Bulutangkismania's Weblog

Juni 23, 2013

Singapore Open SS 2013 : Nitya, “Poin-Poin Akhir Kami Kurang Konsisten”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:13 am

li-ning-singapore-openDua wakil ganda putri Indonesia yang bertanding pada waktu bersamaan di lapangan bersebelahan harus menuai nasib tak menyenangkan. Greysia/Nitya sempat menyajikan pertarungan alot dan memaska Tian/Zhao (5) bermain rubber game sementara itu  Pia/Rizki (6) yang tampil memukau di babak sebelumnya justru mengalami antiklimaks saat menantang pasangan Jepang.

 

Menghadapi pasangan kuat China peraih emas Olimpiade London 2012, Tian Qing/Zhao Yunlei (5) peluang untuk membuat kejutan sebenarnya terbuka bagi duet Greysia Polii/Nitya Krishinda (GreyNit) saat mampu memaksakan rubber game. Meskipun GreyNit mampu agresif menyerang dan piawai dalam mengolah bola di depan net, banyaknya kesalahan sendiri pasangan Indonesia di gim pertama membuat mereka akhirnya harus menyerah. Selain itu, Tian/Zhao juga cerdik dalam menempatkan bola di sudut-sudut tak terjangkau.

 

Tertinggal 2-6 karena kesalahan pengembalian Nitya yang melebar, GeyNit sempat memperkecil selisih angka menjadi 5-6 saat Greysia mampu mengubah sudut serang dan kedua pemain Indonesia tampil menekan dengan bloking-blokingnya di depan net. Namun Tian/Qing kembali melaju hingga jeda interval 11-8 saat GreyNit tak mampu mengembalikan serangan ganda China dengan sempurna. Paska jeda interval, Tian/Qing kembali unggul jauh 15-10 dan 13-18 dan 20-15 saat pengembalian Nitya gagal melewati net, serta penempatan Zhao di depan net dan area baseline. Jika pasangan China mendapatkan sebagian besar poin dari Nitya, sebaliknya GreyNit berhasil menekan Tian Qing yang seringkali tak siap dalam mengembalikan bola dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Greysia sempat membah 1 poin dengan penempatan uniknya yang tak terduga namun return bola Greysia yang tak melewati net menutup gim pertama, 21-16.

 

Set kedua menjadi milik Indonesia saat mampu tampil menekan dan minim kesalahan sendiri. Tak hanya unggul dalam serangan dan permainan depan net, GreyNit juga beberapa kali mampu memanfatkan celah kosong diantara pasangan China. Membuka kepemimpinan dengan 7-4, GreyNit terus unggul hingga 12-8 dengan bloking dan penempatan bola cepat di area depan. Tak hanya permainan depan yang baik, pasangan Indonesia juga mampu mengolah serangan dan tetap solid saat melakukan serangan. Keduanya terus meluncur hingga 16-12. Bola tanggung Nitya yang mengenai frame raket dan di smash oleh Zhao menjadi poin terakhir yang mampu dikoleksi ganda China setelah GreyNit berhasil meraup 5 angka beruntun dari sergapan Greysia di area depan, pengembalian Zhao yang tak sempurna, bola tanggung Tian, bola return Tian yang melebar, dan penempatan Greysia yang tak terduga di area baseline. Indonesia berhasil memaksakan rubber game, 21-13.

 

Penempatan unik GreyNit masih menjadi senjata mematikan yang digunakan pasangan Indonesia. Meskipun Tian/Zhao berusaha meningkatakn tempo dan tekanan dengan agresif menyerang, GreyNit senantiasa mampu mengimbangi ritme duet China. Sama seperti pada gim pertama, Tian/Zhao mendominasi namun ditempel ketat oleh GreyNit hingga kedudukan 10-8. Kesalahan beruntun GreyNit di paruh awal membuat mereka kembali tertinggal dalam perolehan poin. 5 angka beruntun yang diraih Tian/Qing kembali membuat mereka berlari 15-8 dan terus memimpin hingga 17-12. Di titik ini, GreyNit kembali menggunakan strategi di gim kedua dan agresif dalam melakukan sergapan dan bloking di area depan. Pengembalian melebar Tian menyamakan kedudukan kedua pasangan di angka 17.

 

Smash Tian yang gagal melewati net setelah terjadinya adu reli antara kedua pasangan membuat GreyNit berbalik unggul satu angka. Sayangnya empat kesalahan yang dilakukan pasangan Indonesia saat Tian/Zhao agresif menekan di area depan berupa bola tanggung, pengembalian Greysia gagal melewati net, serta dua bola pengembalian tanggung Nitya membuat GreyNit harus mengubur mimpi mereka ke babak final dan menyerah 18-21.

 

“Pada saat ketinggalan, kami selalu jaga service mereka, jadi bisa mengejar. Sayang di saat-saat kritis mereka maksa, kami harusnya tadi lebih yakin,” kata Greysia seperti yang ditulis situs PBSI.

 

“Sebenarnya kami bisa menang dari Tian/Zhao, sayang di poin-poin akhir kami kurang konsisten,” sambung Nitya.

 

Namun meskipun harus menelan kekalahan, GreyNit mengaku mendapatkan pengalaman banyak dari duo China ini. “Kedepannya kalau ketemu lagi, kami sudah tau mau main seperti apa, termasuk apa yang dilakukan kalau dapat situasi seperti tadi. Yang pasti, kami harus bisa bermain di pola kami sendiri,” lanjut Nitya.

 

“Dari pelatih tidak ditargetkan apa-apa, yang penting main bagus di tiap pertandingan dan menang. Karena kami baru dipasangkan lagi, sekarang kami fokus untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya,” timpal Greysia.

 

Misaki, “Kami Lebih Berharap Ketemu Ma/Tang”

 

Sementara itu pada laga semifinal lainnya di lapangan yang berbeda harapan Indonesia, Pia Zebadiah/Rizki Amelia (PiRiz) juga tak mampu mengulang kesuksesan di babak sebelumnya saat menjungkalkan unggulan asal China, Ma Jin/Tang Jinhua (3). Menghadapi pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2). Kalah dalam hal serangan dan permainan depan, PiRiz yang sejak awal gim pertama sudah tertinggal poin akhirnya menyerah 17-21.

 

Dominasi Misaki/Ayaka kembali tak terantahkan di gim kedua. Meskipun PiRiz sempat memperkecil selisih margin di kedudukan 12-13 dan 16-18, namun belum cukup mampu untuk menahan gempuran pasangan Jepang. Keduanyapun menyerah 16-21.

 

“Kami sangat senang bisa ke final besok. Setelah menang dari pasangan China di perempat final sebenarnya kami berharap bisa menghadapi Ma/Tang di semifinal. Kami sudah tiga kali ketemu mereka dan selau kalah jadi kami siap untuk revans di pertandingan kali ini. Kami sedikit terkejut dengan kekalahan mereka,” tandas Misaki usai pertandingan.

 

“Kami merasa lebih nyaman dan lebih percaya diri untuk menang saat melawan Indonesia seperti yang kami lakukan kali ini. Kami akan coba menjajal pasangan China besok dan semoga bisa memenangkan gelarnya,” pungkasnya kemudian (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: