Bulutangkismania's Weblog

Januari 10, 2013

Korea Open SS Premier 2013 : Lima Ganda Ke Babak Kedua

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:05 am
Tags: , , , , ,

Kore Open 2013Dari sebelas wakil merah putih yang berhasil masuk dalam babak utama turnamen Superseries pembuka tahun 2013, Kore Open SS Premier 2013, lima diantaranya berhasil melenggang ke enam belas besar. Sektor campuran masih menjadi tumpuan terbesar bagi Indonesia untuk meraih gelar di turnamen yang berhadiah total USD 1,000,000 ini.

 

Tiket pertama berhasil dikantongi oleh unggulan ke-7, Muhammad Rijal/Debby Susanto (RiBby) yang menekuk kompatriot mereka, Praveen Jordan/Vita Marissa (PraVi). PraVi yang di turnamen ini merangkak dari babak kualifikasi sempat memberikan perlawanan di gim kedua setelah takluk mudah di set pertama. Dalam permainan berdurasi 30 menit tersebut, RiBby membukukan kemenangan, 21-15, 21-16.

 

“Walaupun main lawan teman sendiri, kami tetap waspada. Kalau lengah sedikit bisa kecolongan, seperti tadi gim kedua sempat ketinggalan angkanya,” ungkap Debby usai bertanding seperti yang ditulis oleh situs badmintonindonesia.org.

 

RiBby langsung mampu beradaptasi di gim pertama dan mendominasi jalannya pertandingan sementara itu PraVi justru lebih banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga menguntungkan perolehan poin RiBby.

 

“Kami banyak mengarahkan bola ke Praveen karena dia belum terlalu berpengalaman di ganda campuran, sementara Vita lebih senior,” lanjut Debby kemudian.

 

Kemenangan juga diukir oleh dua tandem merah putih lainnya, Markis/Pia (MarPi) dan Tontowi/Liliyana (ToLyn). MarPi tanpa kesulitan menyudahi perlawanan wakil Ausralia, Luke Chong/Victoria Na, 21-12, 21-12 sedangkan ToLyn menjungkalkan ganda Inggris, Marcus Ellis/Alyssa Lim, 21-6, 21-16.

 

Di sektor ganda putri, dua wakil memastikan diri ke babak selanjutnya usai memetik kemenangan atas lawan-lawannya. Greysia/Meli (GraMel) meskipun belum menampilkan kemampuan terbaiknya berhasil memetik kemenangan atas duet Hong Kong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet. Kedua pasangan sebenarnya tampil imbang namun GraMel lebih unggul dari perolehan poin karena banyaknya kesalahan sendiri yng dilakukan Poon/Tse.

 

Meskipun Greysia beberapa kali sempat melakukan kesalahan saat servis dan Meiliana juga tak mampu bermain sempurna di depan net, GraMel tetap sukses memetik kemenangan 21-17, 21-17 karena mampu tampil lebih menekan dan memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri Poon/Tse. Lolos ke babak 16 besar, GraMel akan menantang unggulan ke-3 asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

 

“Belum pernah bertemu mereka, tapi tipikal pemain Jepang itu ulet. Harus siap capek karena pertahanan mereka sulit ditembus. Pokoknya besok kami tampil baik saja dulu, yang penting kepercayaan diri kami mulai naik,” papar Greysia mengenai lawan yang akan mereka hadapi selanjutnya.

 

Gagal di sektor campuran, Vita berhasil meraih kesuksesan bersama pemain muda lainnya, Variella Aprilsasi Putri. Menghadapi andalan Malaysia, Goh Liu Ying/Lim Yin Loo, Vita/Variella (ViVar) mampu unggul jauh 21-9 di gim pertama. Aksi heroik diperagakan oleh ViVar ketika tertinggal di sepanjang gim kedua namun tiba-tiba bangkit dan membalikkan keadaan di saat-saat kritis. Tertinggal 0-3, 5-12 hingga 10-16, ViVar perlahan mengejar bahkan saat kedudukan match point 18-20. Empat poin beruntun yang dikoleksi ViVar membuat mereka berhashasil menutup peluang Goh/Lim dan menamatkan set ini, 22-20.

 

Dua pasangan srikandi lainnya, Pia Zebadiah/Rizki Amelia (PiRiz) dan Suci Rizky/Della Destiara (SuDel) tak mampu mengikuti langkah GraMel dan ViVar. Piriz gagal mengulang prestasinya dan membendung duo terbaik Eropa asal Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (2). Sempat unggul 21-15 di gim pertama dan 16-12 di set kedua, momentum ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh PiRiz sehingga akhirnya bertekuk, 16-21, 11-21.

 

“Pertemuan kami dengan ganda Denmark ini memang selalu ramai. Pertama kali bisa menang di Indonesia Open karena mereka belum tahu permainan kami, sekarang mereka sudah tahu kelebihan dan kekurangan kami,” ujar Pia usai pertandingannya.

 

“Kami terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan karena sudah unggul jauh, jadi tidak bisa mempertahankan pola permainan dan masuk ke irama lawan,” tambah Pia kemudian.

 

Ganda Putra Tanpa Wakil

 

Harapan sektor ganda putra kepada tiga wakil merah putih yang dikirim ke turnamen ini akhirnya pupus usai kekalahan yang diderita oleh masing-masing. Meskipun duet Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra) mampu menyajikan perlawanan ketat atas ganda tuan rumah, keduanya beberapa kali sempat melakukan protes karena merasa dicurangi dengan keputusan hakim garis.

 

Bukan merupakan hal yang baru saat bertanding di Korea Open beberapa pemain internasional mengeluhkan keputusan hakim garis atau juri pertandingan banyak memihak kepada tuan rumah. Hal tersebut juga dialami oleh wakil merah putih, ANdra saat menantang unggulan ke-5, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Beberapa servis yang dianggap out dan pengembalian yang melebar beberapa kali mendapatkan protes dari pasangan Indonesia. Meskipun unggul dari sisi serangan dan permainan net, beberapa keputusan yang tidak fair tersebut sempat mengganggu performa ANdra, terlebih perolehan poin kedua pasangan berlangsung ketat hingga akhir set. Selisih 1-4 poin dan saling susul menyusul akhirnya duel ini dimenangkan oleh duo Kim, 21-19, 21-19.

 

Andalan lainnya, Yonathan Suryatama/Hendra Aprida (YoNdra) dan Alvent Yulianto/Markis Kido (VeNdra) juga tidak mampu berbuat banyak saat menantang lawan-lawannya. YoNdra dikubur oleh Chai Bioa/Zhang Nan, 12-21, 12-21 sedangkan VeNdra tak mampu meladeni perlawanan tandem Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dan menyerah 13-21, 15-21.

 

Kewajiban bagi pasangan top dunia untuk tampil di ajang Superseries dengan pengaturan jadwal yang tak seimbang kembali dikeluhkan oleh para pemain tirai bambu. Masih berbalut cedera, Cai Yun yang berduet dengan Fu Haifeng memaksakan diri mengikuti turnamen ini agar tidak terkena sanksi oleh BWF. Hasilnya pun bisa diprediksi dan menjadi tidak maksimal. Menghadapi duo Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin, Fu/Cai akhirnya mundur saat kedudukan 4-11 di gim pertama (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: