Bulutangkismania's Weblog

Januari 13, 2013

Korea Open SS Premier 2013 : Sony Terhenti

Kore Open 2013Pupus sudah harapan Indonesia untuk menempatkan wakilnya di babak final Korea Open SS Premier 2013 pask kekalahan yang dialami oleh wakil terakhir merah putih, Sony Dwi Kuncoro. Meskipun memiliki catatan kemenangan yang lebih baik atas Du, Sony tak mampu membendung permainan cepat yang diperagakan oleh tunggal peringkat 5 dunia tersebut. Di sektor putri, Shixian sukses menjaga peluang untuk mempertahankan gelarnya tahun lalu.

 

Andalan Indonesia yang tersisa di turnamen ini, Sony Dwi Kuncoro, memang memiliki catatan kemenangan yang lebih baik atas lawannya, Du Pengyu (4) yaitu 3-1. Namun kemajuan pesat yang dialami oleh Du sepanjang tahun 2012 yang lalu membuktikan bahwa fakta di lapangan bisa berbalik dari skenario yang direncanakan sebelumnya apabila seorang pemain mampu tampil konsisten. Menghadapi Du, Sony beberapa kali kesulitan mengikuti ritme permainan cepat yang diperagakannya. Beberapa serangan tajam Du juga tak mampu diantsipasi oleh Sony.

 

Meskipun Sony mencoba untuk mengubah taktik dan bermain reli di area baseline, Du senantiasa mampu meladeni permainan yang disajikan Sony. Bahkan saat diserang, Du beberapa kali mampu membalikkan bola-bola Sony meskipun dalam posisi sulit dan harus menjatuhkan diri. Semangat pantang menyerah yang diperagakan oleh Du membuat Sony justru tak berdaya saat menerima gempuran balik dari finalis Indonesia Open SS Premier 2012, Denmark Open SS Premier 2012 dan BWF Superseries Finals tersebut.

 

Sony hanya mampu meladeni Pengyu hingga kedudukan 8-9 di gim pertama. Paska tertinggal 7-14 dan 8-19, tunggal merah putih yang pekan ini melesatkan dirinya ke papan 10 besar dunia tersebut harus menyerah 12-21. Set kedua berjalan dengan skenario yang sama seperti gim pertama. Sony kembali tetringgal jauh setelah sempat bangkit dan bersaing ketat hingga kedudukan 9-10. Meskipun mampu merebut 5 poin berturut-turut saat kedudukan 12-18, kesalahan beruntun yang dilakukan Sony di depan net menutup peluangnya untuk memaksakan rubber, 17-21.

 

“Hari ini lawan bermain lebih bagus dari segi stroke, sepertinya dia sudah bisa membaca permainan saya. Sementara saya sendiri sebetulnya sudah bisa mengolah bola, tapi saat mematikannya yang masih kurang tajam, kurang berani,” papar Sony seperti yang dikutip oleh situs resmi PB PBSI.

 

“Selain itu dari segi stamina juga berpengaruh, saya kurang tahan menghadapi rally panjang yang dia terapkan,” lanjutnya kemudian.

 

Dengan hasil ini, Pengyu berhak untuk tampil di babak final dan menantang unggulan teratas asal Malaysia, Lee Chong Wei. Meskipun hanya membukukan 1 kemenangan atas Lee, Pengyu sebenarnya memiliki peluang yang cukup besar karena dari catatan dua pertemuan terakhir, tunggal nomor tiga China ini senantiasa mampu mengimbangi Chong Wei. Lee sendiri melenggang usai menghentikan perlawanan tungal Hong Kong, Wong Wing Ki, 21-11, 21-18.

 

Di sektor putri, Wang Shixian (5) yang sepanjang tahun 2012 ‘miskin gelar’ dan hanya mampu mengoleksinya di turnamen Korea Open SS Premier 2012 tampil membaik dan lebih konsisten di dua turnamen terakhir. Setelah pada Desember lalu Shixian menjadi runner up BWF Superseries Finals, kali ini tunggal peringkat 5 dunia tersebut kembali berhasil menjejakkan langkah ke laga pamungkas usai mengalahkan bintang muda asal Jepang, Minatsu Mitani.

 

Meskipun pada pertemuan terakhir di turnamen China Masters SS 2012, Minatsu sukses mempecundangi Shixian dua gim langsung di depan publiknya sendiri, kali ini Shixian tampil lebih tenang dan agresif saat melakukan serangan-serangan. Menang mudah 21-11 di gim pertama, Shixian sempat tertinggal 12-14 dan 15-17 di set kedua ketika Mitani tampil ulet dan mampu meladeni bola-bola pengembalian Shixian. Permainan di depan net yang memukau dari Shixian dan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Mitani kembali membuat Shixian unggul dan mengoleksi 6 angka berturut-turut untuk kemudian menutup gim kedua, 21-17.

 

Harapan China untuk menyajikan final antara sesama pemainnya dan memastikan gelar sektor putri tak mampu terealisasi usai kekalahan yang diderita tunggal lainnya, Han Li. Sukses membuat sejarah di laga sebelumnya, Han Li justru tak mampu tampil konsisten dan meladeni permainan agresif Sung Ji Hyun. Pemain tuan rumah yang mendapatkan dukungan penuh dari publik Olympic Gymnasium tersebut sukses merebut kemenangan dua gim langsung, 21-14, 21-17 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: