Bulutangkismania's Weblog

April 26, 2013

India Open SS 2013 : Empat Ganda Ke Perempatfinal

India Open Superseries 2013ndia open 2013, super Indonesia berhasil menempatkan empat wakilnya ke babak delapan besar turnamen India Open Superseries 2013 yang berlangsung di Siri Fort Sports Complex, New Delhi. Angga/Ryan (AngRy) yang menjadi kampiun di dua turnamen beruntun, Australia dan Selandia Baru ini membuat kejutan dengan menghempas unggulan ke-7 asal Malaysia. Gebby/Tiara (GeTir) menjadi andalan terakhir di sektor ganda putri sedangkan Tontowi/Liliyana (ToLyn, 1) dan Fran/Shendy (FraNdy) menjadi tumpuan sektor campuran.

 

Duet Angga Pratama/Ryan Agung (AngRy) yang pekan ini bercokol di peringkat 11 dunia berhasil membuat kejutan di laga babak kedua dengan menyingkirkan unggulan ke-7, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong. Dalam laga berdurasi 23 menit tersebut, AngRy mampu bermain taktis dan tampil menekan sejak gim pertama. Banyaknya kesalahan pasangan Malaysia di set kedua memudahkan AngRy untuk mengantongi kemenangan, 21-12, 21-12.

 

Langkah AngRy sayangnya tidak diikuti oleh wakil lainnya, Ricky Karanda/Muhammad Ulinnuha (RiLin). Menghadapi unggulan teratas asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, RiLin sebenarnya berpeluang untuk memenangkan pertandingan saat unggul jauh 21-10 di gim kedua dan terus menekan di paruh awal set ketiga hingga kedudukan 4-2. Namun ritme ini tak berlanjut dan berhasil dibalikkan oleh Mathias/Carsten dengan 8 poin beruntun yang akhirnya menjadi momentum kemenangan mereka. Dalam laga berdurasi 44 menit tersebut, Mathias/Carsten membukukan kemenangan 21-10, 10-21, 21-13.

 

“Lapangan kami di gim pertama menang angin, jadi kami belum bisa mengatur arah bola. Pada gim kedua, kami mengubah permainan dengan mencoba unggul di bola-bola depan, pasangan Denmark ini seperti kebingungan, mereka tidak bisa mengikuti ritme permainan yang kami jalankan,” ungkap Ulin seperti yang ditulis oleh situs PB PBSI.

 

“Sebetulnya kami sudah cukup percaya diri bisa memaksakan rubber game, tetapi sayang saat skor 4-4, kami kehilangan fokus dan kembali bermain seperti gim pertama. Waktu terakhir bertemu, kami kalah straight game, baru kali ini saja bisa rubber game. Semoga kalau bertemu lagi bisa menang,” lanjutnya kemudian.

 

Sementara itu di sektor putri, Gebby/Tiara (GeTir) yang pekan lalu mampu membuat kejutan dan melangkah ke babak semifinal Kejuaraan Asia 2013, berhasil melenggang ke babak perempatfinal dengan menundukkan tandem Inggris, Heather Olver/Kate Robertshaw, 22-20, 21-18. Sebelumnya, GeTir mendapakan kemenangan tanpa tanding atas wakil Malaysia, Vivian Kah Mun/Woon Khe Wei yang mundur dari pertandingan ini.

 

“Walaupun hari ini menang, tapi kami merasa permainan kami jelek. Saya sendiri permainan depannya kurang mematikan. Tadi kami mencoba mengatur mindset dan yakin kalau kami bisa mengalahkan pasangan Inggris ini,” kata Tiara.

 

“Saya pun merasa begitu, banyak pukulan-pukulan yang tidak akurat. Kami juga tidak bisa langsung menemukan irama permainan,” Gebby menambahkan

.

“Pada pertemuan terakhir kami kalah, besok harus yakin kalau bisa menang. Pasangan ini tipenya ulet sekali, kami harus kuat dan tahan menghadapi rally-rally panjang mereka. Kami juga akan mempersiapkan stamina yang cukup untuk pertandingan besok,” papar Tiara kemudian.

 

Harapan lainnya di sektor putri, Suci Rizky Andini/Dela Destiara Haris (SuDel) masih belum mampu berbuat banyak saat meladeni permainan taktis dan power yang diperagakan unggulan ke-2, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Kalah dari sisi serangan dan kesolidan, SuDel harus mengakui ketangguhan duo Denmark, 17-21, 12-21.

 

Satu-satunya kejutan sektor ganda putri berhasil diciptakan oleh pasangan Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young. Menantang unggulan ke-7 asal Thailand, Narissapat Lam/Saralee Thoungthongkam, Jang/Kim menang dua gim langsung, 22-20, 21-12.

 

Konsistensi Versus Strategi

 

Di sektor ganda campuran, merah putih sukses menempatkan dua wakilnya di laga delapan besar. Tontowi/Liliyana (1) yang mendapatkan bye di babak pertama tanpa kesulitan menyudahi perlawanan wakil tuan rumah sedangkan Fran/Shendy yang menempati unggulan ke-7 melewati hadangan dari pasangan Thailand, Songphon/Kunchala. Kedua pasangan Indonesia ini sama-sama akan menantang tandem Korea Selatan untuk saling mengadu strategi dan konsistensi.

 

Pasangan nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmda/Liliyana Natsir (ToLyn) yang menempati unggulan teratas di turnamen ini masih belum menemui kesulitan berarti saat meladeni perlawanan wakil tuan rumah, Abhinav Prakash/Kristi Das. Dalam laga berdurasi 16 menit tersebut, ToLyn berhasil melumpuhkan keduanya, 21-4, 21-10.

 

“Di atas kertas kami memang lebih unggul. Dari awal kami langsung menekan lawan, jadi mereka tidak bisa mengembangkan permainannya” kata Tontowi yang ditemui setelah pertandingannya.

 

“Pertandingan tadi lebih kami manfaatkan untuk mencoba-coba pukulan dan beradaptasi dengan lapangan” ujar Liliyana.

 

Hasil memuaskan juga diraih pasangan Indonesia lainnya, Fran Kurniawan/Shendy Puspa (FraNdy). Unggulan ke-7 tersebut berhasil mengalahkan pasangan Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, 21-13, 21-14 kurang dari 30 menit.

 

“Sebetulnya tadi kami tidak menerapkan strategi khusus melawan pasangan Thailand. Mereka tidak tampil baik dan tidak bisa menguasai keadaan,” ungkap Shendy menanggapi kemenangannya dan Fran.

 

Di laga delapan besar selanjutnya, ToLyn dan FraNdy akan sama-sama menantang pasangan Korea Selatan. ToLyn akan berhadapan dengan Shin Baek Choel/Jang Ye Na sedangkan FraNdy akan menghadang kampiun Kejuaraan Asia 2013, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na. ToLyn yang di laga sebelumnya Swiss Open GP Gold 2013memetik kemenangan atas Shin/Jang akan diuji konsistensinya sedangkan kematangan strategi FraNdy yang mengalami kekalahan di babak semifinal turnamen Kejuaraan Asia 2013 pekan lalu atas lawan yang sama diwajibkan agar bisa mematahkan kolaborasi baru Korea Selatan tersebut yang tampil memukau di beberapa laga turnamen terakhir.

 

“Belajar dari kekalahan kemarin, kami tidak boleh ketinggalan start lagi. Dari awal permainan kami harus langsung in, kami juga harus menguasai permainan di depan net supaya bisa mengontrol permainan,” ujar Shendy soal pertandingannya besok melawan Ko/Kim.

 

Ko/Kim sendiri yang pekan lalu naik podium tertinggi usai menundukkan peraih emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei kali ini membuktikan konsistensi mereka dengan menaklukkan unggulan ke-2 asal Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen 22-20, 23-21 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: