Bulutangkismania's Weblog

Juni 23, 2013

Singapore Open SS 2013 : Tommy, “Ini Final Superseries Pertama Saya”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:39 am

li-ning-singapore-openSetelah pada pekan lalu Tommy hanya mampu mencicipi babak semifinal turnamen Superseries di depan publik sendiri, kali ini peringkat 13 dunia tersebut berhasil memenuhi target pribadinya dengan meloloskan diri ke laga pamungkas. Menghadapi pemain veteran Vietnam, Tommy harus berjibaku 3 gim selama 73 menit.

 

Satu-satunya harapan Indonesia di sektor tunggal putra, Tommy Sugiarto, berhasil menjaga mimpinya dengan melenggang ke babak final. Perjuangan yang tak mudah dan tersulit dari pertandingan-pertandingan sebelumnya dilewati Tommy saat menantang Nguyen Tien Minh (6) asal Vietnam. Ketatnya persaingan antara kedua pemain sudah terasa sejak awal gim pertama. Permainan taktis yang diperagakan oleh kedua pemain tidak hanya menampilkan reli-reli panjang namun juga tak melewatkan setiap peluang yang ada saat sang lawan mengangkat bola dengan pengembalian smash-smash keras.

 

Sempat memimpin hingga 8-5, Tommy berbalik tertinggal ketika Nguyen mampu merebut 5 angka beruntun dengan smash-smash dan kesalahan sendiri Tommy di depan net. Namun Tommy yang pekan ini mencatat sejarah peringkat terbaiknya di 13 dunia tersebut kembali menekan Nguyen dengan serangan-serangannya dan memanfaatkan kesalahan sendiri wakil Vietnam tersebut karena terburu-buru untuk mematikan bola. Keadaan kembali berbalik saat Tommy yang unggul 15-13 beberapa kali tak mampu mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga dengan mudah dipatahkan oleh Nguyen.

 

Kolaborasi antara permainan di depen net berupa netting, drop shot dan penempatan bola-bola yang jauh dari jangkauan serta lob-lob serang dan smash-smash kencang terus mewarnai pertandingan antara kedua pemain. Kedua pemain berusaha untuk memanfaatkan sisi tak terjaga sehingga dikembalikan tanggung dan akhirnya dieksekusi dengan sergapan keras. Nguyen kembali memimpin 19-17 dan menyentuh match point terlebih dahulu. Adu drive di depan net yang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Nguyen serta reli panjang yang diakhiri dengan bola melebar Nguyen membuat Tomy mampu menyamakan kedudukan di angka 20. Namun keberuntungan masih berpihak kepada Nguyen saat pengembalian menyilang Tommy gagal melewati net serta pukulan lainnya terlalu jauh melewati area baseline. Nguyen pun menutup gim pertama, 22-20.

 

Memanfaatkan momentum kemenangannya di set pertama, Nguyen kembali tampil menekan dan memimpin perolehan poin di gim kedua. Tunggal Vietnam tersebut langsung unggul 4-0 hingga 12-7 saat mampu menunjukkan pertahanan yang baik dari serangan smash-smash Tommy. Untuk mampu meraih poin, Tommy tidak hanya harus mampu mengubah sudut serangan tapi juga melencarkannya di luar area jangkauan Nguyen. Pemain Indonesia yang berusaha untuk menekan dengan pola cepat namun pertahanan dan gerakan refleks Nguyen yang cepat justru menjadi bumerang bagi Tommy saat bola-bolanya mampu diantisipasi oleh Nguyen.

 

Tommy sempat membalikkan keadaan 16-14 ketika mampu mengubah variasi serangan dengan penempatan ke area baseline setelah beradu drive di depan net. Tommy juga sukses saat bermain reli dengan penempatan di depan net dan di belakang area pertahanan Nguyen, beberapa kali pemain Vietnam tersebut justru melakukan unforced error. Meskipun Nguyen kembali mampu berbalik unggul 18-17 dari bola tanggung dan kesalahan sendiri Tommy, sang penantang asal Indonesia berhasil tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan meraup 3 angka berturut-turut dari pengembalian melebar Nguyen dan smash Tommy yang sempat bergulir di bibir net. Di poin-poin kritis ini juga Nguyen sempat melakukan protes saat wasit menganulir keputusan hakim garis yang mengira bola keluar tapi ternyata masuk ke area pertahanannya. Pengembalian Tommy yang gagal melewati net sempat menambah satu angka untuk Nguyen namun tunggal Indonesia tersebut segara menamatkan gim ini lebih dulu, 21-19 dan memaksakan terjadinya rubber game.

 

Set ketiga kembali tersaji ketat seperti padsa awal gim pertama. Kedua pemain saling mengejar dan memimpin dengan selisih 1-2 angka. Meskipun Nguyen lebih sering mendominasi perolehan poin, Tommy segera mengejar ketertinggalannya dengan terus menekan. Namun bebarapa kesalahan sendiri yang dilakukan Tommy seperti antisipasi bola yang salah saat mengira bola out, smash Tommy yang melebar dan bola-bola tanggungnya sempat membuat Nguyen unggul pada jeda interval 11-9.

 

Pada saat kedudukan 7-8, Nguyen kembali menyatakan protes saat wasit menganggap bola smash Tommy masuk padahal saat kejadian yang persis di depan matanya tersebut Nguyen yakin bahwa bola tersebut melebar keluar. Namun kontreoversi juga tak hanya menimpa Nguyen. Tommy pun juga sempat dirugikan saat bola out di area baselinenya dinayatakan masuk oleh hakim garis, padahal Tommy dengan jelas melihat bahwa bola tersebut keluar. Namun meskipun melakukan protes, wasit tetap tidak mengubah keputusannya dan bersandarkan kepada pengamatan hakim garis.

 

Momentum kemenangan Tommy baru mulai tampak saat wakil Indonesia tersebut mampu unggul jauh 15-12 dengan memanfaatkan bola tanggung Nguyen dan pengembalian melebar Nguyen. Di beberapa kesempatan bahkan Tommy harus menyerang beberapa kali untuk bisa menembus pertahanan peringkat 10 dunia tersebut. Pengembalian tak sempurna Nguyen yang dieksekusi oleh smash Tommy terus membuat tunggal kedua Indonesia tersebut meluncur hingga 18-14.

 

Penempatan Nguyen di depan net dari bola tanggung Tommy sempat menambah satu angka bagi pemain Vietnam tersebut namun 3 angka beruntun yang dikoleksi Tommy dari bola tanggung Nguyen, pengembalian melebar Nguyen, dan smash keras Tommy dari pengembalian Nguyen setelah kedua pemain terlibat reli-reli panjang. Tommy memastikan tiket finalnya dengan kemenangan, 21-15.

 

“Saya senang sekali bisa lolos ke final superseries, apalagi ini kejuaraan besar, rasanya surprise juga. Ini adalah final superseries pertama saya. Siapapun lawannya, saya tidak akan menyiakan kesempatan baik dan tampil menjadi yang terbaik untuk meraih gelar,” ungkap Tommy dengan gembira

 

Sementara itu Nguyen menyatakan sempat kecewa dengan keputusan hakim garis yang merugikan dirinya. Terlebih saat itu merupakan angka-angka kritis.

 

“Tentunya kecewa sekali dengan keputusan wasit dan hakim garis. Poin-poin terakhir sangatlah penting dan saya sempat marah. Hari ini saya kurang beruntung, tapi Tommy memang memiliki kekuatan dan kecepatan yang lebih dari saya,” papar Nguyen.

 

Meskipun dari catatan BWF Tommy belum pernah berhasil menang dari Nguyen namun pada ajang Superliga Badminton 2013 yang lalu, Tommy ternyata pernah unggul dalam laga tiga gim menghadapi pemain yang pernah bertengger di 5 besar dunia tersebut.

 

“Walaupun kalah enam kali di turnamen BWF, tapi Februari yang lalu di ajang Superliga saya menang. Makanya saya ingat-ingat pertandingan itu, bagaimana saya bisa menang. Meskipun sempat tertinggal di gim ketiga, saya yakin masih memiliki kesempatan untuk bisa mengalahkannya,” lanjut Tommy.

 

“Saya berusaha menerapkan strategi dan taktik yang benar. Saat Nguyen berusaha mempercepat pertandingan untuk menjaga momentumnya, saya berusaha untuk memperlambat sehingga bisa menjaga tempo permainan dan berkonsentrasi. Jadi saya bisa fokus dengan pola sendiri tidak ikut ritmenya dia,” pungkasnya kemudian.

 

Kemenangan ini membawa Tommy ke babak final untuk menantang sang juara bertahan, Boonsak Ponsana (5). Tanpa banyak kesulitan, Boonsak yang unggul dalam hal pengalaman berhasil menundukkan pemain muda Jepang, Takuma Ueda, 21-8, 21-15.

 

“Saya berharap Boonsak bermain lebih taktis tapi hari ini dia lebih banyak menyerang. Saya pikir seharusnya saya bisa lebih berbuat banyak dan tidak menyangka strategi saya akan gagal. Tapi secara keseluruhan saya senang dengan performa saya di turnamen ini,” ujar Takuma.

 

Boonsak sendiri mengakui bahwa posisinya yang berlawanan dengan arah angin membuat Boonsak tampil lebih lepas dengan serangannya.

 

“Set pertama saya berada melawan angin sehingga bisa tampil lebih agresif dan mengendalikan arah bola lebih mudah. Set kedua saya harus mengganti strategi, selain itu menghadapi pemain muda dan cepat seperti Takuma tidak bisa hanya mengandalkan serangan,” sahut Boonsak.

 

“Besok akan menjadi pertarungan yang sengit saat melawan Tommy. Saya tidak pernah menang melawan dia dalam beberapa pertemuan terakhir. Satu-satunya kemenangan saya saat dia masih junior. Tommy sangat bagus dengan pertahanan dan cover lapangannya,” tutup Boonsak tentang peluangnya di babak final (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: