Bulutangkismania's Weblog

Juni 16, 2013

Indonesia Open SS Premier 2013 : Ulangan Skenario Tragedi Olimpiade London 2012

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:15 am

Poster Djarum Indonesia Open SS Premier 2013Digadang-gadang meraih gelar di turnamen ini karena berpeluang paling besar, duet Tontowi/Liliyana (2) justru harus tersandung di babak semi final. Persis dengan skenario dan lawan yang sama saat tumbangnya mereka dalam perebutan medali perunggu Olimpiade London 2012, keduanya tak mampu mengembangkan permainan dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

 

Indonesia akhirnya harus rela mengubur peluang di sektor ganda campuran setelah kekalahan wakil terakhir di nomor ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn). Dalam laga berdurasi 45 menit tersebut, unggulan ke-2, ToLyn beberapa kali gagal mengembangkan permainan drive-drive cepat di depan net yang dikembangkan oleh Joachim Fischer/Christinna Pedersen (4). Tak hanya unggul dalam drive-drive cepat, penempatan bola pasangan Denmark di sudut-sudut lapangan juga beberapa kali menyulitkan ToLyn. Joachim/Christinna sangat paham bahwa Liliyana memilki sergapan-seragapan dan olahan bola yang baik di depan net.

 

Tak mampu bangkit dan keluar dari tekanan, ToLyn yang tertinggal 6-10 sempat memperkecil selisih poin 11-13 dengan memanfaatkan kelemahan Christinna Pedersen di depan net. Namun kembali pasangan Denmark meluncur 17-12 dan 19-13 saat berhasil membuka pertahanan ToLyn dan memaksa Liliyana lebih banyak bermain di belakang. Kesalahan beruntun Tontowi di depan net juga membuat Joachim/Christinna berada di atas angin sehingga menutup set pertama, 21-15.

 

Berharap ada perubahan strategi yang dilancarkan pasangan Indonesia di gim kedua, ternyata tak banyak memberikan hasil yang berarti. Joachim yang tampil nyaris sempurna, tidak hanya berhasil mencover sebagian besar lapangan tapi juga minim dalam kesalahan sendiri. ToLyn kembali tertekan hingga 4-10 dan 8-16. Bukan hanya tidak mampu mengembangkan permainan, pasangan Indonesia ini juga semakin tertekan dengan banyak melakukan kesalahan sendiri. Persis seperti skenario yang sama pada saat perebutan medali Olimpiade London 2012, ToLyn menjadi bulan-bulanan Joachim/Christinna sehingga kembali menyerah 14-21.

 

“Saya tidak tahu, permainan kami seperti tidak jalan. Apalagi penguasaan lapangan dari Fischer-Nielsen sangat luar biasa, 70 hingga 80 persen. Di atas rata-rata bahkan pemain China sekalipun,” Liliyanan mencoba membeberkan pertandingannya..

 

“Tekanan sebenarnya sudah terasa sejak awal pertandingan. Tapi entah kenapa kami tetap tidak mampu melepaskan diri selama dua gim,” lanjut Liliyana.

 

Hasil yang kurang maksimal dan tidak menyenangkan ini juga diisyaratkan Liliyana dengan tidak adanya perasaan lelah atau penurun stamina. “Mereka dan kami sebenarnya kekuatannya berimbang, tetapi kenapa kalahnya bisa telak? Kami mencoba melawan, tetapi saya sendiri hingga akhir pertandingan tidak merasa lelah sama sekali,” ujar pemain yang akrab disapa Butet ini.

 

“Kami minta maaf kepada masyarakat karena ganda campuran yang paling diharapkan untuk menjadi juara. Hari ini kami merasa kurang bisa bermain baik, lawan hari ini juga tidak mudah. Kami akan berbicara dengan pelatih dan mempelajari kekuatan mereka. Kekalahan ini akan menjadi pekerjaan rumah buat kami agar bisa mengalahkan mereka di pertemuan selanjutnya. Saya sendiri bertekad membalas kekalahan ini di ajang Kejuaraan Dunia, Agustus nanti,” sambung Liliyana.

 

Tontowi Ahmad pun menyadari bahwa titik lemah pasangan Indonesia ada pada dirinya. Kesalahan sendiri dengan pukulan yang menyangkut di net atapun keluar lapangan kerap dilakukan olehnya.

 

“Permainan mereka sedang bagus-bagusnya. Lawan banyak memberikan tekanan, saya sendiri merasa tampil underperformed dan sering melakukan kesalahan sendiri,” Tontowi menambahkan.

 

Christinna Pedersen, “Mereka Terbebani Di Depan Publik Sendiri”
Beban untuk meraih gelar di sektor campuran karena memiliki peluang terbesar dan ternyata tidak mampu diantisipasi oleh Tontowi/Liliyan (ToLyn) ternyata tidak hanya dirasakan oleh kedua pemain tapi juga mampu dibaca oleh pasangan lawan. Joachim/Christinna mampu memanfaatkan kelemahan ini untuk menjadi bumerang bagi pasangan Indonesia. Selain itu, strategi menarik Liliyana ke area belakang ternyata juga ampuh meredam perlawanan ToLyn.

 

“Kami tahu Liliyana bagus di depan net dan Tontowi kuat dibelakang, jadi kami berusaha memindahkan posisi mereka. Kami terus menekan mereka dan hari ini mereka tidak tampil 100 persen” ujar Joachim membeberkan kunci kesuksesan mereka.

 

“Kami sangat respect pada Tontowi/Liliyana, kami harus mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menang lawan mereka. Kami tahu mereka pasangan yang kuat, tapi sepertinya mereka terbebani bermain di  depan publik sendiri. Kami sangat senang bisa menang,” Christinna menambahkan.

 

Mengenai peluangnya menghadapi pasangan China, ternyata Joachim/Christinna sangat optimis bahwa publik Istora akan memberikan dukungannya. “Kami optimis bisa menang mesti sulit. Pastinya kami yakin, besok supporter Indonesia akan mendukung kami karena melawan China,. Tentu akan menjadi penyemangat kami untuk bertanding mengalahkan mereka,” ujar Christinna dan Joachim.

 

Sementara itu pada laga semi final lainnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei (3) akhirnya memenangkan duel saudara antara sesama pasangan China lainnya. Menghadapi unggulan teratas, Xu Chen/Ma Jin, duo Z tetap terlihat tampil ngotot terutama di gim kedua meskipun sempat terkejar dalam perolehan poin. Hanya butuh 30 menit bagi Zhang/Zhao untuk mengantongi tiket final, 21-15, 21-17.

 

“Kami sudah sering bertemu, untuk final nanti semoga kami bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kami,” terang Zhang Nan (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: