Bulutangkismania's Weblog

Juni 15, 2013

Indonesia Open SS Premier 2013 : Cai Yun, “Semoga Indonesia Bisa Juara”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:17 am

DIO-2013_01Ganda putra akhirnya hanya menyisakan duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (SanDra) di laga empat besar. Alvent/Markis yang sebenarnya berpeluang saat menjajal wakil Korea Selatan, tak mampu memanfaatkan momentum yang ada di poin-poin kritis gim ketiga saat mampu menyamakan kedudukan di angka 15. Sementara itu China memastikan gelar sektor ganda putri setelah empat pasangannya berhasil melaju ke semi final.

 

Duel seru Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (SanDra) menghadapi tandem peraih emas Olimpiade London 2012, Fu Haifeng/Cai Yun (5) memang sudah ditunggu-tunggu oleh publik Istora. Persaingan antara kedua pasangan memang berlangsung seru meskipun banyak didominasi oleh serangan pasangan Indonesia. Sempat berlangsung alot pada set pertama akan tetapi pada gim kedua Fu/Cai seperti sangat kewalahan menghadapi SanDra yang merupakan juara Malaysia Open SS 2013 ini. SanDra yang unggul dalam serangan dan penempatan bola sukses membukukan kemenangan 21-18, 21-13.

 

“Sebelum bertanding, kami sudah antisipasi dan menganalisa permainan lawan waktu di Piala Sudirman. Saat menonton video pertandingannya, kami rasa kami bisa mengatasi mereka. Apalagi kami juga dibantu angin pada set pertama,jadi lebih enak mainnya” urai Ahsan.

 

Beberapa waktu yang lalu Ahsan sempat mengalami cedera pinggang. Namun pemain asal klub PB Djarum ini mengakui tak terlalu memikirkan hal itu ketika sedang bertanding di lapangan.

 

“Kami mencoba tampil terus menekan. Alhamdulillah kami menang hari ini. Meski pinggang saya kadang sakit, saya tidak mau terlalu memikirkan masalah cedera ini. Makin dipikirkan semakin sakit, ya pokoknya nekt saja, yang penting saya bertanding. Kalau menang kan jadi tidak terasa sakitnya,” tambah Ahsan.

 

Ditengah pertandingan gim kedua, saat kedudukan 12-16 gim kedua, Cai Yun sempat mendapatkan kartu kuning karena kesal dengan membanting dan menginjak raketnya di lapangan.

 

“Saya hanya merasa kesal saja dengan diri saya didalam pertandingan,” tutur Cai Yun usai pertandingan.

 

Kedua pasangan mengakui bahwa lawan mereka sama-sama memiliki kekuatan yang imbang. “Sudah biasa pemain bulutangkis menag kalah. Hari ini saya mengalami kekalahan dan saya harus menerima kekalahan itu,” ujar Fu Haifeng.

 

“Kami memang bermain kurang maksimal hari ini. Apalagi mereka memang sudah sering  menang. Semoga Indonesia bisa jadi juara,” sambung Cai Yun sembari tersenyum.

 

Hasil ini mempertemuan SanDra dengan pasangan Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov di babak semi final. Vladimir/Ivan yang membuat kejutan terbesar babak pertama saat menjungkalkan Mathias/Carsten terus konsisten menjaga performa mereka saat menantang tandem Inggris, Chris Adcock/Andrew Ellis di babak perempat final. Keduanya menuai kemenangan 21-18, 21-18.

 

Peluang merah putih lainnya di sektor putra, Alvent Yulianto/Markis Kido (AlMa) sayangnya tidak menuai hasil yang sama dengan kompatriot mereka. Menghadapi unggulan ke-8, asal Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Shin Baek Choel, AlMa akhirnya menyerah dalam laga tiga gim. Sempat menerapkan pola yang sama seperti saat menundukkan Koo/Tan di babak sebelumnya, AlMa mampu merebut gim pertama, 21-19. Namun penempatan bola yang tak terduga pasangan Korea serta menurunnya intensitas serangan dan akurasi AlMa memaksa mereka menyerah 14-21 di gim kedua.

 

Momentum kembali tersaji bagi pasangan Indonesia di gim ketiga saat kembali unggul 11-8 setelah sebelumnya senantiasa tertinggal. Terus berjibaku hingga skor 15-15, konsentrasi AlMa mulai kembali menurun saat servis Kido dianulir oleh wasit. Dari titik ini, kesalahan beruntun yang dikoleksi pasangan Indonesia membuat Yoo/Shin meluncur 20-15 untuk kemudian menamatkan gim ketiga 21-17.

 

“Udah main maksimal, tapi pertahanan Korea memang lebih kuat,” kata Kido.

 

Kido juga mengakui bahwa faktor stamina ikut menjadi penyebab kekalahan pada pertandingan hari ini. “Di game terakhir kita memang kalah stamina, tenaganya udah turun, sedangkan Korea masih kuat staminanya dan terus on fire,” tambah Kido. Faktor usia pun memang mempengaruhi pertandingan hari ini, Shin/Yoo yang lebih muda dari Kido/Alvent membuat stamina mereka lebih kuat.

 

“Kami sudah berusaha maksimal. Habis-habisan tenaga tadi. Sebenarnya menyesal, karena ada kans untuk menang dan lanjut ke semifinal,” tambah Alvent dengan nada kecewa.

 

Yoo Yeo Seong sendiri sempat terganggu dengan riuhnya penonton meskipun dia tetap menganggap AlMa merupakan pasangan yang sulit ditaklukkan.”Konsentrasi kami sangat terganggu karena suara penonton. Mereka juga lawan yang cukup sulit untuk ditaklukkan,” sahut Yoo.

 

Korea Selatan akhirnya memastikan satu tiket final setelah pada laga lainnya, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (2) memetik kemenangan atas ganda kualiafikasi asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-19, 21-11. Kedua pasangan Korea ini akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tiket final.

 

China Pastikan Satu Gelar

 

Meskipun sempat dilanda pasang surut di beberapa turnamen terakhir, dominasi para pebulu tangkis putri China akhirnya tak terbantahkan di turnamen ini. Tiga pasangan srikandi merah putih, tak satupun mampu menghalangi laju wakil negeri tirai bambu tersebut. Hasil terbaik justru diukir kolaborasi baru stok lama, Anneke Feinya/Della Destiara saat menantang unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang.

 

Setelah menalan kekalahan 13-21 di gim pertama, di luar dugaan duet srikandi Anneke Feinya/Dela Destiara (AnDel) mampu menyajikan perlawan dan merebut gim kedua atas wakil China sekaligus unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang. Enam poin beruntun yang dikumpulkan AnDel di gim kedua mengubah kedudukan 18-14 setelah selalu tertinggal pada paruh awal untuk kemudian mengunci Wang/Yu, 21-15. Konsistensi ini tak berlanjut lepas jeda interval gim ketiga saat kedua pasangan berimbang di angka 11. Sebelas poin beruntun yang dibukukan Wang/Yu mengantarkan mereka pada match point sebelum akhirnya memastikan kemenangan 21-12

 

“Di set kedua kami menang angin, mereka pun mengangkat bolanya tanggung. Jadi kita bisa enak menyerangnya,” kata Feinya.

 

“Setelah interval game ketiga kita main sedikit kendor dan setelah pindah lapangan, kita kalah angin. Mereka dengan cepat bisa membalikkan keadaan dan terus menyerang kami,” lanjut Feinya yang masih kerap dirundung cedera lutut ini.

 

Dua pasangan lainnya, Pia Zebadiah/Rizki Amelia (PiRiz, 7) dan Greysia Polii/Nitya Krishinda (GreyNit) juga belum cukup mampu menjebol pertahanan para wakil China. PiRiz di taklukkan Ma Jin/Tang Jinhua (4), 21-15, 21-10 sedangkan GreyNit menyerah 15-21, 20-22 dari duo Bao Yixin/Cheng Shu (8).  Satu wakil China lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei (5) menyingkirkan unggulan ke-2 asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2), 21-16, 15-21, 21-19.

 

“Banyak yang masih perlu diperbaiki, pertahanan Ma Jin/Tang Jinhua memang kuat dan sulit ditembus. Tadi kita juga kurang percaya diri jadi mainnya kurang lepas. Untuk kedepanya kita harus lebih percaya diri lagi, mereka tidak gampang mati dan kita pun harus lebih banyak belajar lagi,” ujar Pia.

 

Sementara itu Tang Jinhua sempat terganggu dengan teriakan suporeter Indonesia yang cukup keras. Sependapat dengan pemain luar lainnya, mereka belum pernah menemukan suporeter yang luar biasa seperti di Indonesia serta atmosfer bertanding yang sama di negera lain.

 

“Tadi kita bermain biasa saja. Lawan juga bermain bagus. Permainan mereka berkembang sendiri. Karena bermain di kandang lawan, teriakan supporter agak mengganggu. Seperti loudspeaker, kencang sekali,” papar Tang Jinhua.

 

Sementara itu Bao/Cheng saat ditanya mengenai kunci kemenangannya mengungkapkan hal tersebut dikarenakan pengalaman mereka yang cukup banyak. Sering mengikuti turnamen dan berlatih dengan ganda putri China lainnya (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: