Bulutangkismania's Weblog

Juni 17, 2013

Indonesia Open SS Premier 2013 : Zwiebler, “Tidak Ada Yang Seperti Istora”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:09 am

Poster Djarum Indonesia Open SS Premier 2013Marc Zwibler akhirnya harus mengakui ketangguhan peringkat satu dunia, Lee Chong Wei (1) meskipun sudah mencoba tampil dengan performa terbaiknya. Lee kembali sukses mengamankan gelar sektor tunggal putra yang merupakan mahkota ke-5 nya di turnamen ini. Menghadapi peringkat 22 dunia asal Jerman tersebut, Lee mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain papan atas dunia dengan kelincahan gerakan, kekuatan dan pertahanannya.

 

Meskipun terpaut ranking yang cukup jauh, Marc Zwiebler sebenarnya sempat mengimbangi permainan cepat yang diperagakan Lee Chong Wei (1) di paruh awal gim pertama. Namun lepas dari kedudukan 7-8, tunggal Jerman yang berusaha untuk mempercepat tempo permainan dan tampil menekan tersebut ternyata tak menemukan solusi terbaik ketika Lee mampu meladeni permainan cepat tersebut bahkan berhasil merusak ritme Marc dengan sesekali memperlambat tempo dan penempatan bola tak terjangkau.

 

LCW-ZwieblerZwibler memang mampu merepotkan Lee namun kelincahan gerakan peraih dua kali perak Olimpiade tersebut masih tak mampu terimbangi. Pertahanan Lee yang sangat baik juga menjadi bumerang tersendiri bagi Marc yang akhirnya sulit menegmbalikan bola Lee dengan sempurna. Lee menutup set pertama, 21-15.

 

Pada set kedua, Zwiebler membuat sejarah sebagai tunggal putra Jerman yang untuk kali pertama lolos ke final Indonesia Open 2013, menghadirkan tekanan lebih awal, bahkan sempat memimpin hingga 5-2. Namun Lee berhasil mengejar di angka 6 untuk kemudian berbalik memimpin 11-7. Selepas itu, pebulu tangkis negeri jiran ini meluncur dalam perolehan poin dan tak terkejar. Zwiebler memang bisa memberi perlawanan, tapi tak mampu untuk meredam serangan Lee yang akhirnya menutup pertandingan ini dengan kemenangan gim kedua 21-14.

 

LCW“Saya sendiri 110 persen ingin menang. Namun, dia memang sangat sulit dihadapi. Permainannya sangat lengkap dan tak ada ampun,” kata Zwiebler.

 

Meskipun sempat mengubah pola permainan di set kedua, lawan tetap dengan mudah mampu mengatasinya. “Saya memang terbawa permainan dia,” lanjutnya.

 

Namun Zwiebler tetap mengakui bahwa menjadi runner up merupakan hasil luarbiasa. “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, saya sampai ke final ini sudah luar biasa. Walaupun saya kalah hari ini karena memang Lee Chong Wei memang adalah pemain yang bagus. Hasil Ini lebih dari perkiraan saya. Secara keseluruhan saya cukup puas dan senang dengan penampilan saya disini, bisa sampai final di kejuaraan berlevel Superseries Premier,” urainya panjang lebar.

 

Sama seperti para pemain asing lainnya, Zwiebler juga mengakui atmosfer Istora yang berbeda dan tidak pernah ditemui pada tempat lainnya. “Saya sangat suka atmosfer istora dan penontonnya yang tak pernah saya temui di Eropa,” tutur Zwibler.

 

LCW-MARC (1)“Menjadi sebuah kebanggaan bagi saya bisa bertanding di depan penonton seperti ini, saya ingin kembali tiap tahunnya. Di eropa bulutangkis tidak memiliki begitu banyak fans seperti disini, maka saya pasti akan kembali, selama saya masih bisa bertanding,” lanjutnya.

 

Dia pun mengungkapkan bahwa penonton di Istora sebagai penonton terbaik, dibanding di manapun di dunia. “Saya sering bertanding di berbagai negara, tapi memang tidak ada yang seperti disini,” pungkasnya.

 

Sedangkan Lee Chong Wei berharap gelar ke-5 nya kali ini dapat berlanjut tahun depan. “Saya tidak menyangka bisa menang setelah tahun lalu saya absen tampil. Terima kasih untuk fans, karena mereka saya jadi lebih semangat untuk bisa menang,” sahut Chong Wei

 

“Saya kira menyenangkan main di sini. Penontonnya serupa dengan Malaysia, selalu memberi semangat. Saya harap tahun depan dapat kembali bermain di sini,” lanjut Chong Wei. Jika tahun depan mampu kembali dan menjadi juara, Chong Wei berarti akan menyamai rekor 6 kali juara yang pernah dibukukan oleh Taufik Hidayat.
Lee ternyata juga memiliki penilaian sendiri terhadap dua pebulu tangkis Indonesia. “Hayom dan Tommy bermain baik. Saya harap mereka bisa lebih semangat untuk menghadapi Kejuaraan Dunia dan lainnya. Mereka harus lebih meningkatkan kemampuan mereka bersama pelatih baru. Saya kira Hayom atau Tommy  dapat berkembang dalam satu tahun ini,” kata pebulu tangkis ayah dari Kingston Lee tersebut.

 

Lee Chong Wei Tentang Pensiun

 

Paska menjadi seorang ayah praktis terdapat beberapa hal yang berubah dan menjadi prioritas seorang Lee Chong Wei. Pertanyaan para media pun beralih tidak hanya seputar keluarga baru dari sang datuk ini tapi juga rencana karir bulu tangkisnya ke depan. Bebarapa nama besar sektor tunggal sudah lebih dulu memutuskan untuk menutup karirnya paska Olimpiade London 2012.

 

LCW (4)Paska menikahi kekasihnya, Wong Mew Choo dan dikaruniai buah hati bernama Kingston Lee yang lahir pada 12 April 2013 lalu terdapat banyak perubahan prioritas dari seorang Lee Chong Wei. Selain memberikan motivasi, kehadiran keluarga juga membuat Lee akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke Malaysia.

 

“Kalau dulu, biasanya saya menambah satu hari untuk tinggal. Tetapi sekarang saya ingin segera pulang ke rumah,” kata Chong Wei.

 

“Saya ingin malam ini sudah di rumah bersama putra saya,” katanya lagi.

 

Lee mengakui bahwa kelahiran Kingston memang memberi tambahan motivasi buat dirinya untuk selalu menang dalam kejuaraan yang diikutinya.

 

Menganai masalah karir, Lee ternyata memiliki pilihan yang berbeda dengan beberapa pemain papan atas dunia yang sudah lebih dulu memutuskan untuk pensiun. Akhir Desember 2012 yang lalu, Peter Gade memutuskan untuk menutup karirnya yang kemudian disambung oleh Tine Baun pada turnamen All England Open SS Premier 2013.

 

Taufik Hidayat pekan ini menyusul Gade memasuki masa pensiu. Taufik resmi pensiun setelah tersingkir di babak pertama Djarum Indonesia Open SS Premier 2013.

 

LCW (3)Sementara itu, Lin Dan memang belum resmi pensiun. Namun peraih emas dua kali Olimpiade itu sudah sangat jarang bermain dan peringkatnyapun sudah melorot di luar 50 dunia. Lalu bagaimana dengan Lee Chong Wei?

 

“Semua orang bertanya kapan saya akan pensiun,” ujarnya sembari tertawa.

 

“Saya akan mencoba. Bagaimana pun saat itu saya sudah berusia 33-34 tahun dan banyak pemain muda. Saya coba lihat di tahun depan karena akan banyak kompetisi. Target saya adalah Asian Games dan Commenwealth Games,” sambungnya kemudian.

 

“Setelah itu, kalau saya terbebas dari cedera, saya akan coba Olimpiade sekali lagi,” lanjut pemain asal Malaysia ini. Meskipun mampu konsisten berada di peringkat satu dunia dalam beberapa tahun terakhir, Chong Wei belum sempat naik podium teratas Kejuaraan Dunia dan merebut medali emas Olimpiade (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: