Bulutangkismania's Weblog

Desember 17, 2012

Results Day 5 Superseries Finals 2012 : China-Denmark Berbagi Gelar

lSetelah pada klasemen akhir perolehan gelar Superseries sepanjang tahun 2012 Denmark hanya mampu berada di peringkat ke-8 dengan 1 gelar SS Premier, 1 gelar SS dan 4 gelar runner up kali ini Denmark menebus kegagalan tersebut dengan menambah dua mahkota dari sektor ganda yang dipersembahkan oleh Joachim/Christinna dan Mathias/Carsten.

 

Gelar pertama bagi Denmark diraih oleh duet Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Menghadapi lawan yang sama saat penyisihan grup, Zhang Nan/Zhao Yunlei (4), Joachim/Christinna kembali mengulang kesuksesannya dengan meraih kemenangan rubber game. Ketat dan serunya persaingan kedua pasangan sudah tersaji sejak awal gim pertama. Saling memimpin dengan selisih 1-3 poin berlangsung hingga kedudukan 14-14. Beberapa kesalahan yang dilakukan Joachim/Christinna membuat Zhang/Zhao meraih momentun pertama lebih dulu dengan mengoleksi 4 angka beruntun untuk kemudian menutup set pertama, 21-17.

 

Set kedua giliran Joachim/Christinna yang berada di atas angin. Tidak hanya unggul dalam serangan, duet Denmark tersebut juga mampu menampilkan pertahanan yang solid sehingga menyulitkan pasangan China. Kesalahan sendiri yang dibuat duo “Z” juga mempermudah laju perolehan poin Joachim/Christinna yang tak tersentuh dari titik 5-1, 15-7 dan akhirnya memastikan rubber game, 21-12.

 

Gim ketiga kembali didominasi oleh Joachim/Christinna saat wakil Denmark tersebut mampu mengembangkan permainan menyerang dan penempatan di depan net. Bloking-bloking bola yang dilakukan Christinna juga membuat keduanya unggul jauh hingga match point 20-11. Zhang/Zhao sempat menambah 3 angka sebelum ditamatkan oleh Joachim/Christinna, 21-14.

 

“Kita sudah kenal dengan gaya permainan China dan kita sudah bertanding menghadapi mereka beberapa kali, kita paham bahwa kita harus tampil dalam performa terbaik untuk bisa mengalahkan mereka,” ungkap Christinna usai pertandingan.

 

“Hari ini kita berhasil. Kita mencoba untuk menekan ke depan dan menyerang dengan cara yang benar sehingga sulit untuk dikembalikan, menggunakan sudut-sudut berbeda saat menyerang dan mendaratkan bola di depan net, saya pikir itu kunci kemenangan kita,” lanjutnya kemudian.

 

Christinna Pedersen sayangnya gagal menambah gelar di nomor putri bersama Kamilla Rytter Juhl. Menantang pasangan yang sama seperti saat penyisihan grup, Wang Xiaoli/Yu Yang (4), duet Christinna/Kamilla kembali dipaksa menyerah, 16-21, 14-21. Kekalahan yang dialami Tian/Zhao di laga sebelumnnya membuat Wang/Yu tampil dengan ritme lebih cepat, penempatan bola yang akurat, serangan-serangan yang agresif dan pertahanan yang sempurna sehingga menyulitkan Christinna/Kamilla.

 

Gelar kedua Denmark di turnamen ini dipersembahkan oleh pasangan ganda putra, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Menantang wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (2) yang meraih keuntungan melenggang ke laga pamungkas karena cedera yang dialami oleh Cai Yun, Mathias/Carsten tampil dominan dalam permainan cepat di depan net baik saat gim pertama maupun kedua. Bahkan di gim kedua Mathias/Carsten lebih banyak mengembangkan serangan meskipun beberapa kali melakukan kesalahan yang tidak perlu karena rapinya pertahanan pasangan Jepang. Usai mengantongi kemenangan 21-17, Mathias/Carsten sempat tersusul 18-19 di set kedua namun kembali mengunci Hiroyuki/Kenichi 19-21 karena kesalahan beruntun  di poin-poin kritis. Selebrasi kemenangan “gangnam style” yang dilakukan oleh pasangan Denmark spontan mengundang apresiasi dan gelak tawa dari para penonton.

 

Perseteruan antara sesama pemain China di sektor tunggal ternyata berjalan tidak seperti yang diharapkan. Skenario terjadinya kejutan tak terealisasi karena masing-masing pemain seolah-olah sudah hafal dengan karakter dan gaya permainan lawannya. Li Xuerui (1) kembali memetik kesuksesan atas kompatriotnya, Wang Shixian (3). Namun kali ini, Xuerui tidak harus memerah keringat lebih banyak karena unggul telak 21-9, 15-4. Set kedua saat tertinggal 4-15, Shixian memilih untuk mundur karena cedera yang dialaminya.

 

Di sektor tunggal putra, Du Pengyu justru gagal membendung permainan agresif smash-smash yang diperagakan Chen Long (2). Meskipun mencoba mengimbangi dengan tampil dominan di depan net, tekanan beruntun yang di lancarkan oleh Chen Long membuat Pengyu tak kuasa mengembalikan bola dengan sempurna dan menyerah 12-21, 13-21.

 

Denmark Gusur Malaysia & Indonesia

 

Dengan tambahan dua gelar Superseries Finals yang memiliki rating setara dengan Superseries Premier, praktis Denmark melejitkan posisinya di posisi ke-3 menggusur Malaysia dan Indonesia yang sebelumnya di empat besar. Meskipun posisi Indonesia turun, namun setidaknya masih termasuk dalam 5 negara “powerhouse badminton”. Berikut klasemen akhir paska perhelatan turnamen Superseries Finals :

  1. China : 17 gelar SS Premier/SS Finals, 16 gelar SS, 24 gelar Runner Up
  2. Korea Selatan : 3 gelar SS Premier, 4 gelar SS, 8 gelar Runner Up
  3. Denmark : 3 gelar SS Premier/SS Finals, 1 gelar SS, 5 gelar Runner Up
  4. Malaysia : 2 gelar SS Premier, 4 gelar SS, 7 gelar Runner Up
  5. Indonesia : 2 gelar SS Premier, 2 gelar SS, 3 gelar Runner Up
  6. Thailand : 1 gelar SS Premier, 2 gelar SS, 4 gelar Runner Up
  7. Taiwan : 3 gelar SS, 2 gelar Runner Up
  8. India : 2 gelar SS Premier, 1 gelar Runner Up
  9. Jepang : 1 gelar SS, 8 gelar Runner Up
  10. 10.  Jerman : 1 gelar SS, 2 gelar Runner up
  11. 11.  Hongkong : 1 gelar SS, 1 gelar Runner Up

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: