Bulutangkismania's Weblog

Juni 20, 2013

Singapore Open SS 2013 : Angga/Ryan Tersingkir

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:01 am

li-ning-singapore-openTiga pasangan unggulan asal Indonesia harus angkat koper lebih dini setelah takluk dari lawan-lawannya. Angga/Ryan (7) yang sempat tampil perkasa saat menghempas Fu/Cai di turnamen beregu Sudirman Cup 2013 di luar dugaan justru kalah dari duo Thailand, Maneepong/Nipitphon. Sementara itu Markis/Pia (7) dan Fran/Shendy (8) di hempaskan tandem Inggris dan Hong Kong.

 

Babak pertama turnamen Singapore Open SS 2013 yang berhadiah total USD 200.000 ini langsung menyajikan kejutan yang tidak terlalu menyenangkan bagi kubu Indonesia. Duet yang digadang-gadang akan menjadi penerus era keemasan sektor ganda putra Indonesia, Angga Pratama/Ryan Agung (AngRy, 7) kembali harus menelan pil pahit kekalahan dini di babak pertama. Setelah pada babak pertama pekan lalu keduanya dipermalukan oleh Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin di depan publik sendiri, kali ini giliran duo Thailand, Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech yang menundukkan mereka dalam laga tiga gim.

 

Kalah dalam strategi menyerang dan penempatan bola di depan net, AngRy yang sebelumnya sempat menundukkan duet peraih emas Olimpiade London 2012, Fu Haifeng/Cai Yun ini tak mampu berbuat banyak dan mengembangkan permainan. Maneepong/Nipitphon yang memang langsung tampil menekan dengan smash-smash keras dan permainan cepat di depan net tak terkejar di set pertama sejak kedudukan 4-4 dan menutup gim ini 21-14.

 

AngRy sempat bangkit di gim kedua dengan tidak hanya mengandalkan permainan menyerang tapi juga penempatan bola-bola yang menyulitkan. Olahan bola keduanya di depan net juga mampu mengimbangi permainan cepat yang coba diperagakn oleh ganda Thailand. AngRy pun akhirnya mampu memaksakan rubber game, 21-14.

 

Set ketiga berlangsung jauh lebih ketat dan seru saat kedua pasangan sudah mengetahui pola permainan lawan masing-masing. Saling memimpin dengan selisih 1-2 poin berlangsung dari awal gim hingga kedudukan 12 sama. Ganda Thailand sempat meraih momentum dengan unggul 4 angka lebih dulu saat AngRy tak mampu bermain tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun pasangan Indonesia mampu bangkit dengan 6 angka berturut-turut saat mampu menekan dan banyak menurunkan bola. Unggul 19-17, AngRy justru berbalik terkena sindrom angka kritis saat terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan. Empat poin beruntun yang dikoleksi Maneepong/Nipitphon memastikan terjadinya mimpi buruk Indonesia, 19-21.

 

“Terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan permainan. Saat memimpin, kami juga kehilangan fokus. Kekalahan ini sangat disayangkan, padahal kekuatan kami imbang,” ungkap Angga seperti yang ditulis situs resmi PBSI.

 

“Kedepannya harus lebih fokus lagi dan latihan lebih keras, serta persiapan yang lebih matang. Kalau persiapan bagus, kami pasti lebih berani di lapangan. Setelah ini, kami akan fokus latihan untuk Kejuaraan Dunia,” imbuhnya.

 

Hasil yang kurang memuaskan juga didulang oleh dua pasangan muda ganda putra lainnya yang menghadapi para unggulan. Sempat memberikan perlawanan dan tampil alot di gim pertama hingga unggul 20-17, kematangan pengalaman yang kurang membuat Andrei Adistia/Markus Gideon akhirnya kembali harus tersungkur dari Fu Haifeng/Cai Yun, 23-25. Tidak jauh berbeda seperti penampilan mereka di turnamen Indonesia Open SS Premier 2013 pekan lalu, antiklimaks di gim kedua membuat keduanya kembali menyerah 18-21. Dengan hasil ini juga berarti Andrei/Markus gagal membalas kekalahan mereka atas duo peraih emas Olimpiade London 2012 tersebut di pertandingan sebelumnya.

 

Ricky Karanda/Muhammad Ulinnuha (RiLin) juga sempat membuat kejutan saat memenangkan gim pertama 21-17 atas wakil Korea Selatan, Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong (7). Namun konsistensi dan pengalaman yang masih kurang membuat RiLin justru kalah telak di dua gim berikutnya, 12-21, 7-21.

 

Ahsan/Hendra Taklukkan Unggulan Delapan

 

Kekalahan yang diderita tiga wakil ganda putra Indonesia untungnya tidak menular kepada empat wakil lainnya. Alven/Markis berhasil menundukkan Gan/Ong asal Malaysia sedangkan Yonathan/Hendra dan Christoper/Trikusuma mematahkan dominasi para wakil Thailand. Ahsan/Hendra yang pekan lalu menjadi kampiun di kandang sendiri kali ini membuat kejutan dengan menaklukkan unggulan ke-8.

 

Setelah pada pekan lalu Alvent Yulianto/Markis Kido (AlMa) mampu menyajikan permainan ketat hingga laga perem patfinal, kali ini keduanya kembali memulai babak pertama turnamen Singapore Open SS 2013 dengan mengalahkan duet negeri jiran, Gan Tei Chai/Ong Soon Hock. Sempat kehilangan set pertama, 15-21, AlMa yang tampil konsisten dengan terus menekan memetik kemenangan di dua gim berikutnya, 21-13, 21-16.

 

Sementara itu Yonathan Suryatama/Hendra Aprida (YoNdra) harus melewati kolaborasi gado-dago Thailand-Singapura, Sudket Prakamol/Chayut Triyachart. Menang tipis 23-21 saat mampu membalikkan keadaan di poin-poin kritis gim pertama, YoNdra kalah taktis di set kedua dan tertinggal 16-21. Beruntung pada set penentuan YoNdra kembali menemukan ritmenya dengan tampil dominan di depan net dan terus menekan dengan smash-smash kerasnya. Pengalaman Sudket di sektor campuran sempat membuat pasangan gado-gado ini merepotkan YoNdra dengan bola-bola tak terduganya namun tandem Indonesia yang tetap konsisten dengan tekanannya akhirnya menutup gim ketiga, 21-15.

 

Jika Maneepong bersama partner barunya mampu membuat kejutan atas tandem peringkat satu Indonesia, pasangan lamanya, Bodin Issara yang menggandeng Pakkawat Vilailak justru tak tampil seperti yang diharapkan. Banyaknya kesalahan sendiri yang dikoleksi oleh ganda Thailand ini membuat mereka sulit keluar dari tekanan yang dilancarkan oleh duet merah putih, Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana (ChrisTri). Meskipun sempat bangkit di poin-poin kritis gim kedua, Bodin/Pakkawat tak cukup mampu untuk menahan laju kemenangan ChrisTri, 21-17, 21-19.

 

Duet yang pekan lalu merebut mehkota Indonesia Open SS Premier 2013, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (SanDra) sempat tertinggal 3-7 di awal gim pertama saat menghadapi unggulan ke-8, Goh V Shem/Lim Khim Wah. Namun secara perlahan keduanya mampu menyamakan kedudukan di angka 13 dan balik memimpin 19-17 saat memasuki angka-angka kritis. Dengan pengalaman dan kesolidan mereka, duet yang baru ditandemkan secara resmi paska Olimpiade London 2012 ini akhirnya mampu mendominasi jalannya pertandingan dan merebut kemenangan 21-19. Kembali tampil agresif di set kedua membuat SanDra berhasil mendominasi jalannya pertandingan dan tak memberikan banyak kesempatan bagi pasangan Malaysia. SanDra yang unggul 13-7 dan 17-9 memastikan tiket mereka ke 16 besar, 21-12.

 

“Di awal tadi kami kurang siap, ditambah angin di lapangan cukup kencang, jadi kami masih menyesuaikan diri,” ujar Hendra.

 

“Setelah bisa mengatasi lawan di game pertama, pada game selanjutnya kami lebih tenang dan lebih fokus,” Ahsan kemudian menambahkan (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: