Bulutangkismania's Weblog

Januari 21, 2013

Malaysia Open SS 2013 : Lee Chong Wei, “Ini Masalah Mental, Bukan Fisik”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:58 am
Tags: , , , , , , , , , , , ,

2013_Maybank_Malaysia_Open_bannerUnggulan teratas asal negeri jiran, Lee Chong Wei kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain nomor satu dunia dengan mengantongi kemenangan telak atas wakil Indonesia, Sony Dwi Kuncoro. Gelar yang merupakan ke sembilan kalinya ini di raih Chong Wei usai berjibaku selama 32 menit. Di sektor putri, Tai Tzu Ying meneruskan hegemoni yang diraihnya usai mengandaskan Saina Nehwal (1) di laga sebelumnya dengan menumbangkan tunggal China, Yao Xue.

 

Menghadapi superioritas Lee Chong Wei, tak banyak yang bisa dilakukan oleh tunggal terbaik Indonesia, Sony Dwi Kuncoro. Pada pertemuan terakhir keduanya di laga Malaysia Open GP Gold 2012 yang lalu, Sony sempat memberikan perlawanan sebelum menyerah dalam laga tiga gim. Kali ini Sony seperti dibuat tak berkutik menghadapi kecepatan dan ketahanan Chong Wei. Selain itu pertahanan Chong Wei yang lebih matang dan kesalahan sendiri yang dilakukan Sony kian mempersulit wakil Indonesia tersebut untuk mengejar ketertinggalannya.

 

Chong Wei membuka gim pertama dengan unggul 5-1 dari smash ke arae baseline Sony dan kegagalan Sony di depan net. Drop shot Sony mengubah kedudukan menjadi 2-5 untuk Indonesia. Empat angka beruntun kembali dikoleksi Chong Wei dari permainan cepat dan agresivitas serangannya. Tekanan demi tekanan yang tak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Sony membuat Chong Wei meluncur deras dalam perolehan poin 14-3 dan 19-4. Diiringi gemuruh para pendukungnya, Chong yang berada di atas angin tanpa kesulitan mengakhiri gim pertama, 21-7.

 

Berharap ada inovasi dari Sony untuk membendung serangan Chong Wei justru wakil Indonesia tersebut tak mampu keluar dari tekanan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Tidak sempurna sata mengembalikan bola termasuk bola tanggung yang seharusnya dapat dikonversi menjadi poin membuat Sony tertinggal 3-11 diinterval gim kedua. Meskipun beberapa kali Sony mampu membuat Chong Wei jatuh bangun dalam mengamankan area permainannya namun peringkat 5 dunia tersebut tetap tidak mampu tampil sempurna saat berbalik harus mempertahankan diri dari gempuran Chong Wei. Lee terus memimpin hingga 15-7. Pengembalian Sony yang tanggung dan kesalahan sendiri yang dilakukannya secara beruntun saat mengembalikan pukulan-pukulan sulit Chong Wei memudahkan Lee untuk merebut gelar ke-9 nya di turnamen ini, 21-8.

 

Rekor 9 kali juara yang ditorehkan Chong Wei mengalahkan catatan yang pernah diukir oleh pendahulunya, Wong Peng Soon. Chong Wei yang juga dikenal dengan julukan ‘Juara Kampung’ oleh para fans nya mengatakan bahwa di turnamen ini dia tidak mau terpengaruh pada pola lawan seperti pada laga sebelumnya saat menghadapi Jorgensen yang membuatnya harus berjibaku rubber game. Dengan kecepatan dan kekuatannya Chong Wei berusaha untuk menyelesaikan pertandingan sesegera mungkin dan tidak memberikan kesempatan kepada Sony untuk mengembangkan permainan.

 

“Saya memang dari awal fokus dan tak memberikan sedikitpun kesempatan untuk Sony mengembangkan permainannya. Saya belajar dari kesalahan di semifinal saat saya harus bermain rubber game. Selain itu saya bersemangat sekali ingin membuat rekor dengan menjuarai Malaysia Open sembilan kali,” kata Chong Wei seperti yang ditulis oleh http://www.badmintonindonesia.org.

 

“Terima kasih untuk para fans Malaysia yang datang dan mendukung saya di stadium. Walaupun Chan/Goh kalah, saya senang stadium hari ini penuh. Saya senang bisa meraih gelar yang kesembilan ini karena hal ini bukanlah mudah dan tekanan sangat kuat pada saya untuk bisa berada sejauh ini,” lanjutnya kemudian.

 

Saat ditanya tentang sang lawan, Chong Wei berkomentar, “Dari skor mungkin terlihat telak tapi menurut saya pertandingan tadi cukup sulit. Pertahanan Sony cukup kuat. Dia bisa mengembalikan bola-bola saya dan saya harus mengembalikan bola dan membaca permainannya sebelum akhirnya menemukan area kosong untuk melepaskan pukulan. Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri saya untuk menghadapi All England.”

 

Meskipun sudah menghadapi usia berkepala tiga, Chong Wei memiliki pedoman tersendiri dalam performanya, “Ini adalah masalah mental, bukan fisik. Selama saya berpikir untuk menang, saya akan mencoba dan mencoba lagi,”

 

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Sony mengakui keunggulan Chong Wei dari sisi kecepatan dan ketahanan. “Chong Wei merupakan pemain dengan skill yang komplit, dia unggul segala-galanya dan hari ini dia bermain sangat bagus. Dari teknik permainan mungkin kami seimbang, tapi dia memiliki kecepatan dan ketahanan yang lebih baik dari saya,” ujar Sony.

 

“Saya sampai ke babak final dengan perjuangan luar biasa. Sebelumnya bertemu pemain Jepang, China dan sebagainya, pertandingannya juga ketat. Buat saya, hasil di turnamen ini cukup baik,” ujar Sony yang mengaku faktor stamina menjadi kendala utama kekalahan telaknya hari ini.

 

“Kalau latihan hanya seperti sekarang ya hasilnya seperti ini, kedepannya saya harus lebih giat latihan lagi dan perbaiki kualitas permainan saya. Hasil di turnamen kali ini akan menjadi pelajaran untuk mengukur sejauh mana kemampuan saya,” lanjut Sony kemudian.

 

Sementara itu di sektor putri tunggal Taiwan berusia 19 tahun, Tai Tzu Ying kembali mempertahankan konsistensinya usai menundukkan tunggal China, Yao Xue, 21-17, 21-14. Meskipun Yao unggul dalam hal serangan dan footwork namun banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal China tersebut memudahkan Tzu Ying untuk merebut gelar perdananya di tahun ini.

 

“Saya senang tapi sepertinya Yao tidak dalam performa terbaiknya,” ungkap pengagum Peter Gade ini.

 

Saat ditanya tentang hadiah yang diraihnya sebagai juara dengan tersenyum Tzu Ying berkata, “Sebenaranya saya tidak tahu berapa besar jumlahnya, saya lupa melihatnya!”

 

Saat diberitahu oleh para jurnalis bahwa jumlah hadiahnya sebesar USD 30,000, dengan lugunya Tzu Ying berujar, “Apakah jumlah tersebut banyak? Saya juga tidak tahu.” Spontan ruang konferensi pers tersebut di penuhi dengan gelak tawa para awak media (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: