Bulutangkismania's Weblog

Juni 23, 2013

Singapore Open SS 2013 : Lindaweni, “Saya Ingin Tunggal Putri Bangkit Lagi”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:41 am

li-ning-singapore-openSetelah ditinggalkan oleh Maria Kristin karena cedera yang berkepanjangan, sektor tunggal putri Indonesia kembali mengalami hibernasi yang cukup lama. Tahun 2013 nampaknya akan menjadi momentum kebangkitan srikandi Indonesia setelah berhasil mencatat prestasi dan mengimbangi penampilan para pemain elit dunia. Lindaweni meskipun harus mengakui ketangguhan Wang Yihan (4) berhasil menunjukkan konsistensinya bahwa raihan prestasi selama ini bukan hanya karena faktor kebetulan belaka.

 

Puncak performa Maria Kristin Yulianti pada tahun 2008  sempat membuat sektor tunggal putri Indonesia menggeliat dan menjadi ancaman kekuatan bulu tangkis dunia, termasuk China setelah sekian lama mati suri. Tidak hanya berhasil mengantarkan tim Uber Indonesia ke babak final dan menjadi runner rup turnamen Indonesia Open SS 2008, Maria juga berhasil merebut medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan mematahkan dominasi para pemain China.

 

Paska sepeningggalnya Maria yang akhirnya memimlih gantung raket karena cedera yang berkepanjangan, Indonesia kembali harus kehilangan momentumnya. Tren positif kembali ditunjukkan oleh nomor ini dengan kebangkitan 3 pemain yang menjadi pilar Indonesia saat ini, Lindaweni Fanetri, Belaetrix Manuputi dan Aprilia Yuswandari. April berhasil menjadi semifinalis India Open SS 2013 sedangkan Linda dan Bella mampu melesat hingga delapan besar di turnamen berkategori Superseries Premier. Tak terkecuali di turnamen kali ini, Linda yang berhasil menorehkan prestasi hingga babak semifinal mampu menunjukkan kualitasinya diantara para pemain papan atas dunia lainnya.

 

Lindaweni yang menantang tunggal nomor 2 China, Wang Yihan (4) mampu tampil dengan performa terbaiknya dan mengimbangi agresivitas Yihan. Kedua pemain sudah berjibaku ketat sejak gim pertama. Meskipun Yihan unggul dalam serangannya, kejelian Lindaweni dalam menempatkan bola beberapa kali membuat Yihan tak berkutik dan gagal mengantisipasi bola. Tiga kesalahan beruntun yang dilakukan Linda langsung membuat Yihan unggul 3-0. Kedua pemain mencoba untuk tampil taktis dan memanfatkan bola tinggi yang dikembalikan oleh lawan. Saling berganti menyerang dan membuat kesalahan sendiri membuat posisi kedua pemain berimbang hingga kedudukan 13-11 untuk keunggulan Yihan. Smash-smash keras Yihan yang tampil menekan berhasil dibalas oleh Linda dengan penempatan bolanya ke area baseline dan tak terjangkau.

 

Empat poin beruntun yang dikoleksi Yihan dari pengembalian tanggung Linda berhasil dikejar dan disamakan oleh srikandi merah putih pada kedudukan 17-17 saat Yihan mengembalikan bola terlalu melebar ke belakang dan penempatan lob serang Linda yang tak mampu dijangkau Yihan setelah beradu drive di depan net. Yihan kembali memimpin dan menyentuh match point 20-18 saat Linda gagal mengimbangi permainan Yihan di depan net. Namun pemain nomor satu Indonesia tersebut tak lantas menyerah dan terus menekan dengan smash-smash dan lob serangnya yang cukup dalam. Penempatan Linda di area baseline, serta tiga bola pengembalian Yihan yang tak sempurna karena gagal melewati net dan terlalu melebar memastikan gim pertama menjadi milik Lindaweni, 22-20.

 

Tiga kesalahan beruntun Linda di awal gim kembali membuat Yihan memimpin 3-1. Setelah saling menekan di angka 5-6, Linda  kembali gagal mengembalikan bola ke area pertahanan Yihan setelah beradu reli dan membuat tunggal China tersebut kembali memimpin jauh 10-5. Linda berhasil memperkecil selisih angka 8-11 dengan memanfaatkan bola tanggung Yihan. Saat kedudukan 9-13, Linda seolah-olah kehabisan energi dan membuat terlalu banyak kesalahan sendiri.

 

Isyarat bahwa Linda sengaja melepas gim ini dan tampil habis-habisan di set ketiga dengan tidak tampil ngotot berhasil ditangkap oleh Yihan yang tak segan menyia-nyiakan kesempatan ini. Pemain peringkat 5 dunia tersebut segera meluncur dan menyentuh match point 20-10. Di titik ini keadaan sempat berbalik ketika Linda mampu mengumpulkan 7 angka beruntun dengan memanfaatkan kesalahan Yihan yang terburu-buru ingin segera mematikan bola. Kesalahan sendiri Linda saat mengembalikan bola cepat Yihan di depan net memastikan rubber game untuk Yihan, 21-17.

 

Lindaweni kembali menunjukkan kualitasnya di awal gim ketiga. Bola-bola silang dan smash-nya membuat Linda unggul 3-0 di awal set. 6 poin beruntun yang didapatkan Yihan mengubah kedudukan menjadi 8-4 dengan memanfaatkan bola tanggung Linda dan dominasi yang sempurna di depan net. Posisi ini terus dijaga oleh Yihan hingga kedudukan 15-10 dengan viariasi serangan dan kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Linda. Namun perjuangan Linda ternyata tak berhenti sampai disana. Tunggal putri berusia 24 tahun ini secara dramatis mampu membalikkan keadaan 16-15 ketika mampu mengolah bola di depan net dan memanfaatkan unforced error Yihan dengan terus tampil menekan.

 

Pengembalian Linda yang keluar lapangan, penempatan bola Yihan di depan net dan pengematan yang kurang cermat dari Linda saat menyangka pengembalian Yihan out membuat pemain putri China tersebut kembali memimpin 18-16. Dua angka yang diraih Linda dari smash beruntun dan pengembalian melebar Yihan melevelkan skor kedua pemain di angka 18. Sayangnya di titik ini Linda justru melakukan tiga kesalahan beruntun dengan pengembalian yang melebar, bola tanggung yang diselesaikan dengan smash beruntun Yihan dan smash Linda yang gagal melewati net sehingga menguntungkan Yihan sekaligus memastikan tiketnya ke laga pamungkas, 21-18.

 

“Hari ini saya sudah bekerja keras dan bermain maksimal, memang lawan lebih bagus. Kami berdua sama-sama main ngotot dan tidak mau kalah, terutama di poin-poin kritis,” papar Linda usai menjalani laga alot 72 menit tersebut.

 

Meskipun Linda harus mengakui ketangguhan peraih medali perak Olimpiade London 2012 tersebut, harus diakui bahwa anak asuh Liang Chiu Hsia ini mengalami perkembangan pesat khususnya di tahun 2013. Kali ini Yihan dipaksa berpeluh dalam laga tiga gim setelah di babak sebelumnya Linda mampu menjungkalkan Saina Nehwal (2). Bahkan pada turnamen All England Open SS Premier 2013 yang lalu pemain putri Indonesia ini juga sudah mencatat prestasi dramatis dengan menundukkan Wang Yihan dan melaju ke babak delapan besar. Namun kala itu Linda mampu menang dua gim langsung, 21-12, 21-19.

 

“Hari ini dia bermain lebih safe, jarang mati-mati sendiri. Yihan juga lebih sabar dalam melancarkan serangan,” Linda mencoba membandingkan dengan pertemuan sebelumnya.

 

Senada dengan penuturan Belaetrix sebelumnya yang optimis dengan kebangkitan tunggal putri Indonesia, Linda pernah mengungkapkan bahwa dirinya termotivasi dengan tren positif yang dialami dengan para pemain Indonesia.

 

“Saya termotivasi karena teman-teman saya menang semua. Saya juga ingin tunggal putri ada wakil. Saya ingin tunggal putri bangkit lagi,” ucap Linda paska kemenangannya atas Saina kemarin.

 

China Pastikan Satu Gelar

 

Kemenangan Wang Yihan atas Lindaweni sekaligus memastikan gelar sektor tunggal putri menjadi milik sang negeri panda. Pada laga semifinal lainnya, Li Xuerui (1) berhasil mengalahkan kompatiotnya, Sun Yu melalui laga dua gim langsung.

 

Unggul dari sisi serangan dan permainan di depan net, Xuerui yang lebih matang pengalaman tanpa kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan dan memetik kemenangan, 21-13, 21-11.

 

“Saya sempat membuat beberapa kesalahan sendiri dan saya tidak merasa puas dengan performa hari ini. Saya harus berjuang keras di awal gim pertama dan kedua dan saya merasa beruntung berhasil mengkonversinya dengan kemenangan,” ujar Xuerui.

 

Sementara itu Sun Yu yang masih berusia 19 tahun menyebutkan bahwa dirinya sempat terburu-buru saat Xuerui mempercepat tempo permainan, Meskipun mampu menundukkan sejumlah elit dunia di turnamen ini, Sun masih belum merasa puas dengan performanya.

 

“Saya tak mampu menyesuaikan diri dengan cepat setelah membuat beberapa kesalahan. Saya begitu konservatif di sepanjang permainan. Saya mampu tampil sabar dan menyerang di awal permainan namun terburu-buru saat lawan berhasil menyamakan kedudukan. Meskipun saya mampu mengalahkan beberapa nama besar di turnamen ini namun secara keseluruhan saya belum merasa puas. Seharusnya performa saya bisa lebih baik,” urai Sun

 

“Target saya selanjutnya adalah menjadi juara di turnamen manapun. Saya pikir masih ada gap antara saya dan pemain top tunggal putri lainnya. Saya membutuhkan banyak pengalaman bertanding di lapangan untuk mendekatkan jarak ini dan meraih tujuan saya,” pungkasnya kemudian (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: