Bulutangkismania's Weblog

Juni 16, 2013

Indonesia Open SS Premier 2013 : Schenk, “Saya Benar-Benar Tidak Menyangka”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:25 am

DIO-2013_01Sungguh hebat seorang Juliane Schenk (4). Di usia yang sudah tidak lagi muda, tanpa pelatih dan teman berlatih, ditambah lagi kisruh dengan federasi bulu tangkis Jerman yang membuatnya memilih hengkang sekaligus menjawab teka teki absennya Schenk di ajang Sudirman Cup 2013, pemain nomor satu Eropa tersebut justru mampu berprestasi maksimal.

 

Menghadapi pemain yang lebih muda dan berperingkat di atasnya, Saina Nehwal (2), Juliane Schenk (4) berhasil menemukan performa terbaiknya justru setelah menelan kekalahan di set pertama. Paska memimpin 12-6 di paruh awal gim pertama, permainan Schenk justru menurun drastis dengan banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak fokus dalam permainan. Bola-bola tak terduga Saina serta pengembalian Schenk yang tak sempurna membuat permainan Saina berkembang dan mengontrol jalannya pertandingan. 15 poin beruntun yang dikoleksi Saina seolah-olah mengisyaratkan bahwa sang juara bertahan akan melaju ke partai puncak dengan mudah. Saina menutup set ini 21-12.

 

Keadaan berbalik di set kedua saat Schenk mampu meladeni permainan cepat Saina. Potongan bola dan drop shot tak terduga Schenk di tengah lapangan beberapa kali ampuh menyulitkan Saina. Dipadu lagi dengan jumping smash dan permainan net yang memukau membuat dominasi Schenk tak terbantahkan. Meskipun Saina mencoba untuk terus bermain taktis, reli-reli dengan serangan di saat yang tepat, kesalahan beruntun yang seringkali dilakukan oleh Saina memastikan Schenk untuk menggenggam tiket final, 21-13, 21-14.

 

Usai pertandingan, Schenk dengan refleks langsung terduduk menangis haru di lapangan. Saat berlangsungnya konferensi pers, Schenk menjawab, “Saya tidak menyangka mampu mengalahkan Saina dan mencapai babak final dengan kondisi yang seperti sekarang. Saya benar-benar tidak menyangka.”

 

Teka teki absennya Schenk di turnamen beregu Sudirman Cup 2013 akhirnya terjawab sudah. Meskipun namanya terdaftar dalam list pemain, Schenk sebenarnya sudah tidak aktif dalam naungan federasi bulu tangkis Jerman sehingga pada ajang tersebut Schenk tidak tampil dalam satu pertandinganpun . Pemain kelahiran Krefeld, 30 tahun yang lalu tersebut mengemukakan bahwa semenjak dia memutuskan untuk independen, dia mengalami saat-saat yang sulit. Bukan hanya fasilitas yang dulu dia miliki, seperti pelatih, tempat dan teman berlatih, namun juga sekarang dia harus mengurus segala sesuatunya sendiri jika ia ingin mengikuti berbagai pertandingan di luar negeri.

 

“Saya berharap saya bisa menjuarai Indonesia Open meskipun memang tidak mudah dengan semua masalah yang saya hadapi saat ini. Namun saya optimis saya mampu menjadi juara,” ungkap Schenk dengan yakin.

 

Schenk juga kembali mengakui betapa senangnya dia bisa bertanding dengan atmosfer yang ditunjukkan oleh para penonton Istora. “Saya suka atmosfer pertandingan di sini. Sebenaranya, saya iri dengan budaya bulu tangkis di Indonesia. Kalian memiliki budaya yang sangat bagus untuk bulu tangkis, olahraga yang menjadi kecintaan saya,” ungkapnya sembari tersenyum.

 

“Di sini, semua pecinta bulu tangkis menyemangati, bernyanyi dan mendukung atlet yang sedang bertanding. Saya suka sekali suasana ini,” sambungnya kemudian.

 

“Saya senang sekali bisa mengalahkan Saina yang sudah mengalahkan saya dalam tiga kali pertemuan terakhir kami. Mungkin ini memang waktunya saya untuk menang,” ungkap Schenk.

 

Saat para wartawan mengkonfirmasi tentang kekalahan Saina merupakan efek cedera yang dialaminya beberapa waktu yang lalu, Juliane berujar, “Atlet yang telah turun ke lapangan berarti sudah siap dengan segala segala kemungkinan yang terjadi. Saya hanya berkonsentrasi pada diri sendiri untuk bisa menang. Saya juga turun ke lapangan dengan masalah saya sendiri, dan tetap berusaha yang terbaik. Dan saya yakin Saina juga sudah melakukan yang terbaik,” pungkas Schenk.

 

Lawan yang akan dihadapi Schenk pada laga pamungkas adalah unggulan teratas, Li Xuerui. Yip sempat menguasai keadaan hingga paruh akhir gim pertama dengan memimpin 1-3 poin. Tak hanya unggul dalam hal serangan, penempatan bola Yip yang sulit diantisipasi Xuerui serta beberapa kesalahan sendiri perebut medali emas Olimpiade London 2012 tersebut membuat Yip mampu menamatkan gim ini lebih dulu, 21-17.

 

Namun kematangan sang peringkat satu dunia memang sudah teruji. Di dua gim berikutnya, Xuerui mampu menebus kesalahannya dan tampil lebih cemerlang. Dengan pertahanan dan serangan Xuerui yang lebih baik, Yip tak mampu berbuat banyak sehingga akhirnya menyerah 11-21, 11-21 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: