Bulutangkismania's Weblog

Maret 7, 2013

All England Open SS Premier 2013 : Linda Taklukkan Yihan, Firda Tersingkir

all england datesIndonesia sukses meloloskan empat pemain tunggalnya ke babak kedua turnamen All England SS Premier 2013. Dua diantaranya sukses membuat kejutan dengan menundukkan pemain yang lebih dijagokan. Lindaweni Fanetri di luar dugaan menghempas mantan pemain nomor satu China, Wang Yihan (3) dalam laga dua gim sedangkan Belaetrix Manuputty menjungkalkan tunggal nomor satu Jepang berperingkat 10 dunia, Minatsu Mitani.

 

Meskipun saat ini beberapa negara Asia seperti Jepang, Thailand dan India beberapa kali mampu mengimbangi permainan para srikandi China. Namun untuk Indonesia tidak banyak pemain yang mampu bersaing dan mensejajarkan diri dengan tunggal sang negeri Tiongkok. Lindaweni yang saat ini peringkat teratas Indonesia berhasil membuka peluangnya di turnamen ini dengan menundukkan unggulan ke-3, Wang Yihan. Menghadapi Yihan, Linda yang tampil taktis berhasil menang dua gim langsung. Set pertama tanpa kesulitan Linda menyudahi perlawanan Yihan , 21-12.

 

Yihan mempercepat tempo permainan dan tampil lebih agresif di awal set kedua. Paska jeda interval, Linda yang memimpin 12-9 beberapa kali harus berjibaku dan tertinggal dari Yihan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di angka 16. Tiga angka beruntun yang dikoleksi Linda menjadi titik awal momentum kemenangannya, 19-16 dan 20-17. Meskipun perih medali perak Olimpiade London 2012 tersebut mampu memanfaatkan kelengahan Linda dan merebut dua angka berikutnya, Linda yang tampil tenang dan bersaim safe mampu menutup gim kedua lebih dulu sekaligus memastikan kemenangannya, 21-19.

 

Saya tidak menyangka bisa menang dari dia dua gim langsung. Hari ini saya bermain lebih safe,” papar Linda seperti yang dikutip situs badmintonindonesia.org.

 

“Pada gim kedua dia mulai mengubah taktik permainan dengan lebih banyak menyerang. Tapi saya tak mau terbawa iramanya dan terus bermain dengan pola saya,” lanjut Linda.

Sementara itu Yihan sendiri mengakui permainan terbaiknya tidak keluar hari ini. Banyaknya kesalahan sendiri yang dia lakukan membuatnya kesulitan membendung permainan Linda.

 

“Linda bermain bagus hari ini, sedangkan saya banyak membuat kesalahan sendiri. Saat game kedua saya sudah tertinggal dan sulit untuk menyusul,” ujar mantan penghuni satu dunia ini.

 

Sang pelatih sendiri, Liang Chiu Sia menilai kunci keberhasilan Linda berada saat pemain Indonesia tersebut mampu memegang kendali permainan meskipun Yihan sempat mencoba untuk memaksakan ritmenya.

 

“Dari awal saya sudah tekankan kepada Linda, bahwa dia bisa menang dari Yihan. Pemain China adalah pemain bagus, tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan asalkan kita yang mengendalikan dan mengatur permainan,” kata Chiu Sia.

 

“Linda itu pemain yang ulet, ia bisa menjalankan taktik yang benar. Dia juga bisa menahan Yihan yang ingin bermain cepat. Selain itu, Linda juga banyak memberi bola yang tidak mengenakkan posisi Yihan, jadi saya tidak kaget dia bisa menang,” tambah Chiu Sia yang berharap keberhasilan Linda dapat menjadi pelajaran bagi atlet putri lainnya.

 

Kesuksesan Linda ternyata mengilhami pemain putri lainnya, Belaetrix Manuputty saat menantang jagoan Jepang, Minatsu Mitani. Meskipun kalah dari segi peringkat, pengalaman dan prestasi, Bela mampu tampil tanpa beban dan merebut kemenangan. Dalam laga tiga gim berdurasi 30 menit, pemain asal klub Jayaraya ini memetik kemenangan, 21-14,21-8.
“Kurang lebih sudah tahu permainan Mitani seperti apa, waktu di superliga sempat latihan bersama,”tutur Bela.

 

Langkah Linda dan Firda sayangnya gagal diikuti oleh pemain senior putri lainnya, Adriyanti Firdasari dan Aprilia Yuswandari. Menantang pemain muda asal Thailand, Nichaon Jindapon, Firda takluk dalam laga dua gim, 13-21, 19-21. Sedangkan April menyerah di tangan wakil jerman, Juliane Schenk (4), 19-21, 17-21.

 

Kejutan terbesar di laga hari pertama diciptakan oleh tunggal Korea Selatan, Bae Yeon Ju saat menantang unggulan teratas, Li Xuerui. Xuerui sempat memimpin 9-13 dan 18-16 di gim pertama namun tunduk 18-21. Di gim kedua, andalan China peraih emas Olimpiade London 2012 tersebut tak berkutik dan senantiasa tertinggal dalam perolehan poin sebelum akhirnya menyerah, 18-21.

 

Taufik Kubur Impian Gelar Pamungkas

 

Pemain tunggal senior Indonesia, Taufik Hidayat sudah mencicipi sebagian besar gelar bergengsi baik beregu maupun perorangan. Namun diantara koleksi-koleksi tersebut, satu-satunya yang belum mampu diraih oleh pemain asal klub SGS bandung ini adalah turnamen All England. Bahkan di saat penampilan terakhirnya sebelum gantung raket bulan Juni mendatang, Taufik masih belum mampu merealisasikan impiannya tersebut.

 

Pemain multi gelar Taufik Hidayat terpaksa harus mengubur harapannya untuk meraih gelar turnamen All England di sepanjang karir bulu tangkisnya. Turnamen ini merupakan satu-satunya gelar prestise yang tidak mampu dikoleksi oleh Taufik usai menelan kekalahan dari tunggal Jepang, Sho Sasaki. Taufik menyerah dalam dua gim langsung, 16-21, 11-21 setelah berjuang 37 menit. Sempat memimpin hingga 16-10 di gim pertama, konsistensi Taufik tak berlanjut hingga akhir gim pertama dan pada gim kedua.

 

“Penampilan saya tidak bagus hari ini. Ini adalah All England terakhir saya, tapi hasilnya seperti ini. Pada pertandingan tadi, saya mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi,” ujar Taufik usai bertanding.

 

Kekalahan ini menyebabkan Indonesia harus bertumpu kepada dua pemain lainnya, Sony Dwi Kuncoro (4) dan Tommy Sugiarto. Sony yang menjajal tunggal Rusia bertubuh tinggi, Vladimir Ivanov, sempat kesulitan di gim pertama untuk menerapkan strategi yang tepat menjinakkan wakil Rusia tersebut. Namun paska tertinggal 20-22 di gim pertama, Sony mampu bangkit dan merebut dua gim berikutnya, 21-17, 21-11.

 

Sebelumnya, merah putih sudah meloloskan pemain andalan lainnya, Tommy Sugiarto ke babak 16 besar. Tommy yang pekan lalu menjadi runner up turnamen German Open GP Gold 2013, kembali konsisten saat ditantang Gao Huan asal China. Dalam tempo 37 menit, Tommy membukukan kemenangan meyakinkan, 21-14, 21-13.

 

Langkah Sony dan Tommy sayangnya tidak diikuti oleh Hayom Rumbaka yang kalah menyesakkan usai berjibaku 3 gim, 21-10, 14-21, 22-24. Menghadapi pemain muda India, Hayom sempat meraih momentum ketika mampu membalikkan keadaan dengan empat poin beruntun setelah tertinggal 17-20. Namun sayangnya tunggal asal PB Djarum tersebut kurang ngotot tampil di angka-angka kritis sehingga gagal menutup gim ini dengan sempurna.

 

Sementara itu dua kejutan sektor tunggal putra diciptakan oleh Tanongsak asal Thailand dan Chou Tien Chen, tunggal Taiwan. Tanongsak melibas unggulan ke-6 asal Hong Kong, Hu Yun, 21-16, 11-21, 23-21 sedangkan Tien Chen melumpuhkan andalan China, Du Pengyu (3), 21-17, 10-21, 21-18. Tunggal Hong Kong lainnya, Wong Wing Ki nyaris menorehkan kejutan terbesar di sektor tunggal putra saat mampu meladeni permainan taktis unggulan teratas, Lee Chong Wei. Menang 21-13 di gim pertama, Wing Ki melepas set kedua 6-21 untuk kembali berjibaku di gim ketiga. Secara dramatis tunggal Hong Kong tersebut mampu melevelkan perolehan poin usai tertinggal 12-17. Wing Ki bahkan merebut dua kali match point terlebih dahulu namun akhirnya berhasil dipatahkan oleh Chong Wei di poin-poin kritis, 23-21.

 

“Saya belum pernah melihat dia (Wing Ki) bermain seperti itu sebelumnya. Dia menyerang dengan luar biasa, mengejar setiap pengembalian bola, dan melakukan smash dengan baik. Saya beruntung bisa melewati dia. Saat kedudukan 21-20, ketika dia mengembalikan bola terlalu deras atau melakukan smash gagal melewati net, sungguh suatu keberuntungan. Hal tersebut merupakan momentum yang menentukan, Tuhan ada bersama saya,” komentar Chong Wei perihal kemenangannya (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: