dengan melenggangkan ketiga pasangan tersebut ke partai puncak. Hasil ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan sang tuan rumah sendiri karena hanya mampu mengantongi dua tiket final usai kekalahan yang diderita dua wakil China di sektor ganda putra.

 

Tiket pertama Denmark berhasil diraih oleh duet Joachim Fischer/Christinna Pedersen yang tampil sempurna di turnamen ini. Rekor tidak pernah kalah dilaga penyisihan grup disempurnakan dengan kemenangan straight set pada laga semifinal saat menantang wakil Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

 

Gim pertama berjalan imbang setelah kedua pasangan saling membuat kesalahan sendiri yang akhirnya menguntungkan sang lawan. Sudket/Saralee mendominasi paruh awal set hingga kedudukan 11-9. Namun paska jeda interval, Joachim/Christinna mampu berbalik unggul meskipun beberapa kali sempat dilevelkan oleh Sudket/Saralee. Lepas dari posisi 18-18, momentum menjadi milik pasangan Denmark ketika sanggup menyentuh match point lebih dulu. Sudket/Saralee sempat menambah 1 angka namun Joachim/Christinna yang tampil menekan dengan serangan-serangan tak terduganya menutup gim ini, 21-19.

 

Set kedua menjadi antiklimaks bagi pasangan Thailand. Meskipun beberapa smash keduanya mampu meruntuhkan pertahanan Joachim/Christinna, duo Thailand beberapa kali gagal mengantisipasi bola-bola sulit serta bloking yang sempurna dari ganda Denmark di depan net. Tertinggal sejak awal gim kedua 2-10 hingga 12-20, Sudket/Saralee akhirnya menyerah 13-21.

 

Lawan yang akan dihadapi Joachim/Christinna di laga pamungkas adalah tandem yang mereka taklukkan di babak penyisihan grup. Duo Zhang Nan/Zhao Yunlei (4) untuk ke-6 kalinya sepanjang tahun 2012 menjadi lawan yang tak terkalahkan bagi kompatriot mereka, Xu Chen/Ma Jin (1). Sempat dominan dan menutup gim pertama 21-16, Xu/Ma yang banyak melakukan kesalahan sendiri tak kuasa membendung kesolidan duo “Z” yang tampil lebih baik saat serve serta pengembalian bola-bola yang lebih cepat dan tajam di dua set berikutnya, 11-21, 19-21.

 

Christinna/Kamilla, Kemenangan Kedua

 

Laga partai puncak sektor ganda putra yang diestimasi akan mengulang skenario yang sama seperti pada hari terakhir babak penyisihan grup A ternyata tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Duo Cai Yun/Fu Haifeng memutuskan untuk mundur karena cedera pinggang kambuhan yang dialami oleh Cai Yun. Di sektor putri, Christinna/Kamilla kembali sukses menjadi batu sandungan bagi sang negeri tirai bambu untuk tampil dominan usai menghentikan perlawanan Tian Qing/Zhao Yunlei (3) dalam laga rubber game.

 

Pada turnamen Olimpiade 2012 yang lalu duet Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl menjadi sebab awal didiskualifikasikannya 4 pasangan ganda putri ketika kekalahan tak terduga yang dialami oleh Tian Qing/Zhao Yunlei memaksa China untuk bermain tidak fair agar terhindar dari perseteruan dini antara kedua pasangan. Kali ini, skenario untuk menyajikan laga final antara para pemain tuan rumah kembali dikacaukan oleh Christinna/Kamilla yang tampil cemerlang untuk kedua kalinya paska Olimpiade London 2012 yang lalu. Tidak hanya berjaya di sektor campuran, Christinna Pedersen juga tampil sempurna bersama Kamilla di nomor putri.

 

Ketatnya persaingan kedua pasangan mulai terasa di paruh akhir gim pertama ketika Christinna/Kamilla yang berada dalam posisi tertinggal 10-15 mampu menyamakan kedudukan dan berbalik memimpin 19-18. Setelah pada awal set pasangan Denmark banyak melakukan kesalahan sendiri, kali ini mereka mampu tampil lebih rapi dan terus menekan pertahanan pasangan China. Tiga poin beruntun yang dikoleksi oleh Tian/Zhao sayangnya memupuskan ambisi Denmark untuk merebut gim ini, 19-21.

 

Set kedua berbalik menjadi momentum bagi Christinna/Kamilla yang sebelumnya tertinggal 11-15 dan 16-18 membukukan 5 angka beruntun dari smash-smash keras dan kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Tian/Zhao karena ketatnya aroma persaingan. Tertinggal 18-21 di gim kedua membuat Tian/Zhao bangkit dengan mempercepat tempo permainan dan tampil menekan. Namun strategi ini mampu diantisipasi dengan baik oleh Christinna/Kamilla. Hal ini membuat Tian/Zhao berbalik tertekan dan beberapa kali melakukan unforced error.

 

Setelah kedua pasangan terlibat dalam reli-reli seru yang cukup lama dan saling mengejar, Christinna/Kamilla meraih game point lebih dulu 20-17 namun berhasil dilevelkan oleh Tian/Zhao. Mental yang lebih stabil dan matang membuat pasangan Denmark mampu mematahkan dua kali kesempatan Tian/Zhao untuk menamatkan set ini. Bahkan tiga angka beruntun yang dikoleksi Christinna/Kamilla memastikan tiket final bagi tandem terkuat Eropa tersebut, 24-22.

 

Kemenangan ini merupakan yang ketiga sepanjang 8 pertemuan kedua pasangan ini sejak tahun 2011. Selain babak penyisihan grup Olimpade London 2012, Christinna/Kamilla juga sempat menundukkan Tian/Zhao pada babak kedua Japan Open SS 2011 yang lalu. Namun untuk bisa mengantongi gelar juara di turnamen ini, Christinna/Kamilla harus berjibaku lebih keras karena penantang mereka adalah Wang Xiaoli/Yu Yang (4), pernah melibas keduanya 16-21, 18-21 dalam laga penyisihan grup sebelumnya.

 

Wang/Yu sendiri melenggang usai menghentikan perlawanan unggulan teratas, Shizuka Matsuo/Mami Naito, 21-9, 21-8. Meskipun skor kemenangan ini terlihat telak, Wang/Yu harus meladeni permainan reli-reli panjang yang disajikan oleh Shizuka/Mami sebelum akhirnya membukukan keunggulan.

 

Final idela sektor ganda putra antara Cai Yun/Fu Haifeng dan Mathias Boe/Carsten Mogensen batal terealisasi usai kekalahan yang dialami oleh ganda terbaik tuan rumah tersebut. Cai/Fu memutuskan untuk mundur saat menantang wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (2) karena cedera pinggang yang dialami oleh Cai Yun saat kedudukan 9-13. Peluang untuk meraih mahkota juara akhirnya berada pada duet Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen usai melewati pertarungan melelahkan selama hampir 1,5 jam.

 

Rekor pertandingan terlama yang dilalui oleh Mathias/Carsten tercipta saat ganda nomor satu Eropa tersebut menantang unggulan ke-3, Hong Wei/Shen Ye. Menang 26-24 di gim pertama paska tertinggal 17-20 di paruh akhir, Mathias/Carsten tak mampu mengulang keberuntungannya di gim kedua paska tertinggal 14-18. Meskipun sempat menyamakan dan kembali berseteru ketat hingga 24-23, kali ini Hong/Shen tampil lebih tenang dan sabar untuk memaksakan rubber 26-24.

 

Saling menekan yang diperagakan oleh kedua pasangan kembali tersaji di gim ketiga. Peluang untuk  menyerang lebih banyak terbuka pada Mathias/Carsten karena beberapa kali mampu mengecoh pertanahan Hong/Shen. Setelah sempat menyamakan kedudukan di angka 10 dan 11, Hong/Shen hanya mampu membayang-bayangi perolehan poin Mathias/Carsten 10-12 hingga 13-19. Selisih yang terlalu jauh membuat pasangan China harus rela menyerah 15-21. Hasil ini sekaligus memupus ambisi sang tuan rumah untuk menyapu bersih gelar di turnamen ini (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: