Bulutangkismania's Weblog

Januari 12, 2013

Korea Open SS Premier 2013 : Tontowi, “Kami Banyak Mati Sendiri Di Lapangan”

Kore Open 2013Dari dua wakil sektor ganda yang berhasil meloloskan diri ke babak delapan besar, tidak satupun mampu menggenggam tiket semifinal. Unggulan ke-2, Tontowi/Liliyana (ToLyn) gagal membalas kekalahan mereka atas duo Denmark, Joachim/Christinna di laga Olimpiade London 2012 yang lalu sedangkan Markis/Pia kurang beruntung di poin-poin kritis saat menantang Sudket/Saralee dalam laga tiga gim.

 

Bermain di bawah tekanan membuat penampilan ToLyn tidak maksimal dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Meskipun senantiasa mampu menempel ketat perolehan poin ganda Denmark, Joachim Fischer/Chistinna Pedersen (6), ToLyn tak mampu mendahului keduanya dan mengkonversi peluang yang ada. Usai tertinggal 19-21 di gim pertama, ToLyn sebenarnya sukses membuka momentum saat unggul 6-2 di awal set kedua dan memeliharanya hingga kedudukan 16-14. Empat poin beruntun yang dikoleksi oleh Joachim/Christinna dari kesalahan sendiri ToLyn ketika mengembalikan bola tanggung membuat wakil Denmark tersebut berbalik memimpin 18-16.

 

ToLyn sempat menggagalkan match point yang diciptakan lebih dulu oleh Joachim/Christinna saat unggul 20-18 ketika tampil berani dan mengambil inisiatif untuk menurunkan bola-bola cepat di depan net namun dua kesalahan beruntun yang dilakukan Owi saat mencoba menempatkan bola di bibir net dan melakukan smash yang terlalu melebar usai antisipasi bola-bola tajam Joachim oleh Liliyana membuat mereka harus mengubur impian ke babak semifinal, 20-22.

 

“Banyak kesalahan-kesalahan sendiri yang tidak perlu dilakukan, apalagi untuk pemain sekelas kami. Contohnya bola atas atau bola tanggung yang mudah dimatikan malah tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Kalau di awal permainan tidak apa-apa, kalau di saat kritis yang bahaya,” papar Liliyana seperti yang dilansir oleh situs resmi PB PBSI, badmintonindonesia.org.

 

“Kami tidak bisa memanfaatkan situasi saat unggul, tapi malah tertekan. Harusnya lawan yang ketinggalan yang tertekan,” lanjut Liliyana.

 

Saat dilakukan konfirmasi soal penampilan mereka yang berada di bawah performa yang biasanya, Liliyana berujar, “Tontowi sedang sakit demam, tadi kami hampir batal bertanding. Kondisinya mempengaruhi penampilan kami di lapangan.”

 

Hal tersebut ikut diamini oleh Tontowi yang memang tampil tidak maksimal di turnamen ini. Kondisi cuaca yang hingga mencapai minus 12 derajat celcius membuat pemain asal klub PB Djarum ini sulit untuk beradaptasi.

 

“Saya memang tadi demam, tapi setelah istirahat dan diurut agak mendingan dan memutuskan untuk main. Tapi ini bukan alasan kekalahan kami, tapi kebanyakan karena banyak mati sendiri di lapangan,” papar Tontowi.

 

Hasil ini mengantar Joachim/Christinna ke laga empat besar untuk menantang peraih emas Olimpade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (4). Zhang/Zhao meraih tiket semifinal usai memetik kemenangan telak atas harapan tuan rumah, Kim Ki Jung/Jung Kyung Eun, 21-7, 21-13.

 

Sementara itu harapan merah putih lainnya, Markis Kido/Pia Zebadiah (MarPi) juga harus mengakui ketangguhan unggulan ke-5 asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dalam laga tiga gim berdurasi lebih dari satu jam. Permainan dominan Kido dengan smash-smashnya dan Pia yang tampil memukau di depan net membuat MarPi unggul 21-17 di gim pertama.

 

Kecolongan start dan permainan cemerlang Sudket/Saralee di depan net membuat MarPi kewalahan dan tertinggal hingga kedudukan 4-14. Perbedaan poin yang terlalu jauh membuat pasangan kakak-beradik ini akhirnya memutuskan untuk melepas gim kedua, 8-21.

 

“Pada gim kedua, kami kalah angin dan bolanya berat pula. Kami kecolongan start dan perbedaan poin jauh, mau dikejar juga sulit, jadi kami fokus saja ke gim ketiga,” ujar Pia.

 

Performa MarPi kembali menanjak di set ketiga. Keduanya sempat mendominasi paruh awal gim ini hingga kedudukan 13-8. Meskipun akhirnya dilevelkan oleh tandem Thailand, MarPi kembali membukukan keunggulan di titik kritis, 18-16. Namun keberuntungan sepertinya masih berpihak kepada Sudket/Saralee. Pertahanan solid keduanya membuat Kido harus bekerja ekstra keras melakukan serangan dan akhirnya justru melakukan kesalahan sendiri. Lima poin beruntun yang dikoleksi Sudket/Saralee menutup gim ketiga, 21-18 dan sekaligus mengamankan tiket semifinal.

 

“Sudket/Saralee pertahanannya bagus sekali, harus berkali-kali smash dulu baru bisa tembus. Sayangnya smash saya malah sering menyangkut di net,” kata Kido perihal pertandingannya.

 

“Banyak yang bilang di pertandingan tadi kami kurang beruntung, termasuk Fischer/Pedersen (Joachim Fischer/Christinna Pedersen dari Denmark) yang sempat menonton pertandingan kami. Mungkin saja ini benar, karena seharusnya kami bisa menang, kami cocok dengan bola-bola mereka,” jelas Pia.

 

Sudket/Saralee akan berhadapan dengan unggulan teratas asal China, Xu Chen/Ma Jin yang memetik kemenangan dari wakil Inggris, Chris Adcok/Gabrielle White, 21-13, 21-17 untuk memperebutkan tempat di laga pamungkas.

 

Jung/Kim Taklukkan Duo China

 

Paska menjalani sanksi skorsing atas kasus Olimpiade London 2012 yang lalu, pasangan Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na kembali tampil perdana di lapangan pada turnamen ini dengan performa yang memukau. Sementara itu para unggulan yang tersisa di sektor putra masih terlalu tangguh untuk di bendung dan sukses menapak ke babak semifinal.

 

Setelah tanpa kesulitan menekuk ganda Indonesia, Vita/Variella di babak sebelumnya, kali ini Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (4) yang terkena larangan bermain oleh asosiasi bulu tangkis Korea Selatan karena kasus Olimpiade London 2012 kembali tampil gemilang dengan membukukan kemenangan dua gim atas kolaborasi baru sang negeri tirai bambu, Bao Yixin/Tian Qing (5). Kesolidan pasangan nomor 12 dunia ini berhasil mematahkan perlawanan yang dijejalkan oleh Bao/Tian setelah kedua pasangan terlibat reli-reli yang cukup panjang. Dalam pertarungan berdurasi 40 menit tersebut, Jung/Kim menyudahi perlawanan keduanya, 21-11, 21-18.

 

Hasil ini membawa Jung/Kim ke babak semifinal untuk berhadapan dengan andalan China lainnya, Wang Xiaoli/Yu Yang (1). Wang/Yu meraih kemenangan tanpa tanding atas kompatriotnya, Cheng Shu/Zhao Yunlei (6). Sedangkan pada babak empat besar lainnya akan mempertemukan unggulan ke-2, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dan andalan China lainnya, Ma Jin/Tang Jinhua (7). Christinna/Kamilla melenggang dengan menyingkirkan pasangan Thailand, Duanganong/Kunchala (8), 21-16, 21-17 sedangkan Ma/Tang harus melalui laga alot tiga gim untuk membendung unggulan ke-3 asal Jepang, Misaki/Ayaka, 21-19, 18-21, 21-14.

 

Di sektor putra, para unggulan masih belum terbendung dan sukses melewati pesaingnya. Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (6) yang menjadi tumpuan tuan rumah di turnamen ini tanpa kesulitan melewati hadangan tandem negeri jiran, Goh V Shem/Lim Khim Wah, 21-16, 21-10. Keduanya akan menjajal unggulan ke-2, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong yang mengantongi kemenangan atas duo China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, 21-12, 21-19.

 

Duet China, Hong Wei/Shen Ye (7) menjadi satu-satunya harapan sang tirai bambu di sektor ini usai meraih kemenangan dari ganda Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Paska tertinggal 18-21 di gim pertama, Hong/Shen berhasil mengamankan set kedua setelah tampil dramatis di poin-poin kritis. Lee/Tsai yang mendominasi sejak awal set hingga kedudukan 19-17 berhasil dibalikkan oleh Hong/Shen 21-20 sebelum akhirnya memastikan rubber game, 25-23. Antiklimaks penampilan Lee/Tsai di paruh akhir set ketiga membuat Hong/Shen mampu melesat dan membukukan keunggulan 18-11. Meskipun Lee/Tsai sempat memperkecil selisih poin 18-20, Hong/Shen lebih dulu menutup peluang mereka, 21-18.

 

Dengan kemenangan ini, Hong/Shen akan menjadi penantang unggulan teratas, Mathias Boe/Carsten Mogensen yang lolos dari hadangan duet muda tuan rumah, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (5), 21-15, 21-10 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: