Bulutangkismania's Weblog

Juni 16, 2013

Indonesia Open SS Premier 2013 : Zwiebler, “Tommy Seperti Tertekan, Tidak Tahu Melakukan Apa”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:23 am

DIO-2013_01Dua pemain tunggal putra Indonesia yang diharapkan mampu berbicara lebih banyak akhirnya harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya. Marc Zwiebler membungkam gempita Istora dengan menghempas Tommy Sugiarto sekaligus megukir sejarah tunggal Jerman di babak final sepanjang perhelatan Indonesia Open. Sebelumnya, Lee Chong Wei (1) sudah lebih dulu menutup peluang wakil sang garuda dengan  menundukkan Hayom Rumbaka.

 

Tak hanya digjaya di sektor putri, Jerman juga sebelumnya mampu mengukir sejarah di nomor putra. Marc Zwiebler yang berperingkat 22 dunia berhasil mengatasi tekanan yang coba dilancarkan oleh Tommy Sugiarto ditambah dengan dukungan dari ribuan pendukungnya yang memadati Istora Senayan, Jakarta. Dalam laga yang berdurasi 37 menit tersebut, Tommy sempat mampu mengimbangi permainan cepat Marc di depan net dan berusaha untuk terus menekan di gim pertama. Namun pertahanan Marc yang cukup baik membuat Tommy sulit untuk meraih selisih poin yang cukup sginifikan. Setelah saling mengejar hingga kedudukan 16-16, beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Tommy membuat Marc mampu meraih momentum dengan 5 poin beruntun sebelum akhirnya menutup set pertama, 21-17.

 

Berharap Tommy mampu keluar dari tekanan dan menemukan strategi yang lebih baik di gim kedua, tunggal peringkat 20 dunia tersebut justru lebih banyak melakukan kesalahan sendiri dan tak mampu mengembangkan permainan. Tertinggal jauh 5-12 dan 7-16, Tommy beberapa kali juga salah mengantisipasi pengembalian Marc yang bermain kidal tersebut. Tak hanya unggul dalam serangan dan tekanan, Marc juga bermain sabar dan meladeni bola-bola Tommy untuk mendapatkan momentum yang tepat. Tak mampu mempertahankan ritme, Tommy pun menyerah, 10-21.

 

“Tommy adalah pemain yang bagus. Pertandingan tadi cukup alot khususnya di gim pertama. Apalagi dukungan pendukung Indonesia yang luar biasa, cukup menyulitkan. Saya senang bisa menang,” ujar Zwiebler.

 

“Tapi meskipun di awal gim cukup berat, pada gim selanjutnya Tommy seperti tertekan dan tidak tahu harus melakukan apa. Tentu jadi lebih mudah untuk saya,” sambungnya.

 

Zwiebler sangat paham, Tommy bermain dengan beban sebagai wakil tuan rumah yang tentu lebih berat. “Seandainya saya tadi kalah, tentu tidak masalah dan saya tetap senang. Tapi kalau Tommy kalah pasti akan banyak yang kecewa,” ujar Zwiebler.

 

Namun meskipun tidak tampil dengan performa terbaiknya, Zwiebler tetap salut dengan perjuangan Tommy di turnamen ini. “Saya salut karena dia pemain muda yang berhasil ke semi final dengan melewati lawan yang tidak mudah. Saya sendiri tidak yakin bisa berada di posisi ini jika harus berhadapan dengan Chen Long di babak pertama,” tuturnya kemudian.

 

Mengenai peluangnya di babak final, Zwibeler ternyata tak berharap banyak. “Saya tak yakin bisa menang. Setiap bertemu Chong Wei saya selalu kalah. Tapi saya akan berusaha main bagus dan menikmati pertandingan dalam atmosfer ini, sehingga tak ada beban. Lagipula ini pertama kalinya saya bertanding dengan atmosfer seperti ini. Menyenangkan sekali. Semoga saya beruntung besok,” pungkas Zwiebler

 

Sementara itu Tommy sendiri mengaku tidak bermain dalam kondisi yang prima akibat stamina yang terkuras di pertandingan sebelumnya melawan pemain India, Gurusaidutt RMV.

 

“Saya minta maaf tidak bisa sampai ke final, lawan lebih siap dibanding saya. Kondisi fisik saya sangat terkuras, saya  kurang nyaman dengan situasi seperti ini,” kata Tommy.

 

“Harus latihan lebih keras lagi dan evaluasinya lebih banyak lagi. Kalau latihan lebih keras pasti hasilnya lebih baik. Hal yang perlu diperbaiki adalah penguasaan di depan, netting, dan menambah variasi main supaya tidak monoton,” ungkapnya kemudian.

 

Hasil ini sekaligus menutup peluang merah putih di sekto tunggal putra setelah pada laga sebelumnya Hayom Rumbaka juga takluk atas pebulu tangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Sampai dengan jeda interval game pertama Hayom tertinggal cukup jauh dalam perolehan poin meskipun Hayom lebih dominan dalam melakukan serangan. Namun Lee cukup sigap dalam mengembalikan bola-boal sulit Hayom. Paska interval, Hayom dengan variasi serangannya, permainan net dan menekan khususnya ke sisi kanan Lee akhirnya berhasil melakukan mengolah pertandingan. Strategi ini membuahkan hasil bagi Hayom bahkan dapat memimpin perolehan poin pada kedudukan 15-14.

 

Namun Lee dengan kematangannya ternyata memahami strategi yang dilakukan Hayom sehingga tekanan yang banyak dilakukan Hayom dapat diantisipasi dan berbalik menjadi bumerang bagi Hayom. Penampilan yang tenang dan cepat serrta mampu mengembalikan bola-bola sulit Hayom, untuk balik menekan membuat Lee kembali memegang kuasa atas jalannya pertandingan. Meskipun Hayom sudah berupaya keras dengan kemampuan terbaiknya, Lee mampu membaca titik lemah Hayom di area backhand dan serangan ke arah badan yang beberapa kali tak siap diantisipasi oleh Hayom. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Hayom khususnya di gim kedua juga memudahkan Lee untuk memenangkan pertandingan, 21-17, 21-14

 

“Kali ini saya merasa sudah bermain lebih maksimal karena mampu keluar dari tekanan Lee. Saya sempat mengubah permainan dan mengimbagi Chong Wei di gim pertama,” papar pemain peringkat 24 dunia ini.

 

“Saat memimpin, saya gagal mengembalikan bola tanggung dari Chong Wei, seandainya bola saya masuk, mungkin kepercayaan diri saya bisa meningkat,” ungkapnya kemudian.

 

“Meskipun permainan saya lebih bagus yang kemarin, tapi lawan saya hari ini lebih berpengalaman. Chong Wei bisa membatasi permainan saya,” tutur Hayom.

 

Berbicara mengenai rencananya ke depan, Hayom ternyata tidak akan tampil di turnamen Singapore Open SS 2013 pekan depan. “Sudah fix saya tidak ikut Singapore Open. Akan ‘dikurung’ dua bulan di pelatnas untuk latihan intensif persiapan Kejuaraan Dunia,” canda Hayom .

 

“Target pribadi saya minimal sama dengan tahun kemarin, delapan besar. Sekarang sudah lebih, jadi cukup puas,” lanjutnya.

 

Sementara itu Lee Chong Wei mengakui ada perkembangan signifikan dalam permainan Hayom. “Hayom bermain bagus terutama di game pertama, saat saya ketinggalan 14-15, saya sempat kehilangan fokus. Dulu rasanya lebih mudah mengalahkan Hayom, sekarang lebih berat,” ungkap Lee kepada para wartawan saat konferensi pers usai pertandingan.

 

“Ini kali kelima saya mengikuti Indonesia Open, dan saya berharap untuk dapat menang kelima kalinya di turnamen ini,” ujar Lee (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: