Bulutangkismania's Weblog

Januari 12, 2013

Korea Open SS Premier 2013 : Indonesia, Selangkah Lebih Baik

Kore Open 2013Apabila pada turnamen yang sama setahun yang lalu Simon Santoso hanya mampu mengantarkankan Indonesia ke babak delapan besar, kali ini Sony Dwi Kuncoro mencatat hasil yang lebih baik dengan meloloskan diri ke babak semifinal. Kala itu, Simon dihentikan oleh Du Pengyu dan lawan yang sama akan dihadapi oleh Sony untuk memperebutkan tiket partai puncak. Di sektor putri, Han Li mencatat sejarah dalam karir bulu tangkisnya dengan melenggang ke empat besar.

 

Sony Dwi Kuncoro sukses menjaga peluang Indonesia di turnamen ini usai meraih tiket semifinal. Kekalahan beruntun di sektor ganda membuat Sony tidak hanya menjadi satu-satunya wakil di sektor tunggal namun juga harapan semata wayang merah putih untuk meraih gelar. Dalam laga perempatfinal menghadapi tunggal Jepang, Takuma Ueda, Sony tampil gemilang dan mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Mendominasi paruh akhir gim pertama dan sepanjang petandingan set kedua, Sony menyudahi perlawanan tunggal peringkat 29 dunia tersebut, 21-17, 21-15.

 

“Perjuangan saya belum selesai, walaupun sudah sampai semifinal tapi saya tak mau senang dulu. Sekali lagi, saya mencoba untuk tampil konsisten,” tutur Sony seperti yang dilansir oleh situs badmintonindonesia.org.

 

Hasil ini membawa Sony untuk bertemu dengan unggulan ke-4 asal China, Du Pengyu. Pengyu yang melesatkan karirnya di sepanjang tahun 2012 dengan mengantongi gelar runner up Indonesia Open SS Premier 2012, Denmark Open SS Premier 2012 dan BWF Super Series Finals, langsung mambuatnya mampu bertengger di peringkat 5 besar dunia. Dengan menuai kemenangan atas tunggal Rusia, Vladimir Ivanov, 21-11, 21-8, Pengyu sukses meloloskan diri ke babak empat besar turnamen ini.

 

“Du adalah pemain rally, butuh stamina kuat untuk mengalahkan dia. Saat ini kondisi saya cukup baik dan bekas cedera saya sudah tidak terlalu mengganggu lagi. Pokoknya saya ingin memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin, apalagi saya pernah berada di masa terburuk saat cedera, kini sudah bisa bangkit ya harus dimanfaatkan,” komentar Sony perihal lawan dan peluangnya di semifinal.

 

Unggulan teratas, Lee Chong Wei masih belum menemui hambatan berarti untuk memastikan tempat di semifinal. Usai menundukkan Hu Yun (7), 21-15, 21-17, Lee akan menantang andalan Hong Kong lainnya, Wong Wing Ki yang sukses menjungkalkan wakil Malaysia, Chong Wei Feng, 21-5, 17-21, 21-15.

 

Sementara itu di sektor putri pebulutangkis China, Han Li sukses membuat dua sejarah dalam perjalanan karir bulu tangkisnya. Sejarah pertama adalah Han membuat kejutan dengan menumbangkan tunggal peringkat 3 dunia, Saina Nehwal sekaligus membalas kekalahannya pada dua laga sebelumnya. Sedangkan yang kedua, Han untuk pertama kalinya berhasil menjejakkan diri ke babak semifinal turnamen Superseries setelah memulai karir internasional di tahun 2007.

 

Dalam laga menghadapi Saina Nehwal tersebut, kampiun Indonesia Open GP Gold 2012 dan Australia Open GP Gold 2012 ini tampil memukau dengan serangannya dan merebut gim pertama, 21-14. Saina yang mampu bangkit dan memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Han di gim kedua sukses memperpanjang nafas, 21-15. Han kembali menerapkan pola serangan yang sama seperti pada set pertama sedangkan Saina yang tidak mampu keluar dari tekanan kerap melakukan kesalahan sendiri saat mengembalikan bola. Unggul 12-5 dan 17-11, Han menyudahi perlawanan Saina, 21-12 untuk tiket semifinal Superseries perdananya.

 

Tunggal putri tuan rumah, Sung Ji Hyun akan menjadi penantang Han Li di laga selanjutnya. Ji Hyun melenggang dengan memetik kemenangan meyakinkan atas tunggal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk, 21-13, 21-7. Sementara itu Wang Shixian yang berada pada draw berbeda berhasil menjaga peluang terciptanya final antara sesama pemain China dengan menundukkan wakil Korea Selatan lainnya, Bae Yeon Ju, 21-18, 21-9.

 

Duel antara sesama pemain muda masa depan, Minatsu Mitani versus Nichaon Jindapon akhirnya dimenangkan oleh srikandi Jepang dengan kemenangan tipis 24-22, 22-20. Persaiangan yang ketat antara kedua pemain ini sudah tersaji sejak awal gim pertama. Meskipun Nichaon lebih unggul dalam hal serangan namun Minatsu mampu tampil ulet dan gigih sehingga serangan pemain Thailand tersebut seringkali menjadi bumerang dan akhirnya menguntungkan lawan  (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: