Bulutangkismania's Weblog

Juni 21, 2013

Singapore Open SS 2013 : Bella, “Sudah Unggul Tapi Tidak Konsisten”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:37 am

li-ning-singapore-openLindaweni Faneteri menjadi satu-satunya harapan Indonesia yang tersisa dan berhasil meloloskan diri ke babak delapan besar. Meskipun sempat tersusul di gim kedua, Linda yang tampil lebih tenang akhirnya mampu merebut kemenangan atas wakil Jepang. Sementara itu Belaterix Manuputi yang kembali membuka peluang atas sang unggulan teratas saat memimpin di gim pertama, belum cukup konsisten untuk membuat kejutan.

 

Belaterix Manuputi nyaris membuat saja membuat kejutan saat berhadapan dengan unggulan teratas, Li Xuerui (1). Dengan permainan menyerang dan kombinasi pukulannya, Bella mampu mengendalikan jalannya pertandingan di gim pertama. Memimpin 4-1 di awal, Bella tetap konsisten dengan permainannya hingga kedudukan 17-11. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Xuerui juga memudahkan Bella untuk meraih poin demi poin. Namun sampai pada titik ini, Xuerui yang tidak hanya tajam dalam melakukan serangan namun juga ulet mengejar ketertinggalannya berhasil merebut kemenangan yang sudah ada di depan mata Bella tersebut. Empat poin beruntun yang dikoleksi Xuerui saat kedudukan 17-19 membuat Bella harus menelan pil pahit, 19-21.

 

Persaingan berlangsung lebih sengit di set kedua. Beberapa kali srikandi Indonesia tersebut berhasil mematahkan bola-bola sulit dan serangan tajam yang coba dikembangkan oleh Xuerui. Bahkan beberapa kali serangan tak terduga Bella mampu membuat Xuerui jatuh bangun. Meskipun Xuerui sempat menyamakan kedudukan di angka 17, Bella dengan sigap merebut gim kedua untuk memaksakan rubber game, 21-18.

 

Sayangnya aksi memukau tunggal Indonesia ini tak berlanjut di set penentuan. Peringkat 35 dunia ini justru mengalami antiklimaks dan terus tertinggal dalam perolehan poin. Xuerui yang seperti sudah memahami demotivasi yang dialami Bella tak menyiakan kesempatan ini untuk unggul jauh 19-10 dan akhirnya memastikan kemenangan 21-14.

 

“Inilah salah satu kekurangan saya, kalau sudah unggul saya tidak konsisten. Tadi saya merasa kecepatan  saya tidak stabil dan berkurang di akhir set pertama,” tutur Bella seperti yang dikutip situs PBSI.

 

Mengomentari kemenangannya di gim kedua, Bella kian merasa percaya diri bahwa para pemain Indonesia memiliki kemampuan untuk mengimbangi China.

 

“Saya merasa makin pede, ternyata gap kami dengan pemain Cina tidak jauh kok, sebenarnya bisa mengimbangi mereka. Dalam hati kecil saya, sekarang tidak ada rasa takut berhadapan dengan pemain top Cina,” lanjutnya kemudian.

 

“Kontrol bola saya tidak bagus di game terakhir. Saya sering salah antisipasi bola, banyak bola masuk yang saya kira keluar, dan banyak bola keluar yang saya ambil,” papar Bella perihal kekalahannya di set ketiga.

 

Meksipun kalah di satu pertandingan, peluang Indonesia di sektor tunggal putri masih terbuka paska kemenangan yang diraih oleh wakil lainnya, Lindaweni Faneteri. Menghadapi pemain Jepang, Kaori Imabeppu, kedua pemain bersaing ketat dan saling memimpin dengan selisih 1-3 poin hingga kedudukan 15-15. Enam angka yang dikoleksi Linda secara beruntun memastikan kemenangan tunggal nomor satu Indonesia tersebut, 21-15.

 

Konsistensi kembali dijaga Linda di set kedua. Meskipun Kaori unggul dalam serangan, banyakanya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh wakil negeri sakura tersebut memudahkan Linda untuk terus memimpin hingga kedudukan 18-15. Keadaan berbalik saat Kaori mampu mempercepat tempo dan menekan pertahanan Linda dengan serangannya. Kaori pun mampu meminimalisir kesalahannya sendiri bahkan sempat berbalik dengan meraih match point 20-19 terlebih dahulu. Namun ketenangan Linda dan mental tanding yang lebih baik membuat Linda tidak gegabah sehingga meraih 3 poin beruntun untuk kemenangan 22-20.

 

Hasil ini akhirnya kembali mempertemukan Linda dengan unggulan ke-2, Saina Nehwal yang menyingkirkannya di babak pertama turnamen Indonesia Open SS Premier 2013 pekan lalu. Meskipun kalah, Linda sempat merepotkan Saina di gim pertama dan kedua sehingga tunggal India tersebut harus bersusah payah dalam laga tiga gim. Saina sendiri melaju ke perempat final setelah menaklukkan tunggal Jepang, Eriko Hirose, 16-21, 21-16, 21-9.

 

“Kami sudah tau cara permainan masing-masing bagaimana, jadi besok berusaha main maksimal saja,” komentar tentang calon lawannya.

 

“Sebagai persiapan melawan Saina, saya akan belajar dari pertemuan sebelumnya. Ingat-ingat bagaimana cara mainnya dia,” lanjutnya kemudian.

 

Sementara itu Saina sendiri mengakui tidak sedang dalam performa terbaiknya namun tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik.

 

“Saya sedang tidak bermain dalam performa terbaik saat ini namun saya akan melakukan yang terbaik. Pertandingan tadi cukup ketat dan saya akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik,” papar pemain yang pekan ini turun ke peringkat 4 dunia tersebut.

 

Takluknya Sang Juara Bertahan

 

Juliane Schenk (3) yang tahun sebelumnya mampu menjadi kampiun di turnamen ini diluar dugaan kalah dua gim atas pebulu tangksi kualifikasi asal China, Sun Yu. Sementara itu pemain Thailand, Sapsiree Taerattanachai yang turun di sektor tunggal dan ganda putri pada turnamen ini membuktikan kualitasnya dengan menghempas harapan Korea Selatan, Sung Ji Hyun (6).

 

Memasuki babak kedua sektor tunggal putri, tiga unggulan langsung tumbang sebelum sempat melangkah ke delapan besar, termasuk sang juara bertahan, Juliane Schenk (3). Schenk yang pekan ini melesat ke peringkat 2 dunia paska menjadi runner up Indonesia Open SS Premier 2013, gagal membendung perlawanan tunggal kualifikasi asal China, Sun Yu.

 

Meskipun sempat memberikan perlawanan dan memperkecil selisih poin 19-20 setelah sebelumnya tertinggal jauh 13-19, Schenk tak cukup kuat untuk merebut gim pertama sehingga menelan kekalahan 19-21. Sempat unggul 11-6 saat jeda interval, Schenk kembali mengalami antiklimaks pada gim kedua sehingga harus menyerah 15-21.

 

Selain Xuerui dan Sun Yu, dominasi China juga tak terbantahkan dengan memastikan satu tempat di semifinal setelah dua pemainnya sama-sama berhasil melenggang dan akan saling bertempur. Wang Shixian (7) yang mencoba merajut kembali masa-masa emasnya berhasil menundukkan pemain Beulgaria, Petya Nedelcheva, 21-18, 21-15 sedangkan Wang Yihan (4) membutuhkan laga tiga gim untuk melumpuhkan pemain Eropa lainnya asal Spanyol, Carolina Marin. Yihan menang 21-18, 11-21, 21-17 setelah berjuang lebih dari satu jam.

 

Sementara itu Sapsiree Taerattanachai yang bertanding di dua sektor, tunggal dan ganda berhasil membuat kejutan dengan melibas unggulan asal Korea Selanatan, Sung Ji Hyu (6), 21-19, 21-16. Tunggal Taiwan, Tai Tzu Ying, membukukan hasil tak terduga lainnya atas wakil terakhir Jepang di nomor ini, Minatsu Mitani (8), 22-20, 21-12 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: