Bulutangkismania's Weblog

Januari 10, 2013

Korea Open SS Premier 2013 : Sony Tunggal Terakhir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:09 am
Tags: , , , , ,

Kore Open 2013Sony Dwi Kuncoro akhirnya menjadi satu-satunya harapan merah putih yang tersisa di sektor tunggal usai kekalahan yang dialami oleh tiga wakil lainnya. Lindaweni yang diharapkan mampu mengulang kesuksesannya atas P.V. Sindhu, kali ini justru harus takluk dalam laga dua gim. Turnamen ini juga diwarnai oleh mundurnya sebagian besar unggulan asal China yang tidak merasa cocok dengan jadwal BWF namun tetap ‘terpaksa’ tampil.

 

Lindaweni Fanetri yang dipenghujung tahun 2012 sempat mempermalukan P.V. Sindhu di depan publiknya sendiri sebenarnya memiliki peluang untuk mengulang kesuksesannya apabila tampil konsisten di paruh akhir gim pertama dan sepanjang set kedua. Linda mendominasi permainan dan perolehan poin sejak awal set pertama dan tak tersentuh hingga 15-12. Namun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Linda membuat Sindhu bangkit dan berbalik unggul 17-16. Meskipun kembali tampi akurat dan cemerlang hingga 19-17, Linda sayangnya gagal mempertahankan konsistensinya. Tiga poin beruntun yang dikoleksi Sindhu membuatnya meraih match poin lebih dulu sebelum menutup gim pertama, 22-20.

 

Dominasi Sindhu tak terbendung di set kedua paska unggul 13-9 hingga 20-12. Meskipun Linda sempat mencoba bangkit dan mengejar dengan 4 angka berturut-turut, selisih yang terlalu jauh mamaksanya harus kembali menyerah 16-21.

 

“Saya banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga banyak memberikan poin untuk lawan. Mungkin karena persiapannya juga tidak maksimal, sepulangnya dari India (India Open Grand Prix Gold 2012) sempat absen latihan hampir seminggu karena pemulihan cedera,” papar Linda seperti yang dikutip oleh situs badmintonindonesia.org.

 

Srikandi Indonesia lainnya, Adriyanti Firdasari juga tak mampu membendung perlawanan wakil China, Jiang Yanjiao (7). Sempat meladeni perlawanan Jiang di paruh awal gim pertama dan kedua, Firda akhirnya takluk saat memasuki paruh akhir set. Dalam laga berdurasi 33 menit, Firda menyerah 13-21, 13-21.

 

Tommy Sugiarto yang membuka tahun 2013 dengan berita gembira ditariknya kembali dirinya ke Pelatnas Cipayung, justru merasa tidak bertanding maksimal saat menantang Marc Zwiebler di babak pertama turnamen ini. Dalam laga tiga gim berdurasi lebih dari satu jam tersebut, Tommy menyerah 21-16, 14-21, 17-21.

 

“Saya bermain terlalu terburu-buru, banyak serangan-serangan saya yang mampu dikembalikan dengan baik oleh lawan. Menyesal sekali dengan hasil ini, seharusnya bisa lebih baik,” kata Tommy tentang kekalahannya.

 

Dengan demikian Indonesia akhirnya bertumpu pada Sony Dwi Kuncoro yang di laga perdananya sukses memetik kemenangan atas wakil Thailand, Boonsak Ponsana. Dalam pertandingan tersebut, Sony harus berjibaku tiga gim, 21-12, 17-21, 21-14.

 

Parade Mundurnya Para Pemain China

 

Entah karena suatu kebetulan atau merupakan cara lain bagi para pemain tirai bambu untuk melakukan protes kepada BWF terhadap jadwal yang demikian ketat dan keharusan mengikuti turnamen saat kondisi mereka sedang tidak siap, membuahkan tanda tanya atas kekalahan beruntun para ‘top’ China ini di set-set awal pertandingan.

 

Li Xuerui (1) membuka parade ini dengan mengundurkan diri dari turnamen saat kedudukan 7-7 menghadapi tunggal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk. Di sektor ganda, Fu Haifeng/Cai Yun (3) mengundurkan diri dari turnamen saat kedudukan 4-11 ketika menghadapi Lee/Tsai asal Taiwan. Berikutnya giliran Chen Long (2) yang memberikan kemenangan gratis kepada Ashton Chen asal Singapura disaat dirinya unggul 11-4. Wang Yihan (2) melengkapi kekalahan tanpa tanding yang dilakoni oleh tim China saat menghadapi Bae Yeon Ju pada gim kedua di kedudukan 18-9 setelah sebelumnya tertinggal 11-21.

 

Entah karena kebetulan memang para pemain China tersebut cedera secara bersamaan atau merupakan taktik saat bertanding di Korea Selatan sebagai bagian dari aksi protes terhadap regulasi BWF yang mengharuskan para pemain top dunia untuk tampil di sebagian besar ajang turnamen dunia. Denda yang ditetapkan juga sangat mahal, melebihi dari biaya tiket penerabangan dan akomodasi hotel yang dibatalkan. Atau alasan lainnya yaitu persaingan sponsor dimana sponsor nasional sang negeri tirai bambu juga ikut mensponsori event secara bersamaan di Korea Selatan.

 

Selain mundurnya sejumlah pemain China karena hal di atas, babak pertama juga diwarnai oleh tumbangnya beberapa unggulan di sektor tunggal. Chen Jin (3) menyerah kepada juniornya, Gao Huan 21-14, 14-21, 15-21 sedangkan Kenichi Tago (5) di libas oleh Jan O Jorgensen, 12-21, 18-21. Nguyen Tien Minh (6) yang tumbang saat menghadapi Wong Wing Ki, 14-21, 21-12, 12-18 dan tidak mampu melanjutkan laga gim ketiga karena cedera.

 

Di sektor putri, Tai Tzu Ying untuk ketiga kalinya sepanjang pertemuan sejak 2012 kembali sukses memupuskan ambisi Ratchanok Intanon (6). Berjibaku selama nyaris satu jam, Tzu Ying yang tertinggal 21-13 di gim pertama dan 12-17 di set kedua perlahan mampu bangkit dan berbalik unggul 22-20, 21-17 sehingga berhak untuk melaju ke babak enam belas besar (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: