Bulutangkismania's Weblog

Januari 17, 2013

Malaysia Open SS 2013 : Delapan Ganda Meloloskan Diri

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:26 am
Tags: , , , , , , , ,

2013_Maybank_Malaysia_Open_bannerDiantara dua belas wakil sektor ganda yang berjibaku di babak pertama turnamen Maybank Malaysia Open Superseries 2013, delapan diantaranya berhasil meloloskan diri ke babak enam belas besar. Satu-satunya kejutan yang diderita oleh merah putih dialami ganda putri Greysia/Meli (GreyMel) yang menempati unggulan ke-7 ditumbangkan oleh junior Korea Selatan, Koo A Ra/Yoo Hae Won.

 

Tiket enam belas besar perdana yang berhasil dikoleksi oleh atlet Indonesia di raih ganda senior Pelatnas, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ANdra). Setelah pekan lalu keduanya tumbang dini di babak pertama, kali ini ANdra tampil lebih baik saat menjungkalkan wakil tuan rumah, Mohd. Razif/Vountus Indra Mawan, 21-14, 21-14. Tidak hanya unggul dalam hal serangan, duo merah putih ini juga tampil dominan di depan net.

 

“Hari ini mainnya masih belum enak, untung lawannya belum terlalu berat jadi kami masih bisa mengatasi,” kata Hendra seperti yang diungkap oleh situs http://www.badmintonindonesia.org.

 

Sayangnya di laga selanjutnya ANdra sudah harus ‘perang saudara’ dengan kompatriotnya, Angga Pratama/Ryan Agung (AngRy, unggulan ke-7) yang lolos dengan menundukkan tandem India, Pranaav Jerry/ashkay Dewalkar, 21-12, 21-16.

 

Selain ANdra dan AngRy, duo lainnya yang juga ikut melaju adalah pasangan senior Alvent Yulianto/Markis Kido (AlMa) setelah berjibaku ketat tiga gim melibas ganda tuan rumah, Nelson Wei/Ee Yi, 23-21, 14-21, 21-19. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan AlMa di set pertama membuat mereka beberapa kali gagal memanfaatkan match point dan posisi memimpin. Namun dengan pengalamanmnya AlMa mampu tampil tenang dan akhirnya menutup gim. Di set kedua, keadaan menjadi lebih buruk bagi AlMa namun beruntung kesolidan mereka membaik di titik-titik kritis set ketiga sehingga sukses memenangkan pertandingan.

 

Langkah tiga wakil ganda putra tersebut tidak diikuti oleh duet senior lainnya, Yonathan Suryatama/Hendra Aprida (YoNdra) saat menjajal unggulan teratas, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Hanya dalam tempo kurang dari 30 menit, YoNdra menyerah, 15-21, 15-21.

 

Sementara itu kejutan sektor ganda putra berhasil diciptakan oleh kolaborasi baru Chai Biao/Liu Xiaolong yang berhasil mengalahkan unggulan ke-3, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang, 21-18, 21-19. Duet ini sekaligus memecah kebuntuan China untuk mecara pelapis Fu Haifeng/Cai Yun yang benar-benar dapat diandalkan paska cedera kambuhan yang dialami oleh Cai Yun.

 

Sukses di sektor putra juga diikuti oleh para srikandi yang berhasil menempatkan 3 wakilnya di babak kedua. Suci Rizky/Della Destiara (SuDel) berhasil menaklukkan wakil tuan rumah, Goh Liu Ying/Lim Yin Loo. Goh yang merupakan pemain terbaik tuan rumah di nomor campuran mampu menunjukkan keahliannya di depan net yang beberapa kali menyulitkan pasangan Indonesia. Namun SuDel yang tampil lebih padu serta langsung atraktif menekan pertahanan Goh/Lim, berhasil mengontrol jalannya pertandingan dan merebut kemenangan, 21-14, 21-15.

 

“Sebenarnya lawan merupakan pemain yang bagus, tapi mereka tidak tampil baik hari ini, banyak poin yang kami dapatkan dari kesalahan mereka,” ujar Suci usai pertandingan.

 

“Kami bisa langsung in dari pertama, beda dengan di Korea kemarin. Sementara lawan kami jadi tertekan dengan keadaan ini,” Della manambahkan.

 

Duet senior-junior, Vita Marissa/Variella Putri (ViVar) juga memastikan tempat di enam belas besar dengan membungkan ganda tuan rumah, Amelia Alicia/Soong Fie Cho, 21-10, 21-13. Sementara itu Pia Zebadiah/Rizki Amelia harus berjuang tiga gim sebelum akhirnya memenangkan pertandingan dari duo Korea Selatan, Choi Hye In/Kim So Young, 18-21, 21-17,2 1-13.

 

Kejutan terbesar yang dialami oleh wakil merah putih di babak pertama turnamen ini adalah tumbangnya unggulan ke-7, Greysia Polii/Meiliana Jauhari (GreyMel) atas junior Korea Selatan, Ko A Ra/Yoo Hae Won, 21-13, 19-21, 18-21. Hasil ini sekaligus menambah daftar panjang performa yang kurang memuaskan dari GreyMel paska bertanding kembali usai menjalani skorsing akibat insiden Olimpiade London 2012 yang lalu. Meskipun Greysia beberapa kali sempat mengecoh lawan dengan bola-bola uniknya, variasi pukulan dan serangan yang monoton dari GreyMel membuat pengembalian mereka mudah terbaca dan diantisipasi oleh lawan.

 

RiBby Atau PraVi

 

Tanpa dimotori oleh duet andalan Indonesia, Tontowi/Liliyana di turnamen ini serta kekalahan beruntun yang dialami oleh dua wakil merah putih lainnya menyisakan harapan untuk mendulang gelar kepada Muhammad Rijal/Debby Susanto (RiBby, 3) dan Praveen Jordan/Vita Marissa (PraVi) yang berhasil melenggang ke babak kedua. Namun sayangnya kedua pasangan tersebut harus saling bertempur untuk sat tiket ke perempatfinal.

 

Menghadapi pasangan Hongkong, Chan Yun Lung/Tse Ying Seut, RiBby sempat tampil tak lepas di gim-gim awal. Kedua pasangan bersaing ketat namun saat melewati jeda interval, RiBby mampu keluar dari tekanan dan menyajikan permainan terbaiknya. Dalam pertandingan berdurasi setengah jam tersebut, RiBby menyudahi perlawanan mereka, 21-18, 21-17.

 

PraVi tak lama kemudian berhasil menyusul RiBby ke babak 16 besar. Menghadapi andalan India, Tarun Kona/Ashwini Ponnappa, PraVi berhasil tampil konsisten dengan serangan-serangannya dan memetik kemenangan 22-20, 21-17. Dengan demikian RiBby dan PraVi berhak untuk mengantongi tiket enam belas besar namun keduanya harus berjibaku untuk memperebutkan satu tiket perempatfinal sekaligus memastikan satu tempat bagi Indonesia.

 

Langkah Ribby dan PraVi sayangnya tidak diikuti oleh dua wakil lainnya yang menantang para unggulan. Riky Widianto/Richi Dili (RiRi) yang berhadapan dengan unggulan ke-8 asal Denmark, Anders Kristiansen/Julie Houmann sempat tampil dominan dan mendominasi gim pertama, 21-11. Namun di dua set berikutnyameskipun Julie kerap melakukan kesalahan sendiri, bola-bola cepatnya di depan net beberapa kali gagal diantisipasi oleh RiRi. Smash-smash keras Andrers juga beberapa kali lolos dari pertahanan ganda harapan Indonesia tersebut. RiRi menyerah di dua set berikutnya, 20-22, 12-21.

 

“Permainan kami jelek hari ini. Gim pertama sebetulnya sudah enak, tapi gim kedua lawan memperlambat tempo permainan. Pergerakan mereka di depan juga menyulitkan, terutama Julie. Smash Kristiansen juga sangat keras dan sulit untuk dikembalikan,” ungkap Richi yang tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

 

“Serangan saya banyak yang tidak tembus, pertahanan mereka cukup bagus. Tapi kekalahan hari ini penyebab utamanya dari kami sendiri yang tidak tampil bagus,” Riky menambahkan.

 

Sementara itu pasangan kakak-adik, Markis Kido/Pia Zebadiah (MarPi) sebenarnya membuka peluang di set kedua saat menjajal unggulan ke-2, Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Takluk 17-21 di gim pertama usai berjibaku ketat hingga kedudukan 17-18, MarPi mampu bangkit dan menempel ketat perolehan poin Joachim/Christinna di set kedua. Keberuntungan yang belum berpihak pada Indonesia membuat ganda Denmark sukses menamatkan gim kedua dan menutup peluang rubber game, 24-22.

 

Sementara itu kejutan yang terjadi di sektor campuran diciptakan oleh ganda Skotlandia, Robert Blair/Jilliie Cooper. Keduanya yang menantang unggulan ke-6 asal Korea Selatan, Shin Baek Choel/Eom Hye Won dan tampil padu dengan merebut gim pertama 22-20. Meskipun sempat menyerah 12-21 di set kedua, Robert/Jillie kembali bangkit dan memastikan kemenangan mereka, 21-17.

 

Partai lainnya yang tak kalah seru adalah duet unggulan teratas, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying yang berhadapan dengan senior Thailand, Sudket/Duanganong. Duanganong mengisi kekosongan Sudket yang biasa berkolaborasi dengan Saralee. Chan/Goh tampil meyakinkan 21-8 di gim pertama namun tak mampu keluar dari tekanan yang diberikan oleh Sudket/Duananong sehingga menyerah 15-21 di set selanjutnya. Pasangan Thailand kembali mendominasi jalannya pertandingan set ketiga hingga kedudukan 20-17 namun kesolidan dan ketenangan Chan/Goh mengubur impian keduanya, 21-23.

 

“Cedera saya sempat mengganggu saya saya berusaha untuk tetap fokus seratus persen,” papar Goh tentang permainannya.

 

“Meskipun performa kami menurun tapi kami akan berusaha tampil lebih percaya diri dengan kemenangan ini,” Chan ikut menambahkan (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: