Bulutangkismania's Weblog

Maret 11, 2013

All England Open SS Premier 2013 : Hegemoni Tontowi/Liliyana

logo all englandHanya ada dua pasangan ganda campuran Indonesia selama perhelatan turnamen All England Open berhasil mencatatkan prestasi sebagai yang terbaik. Christian Hadinata/Imelda Wiguna menjadi kampiun pada tahun 1979 dan kali ini duet Tontowi/Liliyana (2) berhasil memecahkan rekor tersebut dengan menjadi juara dua kali secara beruntun.

 

Sejak awal masuk ke lapangan untuk menghadapi unggulan asal China peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (5), sudah terlihat raut wajah yang berbeda khususnya Tontowi Ahmad yang tampil lebih yakin dan percaya diri. Di sisi lainnya, Liliyana juga menunjukkan sikap yang lebih ‘bersahabat’ selama pertandingan berlangsung sehingga Tontowi nyaman untuk mengeluarkan tehnik yang dia miliki. Hal tersebut dibuktikan dengan kematangan pengembalian  Tontowi mampu yang tidak hanya tenang dengan variasi serangan dan penempatan tak terduga di sudut-sudut lapangan namun juga menampilkan pertahanan yang nyaris sempurna saat balik terserang.

 

Indonesia langsung unggul 8-5 di awal gim pertama. Permainan menekan yang diperakan ToLyn dengan sudut serangan yang berubah-ubah serta beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Zhang/Zhao terus membuat ToLyn unggul hingga 11-6 saat jeda interval. Duo Z sempat memperkecil selisih poin 10-12 dari beberapa pengembalian yang tak sempurna dari ToLyn. Namun kesolidan permainan ToLyn dari serangan beruntun serta penempatan sudut yang berbeda kembali membuat mereka unggul jauh 19-11 dan akhirnya menutup gim pertama 21-13.

 

Dominasi ToLyn kembali tersaji di gim kedua. Unggul 5-2 di awal set terus di jaga oleh ToLyn hingga 10-4 dari serangan smash-smash terarah dan penempatan pada sudut-sudut lapangan. Di paruh awal gim kedua kita juga melihat pertahanan ToLyn yang sulit ditembus saat menerima serangan beruntun Zhang/Zhao. Pasangan China sempat mengejar hingga 10-12 dari pengembalian tanggung dan melabar ToLyn. Namun ToLyn kembali sigap mengambil jarak 18-12 dari serangan menekan dan pengembalian tak sempurna Zhang/Zhao di depan net. Meskipun China kembali mengejar hingga 16-19 dari olahan bola di depan net. Pengembalian tak sempurna Zhao Yunlei dari smash Liliyana serta smash beruntun yang dilancarkan Tontowi dan dikembalikan Yunlei gagal melewati net memastikan gelar bagi sang juara bertahan, 21-17.

 

“Kami sedikit merasa kecewa dengan penampilan hari ini tapi tidak akan berpengaruh meskipun menang atau kalah. Kami mendapatkan pengalaman dan akan belajar dari kesalahan-kesalahan ini,” ungkap pasangan China usai pertandingan.

 

All England 2013Sementara itu Liliyana mengaku bangga bisa meraih gelar dua kali secara beruntun. Tontowi sendiri mengaku kemenangan tersebut di sebabkan adanya persiapan matang sebelumnya.

 

“Kami sangat sangat senang bisa meraih gelar juara All England dua kali berturut-turut, ini adalah hari keberuntungan kami, momen yang tak akan terlupakan,” kata Liliyana seperti yang di tulis oleh situs resmi PB PBSI.

 

“Ini adalah sejarah untuk Indonesia. Kami bangga bisa memberikan yang terbaik,” lanjutnya kemudian.

 

“Alhamdulillah dan Alhamdulillah, kami bahagia sekali hari ini, persiapan yang matang menuju All England akhirnya terbayar dengan gelar juara All England yang kedua,” Tontowi menambahkan.

 

Saat ditanya mengenai pertandingan mereka dan kunci keberhasilannya, Liliyana berujar: “Tontowi tampil beda, dia tidak terburu-buru seperti sebelumnya. Dia juga terlihat lebih yakin, sabar dan tenang, jadi saya di depan lebih fokus. Kita benar-benar mengendalikan permainan dan lawan ikut irama kami.”

 

“Lawan banyak tertekan sehingga tampil under performed, ini karena kami yang megang kendali permainan,” tambah Liliyana.

 

“Kalau dari saya pribadi, tadi memang konsentrasi sekali, tidak mau terlalu menggebu-gebu, yang penting fokus dapat satu demi satu poin dulu,” ucap Tontowi.

 

Dua Nomor Lainnya Milik China

 

Meskipun gagal di nomor campuran, dominasi China masih tak terbantahkan di dua sektor ganda lainnya. Duel antara sesama pemain China di nomor ganda putri akhirnya dimenangkan oleh Wang Xiaoli/Yu Yang (1) usai berjibaku kurang dari 30 menit untuk menggulingkan Cheng Shu/Zhao Yunlei, 21-18, 21-10. Penampilan Cheng/Zhao khususnya di gim pedua terlihat kurang greget dan padu sehingga memudahkan Wang/Yu untuk meraih poin.

 

“Ini kali kedua kemenangan kami disini dan kami sangat menikmati pertandingan tadi. All England terasa begitu penting karena sejarah panjang di dalamnya. China sudah memastikan gelar di nomor ini dan kami sangat senang karena jatuh ke tangan kami,” Yu Yang berkomentar usai pertandingannya.

 

Sementara itu di sektor ganda putra, keperkasaan Liu Xiaolong/Qiu Zihan yang di babak sebelumnya menghempas dua pasangan unggulan, Mathias/Carsten (1) dan Ahsan/Hendra (8) kali ini kembali tampil konsisten dengan drive-drive cepat dan permainan menekannya. Menghadapi pasangan Jepang yang menempati unggulan ke-4 di turnamen ini, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, Liu/Qiu sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi keduanya untuk mengembangkan permainan.

 

Silih berganti melakukan serangan serta pertahanan yang memukau, Liu/Qiu mendominasi paruh akhir gim pertama dan kedua. Tidak hanya pergarakan dan rotasi yang lincah dan enerjik, duo China juga berinisiatif cepat dalam mengolah smash-smash tajam dan sergapan-sergapan yang sulit diantisipasi lawan. Sebaliknya, tandem Jepang tampak sedikit nervous dan berulang kali melakukan kesalahn sendiri.

 

Hiroyuki/Kenichi yang terlihat bingung dalan membendung permainan Liu/Qiu hanya mampu mengimbangi keduanya hingga 11-14 di gim pertama dan 8-10 di set kedua. Selebihnya, ‘raja’ turnamen Grand Prix ini berada di atas angin dan tampil menggelora dengan kepercayaan diri yang tinggi tak tertahan untuk membukukan gelar Superseries perdana mereka, 21-11, 21-9.

 

“Ini kali pertama kami bermain di babak final menghadapi mereka. Kami menikmati tampil di final namun kecewa karena kami kalah. Penyesalan kami adalah tidak mampu bermain dengan gaya sendiri karena mereka tampil begitu domina,” ujar pasangan Jepang paska bertanding.

 

Liu-QiuLiu/Qiu sendiri mengaku senang dan menikmati pertandingan ini. Dukungan dari para fans di dalam stadium meningkatkan semangat mereka untuk menang.

 

“Kami sangat senang dapat menang di pertandingan ini dan benar-benar menikmatinya. Pasangan Jepang tampil sangat baik, kami hanya berusaha mengembalikan setiap bola dengan sempurna. Dukungan dari para fans sangat memotivasi kami untuk meraih kemenangan ini,” papar kolaborasi China ini (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: