Bulutangkismania's Weblog

Juni 20, 2013

Singapore Open SS 2013 : Tontowi/Liliyana Menang Mudah

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:02 am

li-ning-singapore-openSelain di nomor ganda putra, dua pasangan unggulan asal Indonesia di sektor campuran juga harus menuai hasil kurang memuaskan. Fran/Shendy (7) menyerah dari duet Hong Kong, Lee/Chau sedangkan Markis/Pia (8) tak mampu melewati hadangan Chris /Heather. Harapan akhirnya bertumpu pada tiga wakil lainnya termasuk Tontowi/Liliyana (3) yang menang mudah atas duet India. Sementara itu sektor putri hanya meloloskan dua wakilnya ke 16 besar.

 

Markis Kido/Pia Zebadiah (MarPi) yang menempati unggulan ke-8 di turnamen ini di luar dugaan takluk dua gim langsung atas pasangan Inggris, Chris Langridge/Heather Olver. Tidak seperti biasanya dimana MarPi selalu tampil menekan dan unggul dalam bola-bola cepat, kali ini keduanya justru lebih banyak meladeni pola permainan halus pasangan Inggris. Beberapa kali gagal dalam mengolah bola di depan net, poin-poin MarPi justru lebih banyak didapat dari penempatan bola-bola tak terjangkau dan beberapa kesalahan sendiri Chris/Heather.

 

Meskipun sempat beberapa kali menipiskan selisih poin 14-15 dan 19-20, posisi MarPi yang senantiasa tertinggal membuat mereka sulit untuk malampaui perolehan angka pasangan Inggris. Keduanyapun takluk 19-21 di gim pertama.

 

Kedua pasangan sempat berjibaku ketat pada paruh awal set kedua hingga kedudukan 7-7. Empat poin beruntun yang dikoleksi Chris/Heather kembali membuat mereka unggul jauh dan terus memimpin hingga 18-13. Meskipun sempat menyamakan kedudukan, kelemahan MarPi yang berulang kali gagal di depan net mambuat mereka akhirnya menyerah 19-21.

 

Fran Kurniawan/Shendy Puspa (FraNdy, 7) juga tidak mengalami nasib yang lebih baik. Menghadapi pemain peraih mahkota ganda putra Kejuaraan Dunia Junior 2012, Lee Chun Hei dan sang senior, Chau Hoi Wah, FraNdy tak mampu memberikan banyak perlawanan karena kalah daya serang dibandingkan sang penantang. Kejelian Lee/Chau dalam menempatkan bola-boa sulit juga menjadi kunci kemenangan dari pasangan Hong Kong berperingkat 25 dunia tersebut. Hanya dalam tempo kurang dari 30 menit, Lee/Chau menyudahi perlawanan FraNdy, 21-10, 21-16.

 

Sementara itu tandem nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn, 3) tak menemui kesulitan berarti di laga hari pertamanya. Kampiun All England Open SS Premier 2012 dan 2013 tersebut membuktikan kualitasnya atas ganda India, Tarun Kona/Ashwini Ponnappa. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Tarun/Ashwini juga memudahkan ToLyn untuk merebut kemenangan telak, 21-6, 21-10.

 

“Di pertandingan kali ini kami lebih menekan. Lawan juga kelihatan tidak siap terutama Ashwini,” tutur Tontowi seperti yang dikutip situs PBSI.

 

“Ini adalah pertandingan pertama, kami lebih waspada karena belum tahu keadaan lapangan. Dibanding lawan, kami juga lebih siap dan langsung in. Saat tertinggal jauh, lawan kelihatan sudah pasrah. Mau lawan siapa saja kami siap, besok lebih waspada lagi,” Liliyana menambahkan.

 

Hasil gemilang juga dituai dua pasangan lainnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto (RiBby, 5) dan Praveen Jordan/Vita Marissa (PraVi). RiBby menghempas pasangan Jerman, Johannes Schoettler/Johanna Goliszewski, 22-20, 21-11 sedangkan PraVi melumpuhkan ganda tuan rumah, Terry Hee/Fu Mingtian, 21-16, 22-20.

 

Selain MarPi dan FraNdy, unggulan lainnya yang ikut tumbang adalah pasangan Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (6). Menghadapi pasangan nomor satu Inggris, Chris Adcock/Gabrielle White, Robert/Nadiezda menyerah 15-21, 19-21.

 

Dua Lolos, Tiga Tumbang

 

Sementara itu di sektor putri para pemain Indonesia juga hanya mampu meloloskan dua wakil dan tidak terjadi kejutan yang berarti. Tiga pasangan srikandi yang berhadapan dengan unggulan Korea Selatan dan China kalah dalam laga dua gim sehingga hanya menyisakan dua wakil, Pia/Rizky (6) dan Nitya/Greysia.

 

Duet Pia Zebadiah/Rizki Amelia (PiRiz, 6) membuka kemenangan sektor putri Indonesia setelah berhasil melumpuhkan pasangan Thailand. Narissapat Lam/Saralee Thoungthongkam. Dalam pertarungan berdurasi 32 menit tersebut, kedua pasangan banyak melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menguntungkan lawan masing-masing. Setelah berjibaku ketat di gim pertama hingga kedudukan 14-14, inisiatif PiRiz untuk menyerang dan menekan lebih dulu membuat mereka mampu menamatkan gim ini, 21-16.

 

Pada gim kedua giliran PiRiz yang tampil inkonsisten. Kesalahan beruntun yang dilakukan oleh pasangan merah putih tersebut menguntungkan lawan dan membuat Narissapat/Saralee mampu mengembangkan permainan. Tertinggal jauh 8-16, ganda Thailand mampu menyamakan kedudukan saat angka kritis, 18-18. Beruntung PiRiz tak terpengaruh dengan situasi ini dan tetap bertahan pada pola mereka sehingga unggul 21-18.

 

Sementara itu Greysia Polii/Nitya Krishinda (GreyNit) harus berjibaku tiga gim untuk menundukkan pasangan terbaik India, Ashwina Ponnappa/Pradnya Gadre. GreyNit yang lebih unggul di depan net dan tidak banyak menyerang membukukan kemenangan 21-18 di gim pertama. Namun memasuki set kedua, Ashwini/Pradnya yang memegang kendali permainan memimpin dalam perolehan poin dengan serangan dan permainan netting nya. Meskipun GreyNit sempat menyamakan kedudukan di angka 20 dan 21, Ashwina/Pradnya yang berada di atas angin tak tertahan untuk memaksakan rubber game, 23-21.

 

Tak mau kecolongan seperti pada set kedua, GreyNit akhirnya berinisiatif untuk mengambil alih permainan di gim penentuan. Tidak hanya unggul dalam duel di depan net, GreyNit juga meningkatkan variasi serangan dan kesolidan. Pasangan India hanya mampu mengimbangi GreyNit pada kedudukan 14-14, selebihnya dominasi srikandi merah putih tak terbendung untuk memastikan tiket pre quarter final, 21-16.

 

Langkah PiRiz dan GreyNit sayangnya tidak diikuti tiga wakil Indonesia lainnya yang menghadapi pasangan-pasangan unggulan. Vita Marissa/Variella Aprilsasi (ViVar) kalah telak 7-21, 13-21 atas duo Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (8). Sementara itu Gebby Ristiyani/Tiara Rosalia (GeTir) takluk atas Tian Qing/Zhao Yunlei (5), 16-21, 13-21.

 

“Penampilan kami kurang baik, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Ketahanan masih kurang, serangan belum maksimal dan permainan depannya lambat,” ujar Tiara usai pertandingan.

 

Hasil ini cukup kontras jika dibandingkan dengan pertandingan pada Kejuaraan Asia 2013, yang lalu saat GeTir mampu menumbangkan Tian Qing/Bao Yin, 26-24, 21-23, 21-13. Walaupun memang harus diakui secara pengalaman dan kesolidan duet Tian/Zhao lebih baik dibandingkan dengan Tian/Bao.

 

“Zhao lebih bisa ngemong Tian ketimbang Bao karena dia lebih berpengalaman. Tapi Zhao tidak sebagus dulu. Seharusnya kami bisa mengalahkan mereka, tapi hari ini memang kami yang kurang maksimal. Kami tak puas dengan penampilan hari ini,” Tiara menambahkan.

 

Satu pasangan lainnya, Suci Rizky/Jenna Gozali juga tak mampu berbicara banyak saat menghadapi andalan sang negeri tirai bambu lainnya, Bao Yixin/Cheng Shu (7). Keduanya menyerah dua gim langsung, 16-21, 13-21.

 

Satu-satunya kejutan yang terjadi di sektor ganda putri adalah tumbangnya unggulan ke-4, Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul atas wakil Korea Selatan, Lee So He/Shin Seung Chan. Meksipun sempat memberikan perlawanan dan merebut gim kedua, duet Thailand akhirnya menyerah, 18-21, 21-18, 18-21. Hasil ini mengikuti performa buruk keduanya setelah pada pekan lalu di turnamen Indonesia Open SS Premier 2013, Duanganong/Kunchala yang menempati posisi teratas ganda putri Thailand juga langsung kandas di babak pertama.

 

Sementara itu mundurnya sang unggulan teratas ternyata tidak hanya terjadi di sektor campuran. Setelah Xu Chen/Ma Jin memutuskan mundur, Wang Xiaoli/Yu Yang pun memutuskan untuk ikut absen di turnamen ini. Hal ini dapat dimaklumi mengingat turnamen terbesar, Kejuaraan Dunia 2013 akan dilaksanakan kurang dalam waktu 2 bulan sehingga setiap pemain harus bisa memilih strategi yang tepat untuk beristirahat dan terhindar dari cedera (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: