Bulutangkismania's Weblog

Januari 19, 2013

Malaysia Open SS 2013 : Kemenangan Sempurna Indonesia

2013_Maybank_Malaysia_Open_bannerTiga pasangan ganda merah putih berhasil meloloskan diri ke babak empat besar turnamen Maybank Malaysia Open Superseries 2013 usai mengalahkan lawan-lawannya. Pemain senior berusia 32 tahun, Vita Marissa kembali tampil gemilang bersama para juniornya dan merebut dua tiket semifinal. Di sektor putra, duo Ahsan/Hendra (ANdra) berhasil membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan ke-2 asal Jepang, Hiroyuki/Kenichi.

 

Menghadapi unggulan asal China, Zhang Nan/Tang Jinhua (5), duo merah putih yang baru merintis karir internasional pada pekan lalu di turnamen Korea Open Superseries Premier 2013, Praveen Jordan/Vita Marissa (PraVi) mampu tampil sempurna di area depan net dengan penempatan bola-bola sulit. Beberapa kali terlihat pasangan China harus kehilangan keseimbangan saat mencoba menyelamatkan bidang permaianan mereka.

 

Smash-smash keras PraVi menjadi senjata pamungkas yang paling ampuh untuk meraih poin setelah berhasil merusak pola permainan ganda China di set pertama. Vita Marissa berhasil menjadi playmaker yang baik di depan net baik dalam hal servis maupun penempatan bola yang tipis sehingga pengembalian bola Zhang/Tang sebagian besar menjadi tanggung dan dengan mudah dimatikan oleh pasangan Indonesia. Usai berjibaku dan saling memimpin dengan selisih 1-2 poin hingga kedudukan 13-12, PraVi tak memberi banyak kesempatan bagi duet China untuk mengembangkan permainan dan merebut delapan angka beruntun sehingga menutup gim pertama, 21-12.

 

Permainan Zhang/Tang tidak lantas membaik di set kedua. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan keduanya membuat Indonesia mampu unggul 10-5 di paruh awal gim. Meskipun pasangan China sempat menyamakan kedudukan di angka 14, PraVi yang sudah mengontrol jalannya pertandingan kembali unggul dalam perolehan poin yang beberapa diantaranya di dapat dari kesalahan sendiri yang dilakukan Zhang/Tang.

 

Beberapa kali servis Tang Jinhua gagal melewati net dan terlihat grogi karena berada dalam posisi tertekan. Sementara itu kepercayaan diri pasangan Indonesia kian meningkat dan terlihat dari variasi penempatan bola yang tidak hanya dilakukan oleh Vita namun secara berani juga diperagakan oleh Praveen.  Meskipun senantiasa dibuntuti dengan ketat oleh duo China dari permainan drop shot dan netting serta beberapa kesalahan sendiri PraVi, duet Indonesia mampu terus memimpin sejak 16-14 hingga 20-18. Penempatan bola PraVi yang tak terduga akhirnya menjadi kunci kemenangan pasangan Indonesia tersebut dan keselahan servis dari Tang Jinhua untuk kesekian kalinya memastikan kemenangan PraVi, 21-19.

 

“Sebetulnya kami merasa berpeluang untuk menang karena lawan adalah pasangan baru. Selain itu Tang juga permainan depannya tidak terlalu bagus, dia juga terlihat grogi,” tutur Vita seperti yang dikutip oleh http://www.badmintonindonesia.org.

 

“Saya akui soal teknik memang Praveen masih mentah, namun mental bertandingnya bagus, saya tak perlu meragukan itu,” tambah Vita yang dibeberapa pertandingan terakhir sempat lolos dari sindrom angka kritis.

 

“Tugas saya sepertinya untuk menaikkan level pasangan saya. Setelah dia naik, saya ditinggal,” lanjutnya barcanda seraya diiringi tawa para jurnalis saat konferensi pers.

 

Praveen sendiri mengaku senang bisa lolos ke semifinal dan tidak menyangka bisa menang dua gim langsung. “Saya senang sekali bisa menang hari ini, tidak menyangka bisa menang dua gim langsung,” ujar Praveen.

 

Dengan hasil ini PraVi berhak untuk melaju ke babak empat besar dan menantang unggulan ke-2, Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Duo asal Denmark tersebut memetik kemenangan atas komaptriotnya, Anders Kristiansen/Julie Houmann (8), 22-20, 21-12. Saat ditanya peluang mereka menghadapi Joachim/Christinna, Vita berkata, “Tidak mudah menghadapi pasangan Denmark ini, mereka sudah lebih matang dan berpengalaman dibanding saya dengan Praveen yang baru berpasangan.”

 

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan teratas dan harapan tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dan duet Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (4). Chan/Goh tanpa kesulitan menundukkan rekan senegaranya, Tan Aik Quan/Lai Pei Jiang, 21-13, 21-14 sedangkan Robert/Nadiezda menghempas jagoan Singapura, Danny Bawa/Yu Yan Vanessa (7), 21-11, 21-12.

 

Vita Marissa, “Kuncinya Jaga Kondisi”

 

Setelah di babak kedua Vita sukses di dua nomor, kembali pemain senior Indonesia ini menuai hasil yang sama di laga delapan besar. Meskipun harus berjibaku tiga gim dan tertinggal lebih dulu di set pertama, Vita/Variella (ViVar) akhirnya berhasil menjungkalkan jagoan India yang tampil digjaya di laga sebelumnya, Ashwini/Pradnya. Kejutan duet Ahsan/Hendra (ANdra) atas wakil Jepang unggulan ke-2 melengkapi hasil sempurna merah putih di laga delapan besar.

 

Duet Vita Marissa bersama Variella Aprilsasi (ViVar) di sektor ganda putri kembali berhasil menuai kesuksesan saat menantang wakil India, Ashwini Ponnappa/Pradnya Gadre. Ashwini/Pradnya yang membuat kejutan di babak sebelumnya dengan menekuk unggulan asal China, Ma Jin/Tang Jinhua (6). Tidak seperti pertarungan ganda putri pada umumnya yang menyajikan reli-reli panjang dan ketahanan akurasi, kedua pasangan lebih banyak bermain bola-bola pendek di depan net, serangan, dan penempatan-penempatan sulit layaknya laga ganda campuran.

 

Pertahanan yang rapi dari duo India sulit ditembus oleh ViVar di gim pertama. Beberapa serangan, drive-drive cepat dan penempatan bola berhasil dikembalikan dengan baik oleh Ashwini/Pradnya. Bermain dengan pola cepat dan rapat membuat pasangan India unggul 11-5 saat jeda interval. ViVar sempat menyamakan kedudukan di angka 16 dari beberpa pengembalian tak sempurna pasangan India namun momentum tetap memihak kepada Ahswini/Pradnya untuk menutup set ini lebih dulu, 21-18.

 

“Sempat kalah angin di set pertama,” ungkap Variella perihal kekalahannya.

 

Pada gim kedua ViVar mencoba untuk memperlambat permainan dan lebih variatif dalam melakukan serangan. Beberapa penempatan bola ViVar di area baseline juga tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh ganda India. Dominasi yang kuat dari penempatan bola dan pertahanan yang rapi membuat ViVar unggul jauh 18-8 sebelum akhirnya memastikan rubber game, 21-13.

 

Sempat meningkatkan tempo serangan di set ketiga namun banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan Ashwini/Pradnya membuat duo India tersebut sulit untuk mengembangkan permainan. Serobotan dan penempatan apik Vita di depan net juga beberapa kali menyulitkan pasangan India. Usai berjibaku dan saling mengejar hingga ke angka 11, ViVar meraih momentum dengan 5 poin beruntun untuk kemudian memastikan kemenangan 21-13.

 

“Melihat lawan hari ini, kami berpikir bahwa kesempatan terbuka lebar untuk ke semifinal. Kami memang ingin sekali menang hari ini. Tapi lawan hari ini juga tidak jelek, mereka bisa mengalahkan China, terbukti tadi kami sempat kewalahan dengan permainan mereka yang rapi,” komentar Vita tentang pasangan India.

 

“Pada gim pertama kami belum menemukan pola yang enak, kami terbawa dengan pola permainan lawan yang cepat. Selanjutnya kami bisa memperlambat permainan,” Variella ikut menambahkan.

 

Dengan hasil ini ViVar berhak untuk melenggang ke semifinal dan menantang unggulan asal China, Tian Qing/Bao Yixin (5). Saat ditanya perihal staminanya yang sudah tidak lagi muda dan bertanding di dua nomor terlebih makin mendekati final lawan yang dihadapi akan semakin sulit, Vita berujar, “Kuncinya jaga kondisi supaya besok tetap tampil prima.”

 

Bao/Tian sendiri memastikan tiket semifinal usai menundukkan unggulan teratas asal Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Christinna/Kamilla sempat menjadi momok bagi pasangan China, Tian Qing/Zhao Yunlei, namun saat Tian berkolaborasi dengan Bao Yixin, duet China tersebut justru lebih mudah menaklukkan Christinna/Kamilla, 21-10, 21-18.

 

Semifinal lainnya mempertemukan wakil Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari (4) dan unggulan ke-2, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Yao/Shinta membuktikan bahwa pertahanan yang kuat mampu merontokkan permainan reli alot yang diperagakan oleh Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (8). Yao/Shinta meraih kemenangan 13-21, 21-14, 21-16 setelah berjuang selama 54 menit. Sementara itu Misaki/Ayaka juga tak kalah sengit melakukan perlawanan untuk menundukkan ganda putri terakhir Korea Selatan di turnamen ini, Koo A Ra/Yoo Hae Won, 13-21, 21-16, 21-14.

 

Sebelumnya di sektor ganda putra Indonesia juga sudah meloloskan satu-satunya wakil tersisa di turnamen ini, ANdra ke babak empat besar usai menggulung unggulan ke-2 asal Jepang, Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo. Dalam pertandingan berdurasi setengah jam tersebut, ANdra tampak dominan dalam serangan dan penguasaan poin namun beberapa kali masih sempat melakukan kesalahan sendiri karena terburu-buru ingin mematikan lawan. Beruntung pertahanan duo Jepang ini juga tidak terlalu bagus terutama saat menerima bola-bola pendek dan serobotan di depan net. ANdra berhasil meraih kemenangan 21-18, 21-15.

 

“Sebelumnya saya sudah sering bertemu mereka, sudah tahu betul permainannya. Mereka banyak memberikan bola-bola panjang ke belakang dan ini selalu kami antisipasi,” tukas Hendra usai pertandingan.

 

“Dari awal lebih dulu menekan dan menerapkan strategi banyak menurunkan bola, sepertinya mereka tidak bisa mengatasi permainan seperti ini, apalagi dengan kondisi lapangan yang berangin,” Ahsan ikut menambahkan.

 

DI babak selanjutnya ANdra akan menjejal kolaborasi China, Chai Biao/Liu Xiaolong yang membuat kejutan dengan menundukkan unggulan ke-8 asal Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Tertinggal lebh dulu 17-21 di gim pertama, Chai/Liu mampu membalas di set kedua, 21-13 dengan lebih banyak mengandalkan drive-drive cepat di depan net. Persaingan ketat berlanjut di gim ketiga saat Chai/Guo mampu unggul dalam perolehan poin namun kemudian disusul oleh Vladimir/Ivan. Bermain lebih tenang dan matang, Chai/Liu sukses menamatkan set ini lebih dulu, 22-20.

 

Selain tumbangnya Hiroyuki/Kenichi, Jepang akhirnya harus merelakan hilangnya peluang di sektor ganda putra usai kekalahan yang diderita wakil lainnya, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (4) atas andalan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (6), 14-21, 7-21. Ko/Lee akan menantang wakil tuan rumh, Goh V Shem/Lim Khim Wah yang menghempas andalan Korea lainnya, Kang Ji Wook/Lee Sang Joon, 21-14, 21-16 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: